Penyebab Perut Buncit Bukan Hanya karena Obesitas!

Orang berperut buncit biasanya merasakan perutnya mengencang dan membengkak
Salah satu penyebab perut buncit yang membuat obesitas adalah sembelit.

Bagi sebagian besar orang, perut buncit mengganggu penampilan sehari-hari dan terkadang beberapa orang berpikir bahwa penyebabnya adalah karena kegemukan. Namun, penyebab perut buncit tidak hanya karena obesitas, tetapi terdapat penyebab perut buncit lainnya.

Penyebab perut buncit biasanya karena adanya udara atau gas pada saluran pencernaan. Orang berperut buncit atau kembung merasakan sensasi kenyang, perut yang mengencang, dan pembengkakan di perut.

Terkadang perut buncit juga diiringi dengan rasa sakit, gas yang berlebih dalam perut, perut yang berbunyi-bunyi, dan sendawa. Terdapat beberapa penyebab perut buncit, yaitu:

1. Udara dan gas

Udara dan gas adalah penyebab perut buncit yang paling sering terjadi. Biasanya, gas dan udara berlebih tersebut terbentuk saat makanan dicerna di perut atau saat udara ditelan.

Sebenarnya, Anda juga menelan udara saat makan dan minum, tetapi beberapa kasus tertentu dapat membuat seseorang menelan udara lebih banyak dari biasanya. Beberapa orang menelan udara lebih banyak saat merasa cemas.

Anda juga dapat menelan udara berlebih saat makan atau minum terlalu banyak dan cepat, merokok, mengunyah permen karet, minum dari sedotan, mengulum permen dengan keras, minum banyak minuman bersoda, dan memiliki gigi palsu yang longgar.

2. Sembelit

Salah satu penyebab perut buncit lainnya adalah sembelit. Sembelit dapat menimbulkan gas berlebih dalam perut dan membuat perut buncit. Oleh karenanya, coba konsumsi serat yang cukup dan berolahraga secara teratur.

3. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu, seperti perubahan hormon pada wanita, gangguan makan, kelebihan atau kekurangan bakteri baik di usus, gangguan perut, sindrom iritasi usus besar, dan sebagainya.

Beberapa penyebab gangguan buncit yang lebih serius adalah penyakit celiac, gagal ginjal, penyakit hati, kanker, gagal jantung, dan sebagainya.

4. Jenis makanan yang dikonsumsi

Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan gas yang berlebih dalam perut, misalnya kacang-kacangan, brokoli, bawang bombay, kubis, tauge, wortel, dan kembang kol.

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi dapat membuat Anda merasa kembung dan buncit. Hal ini karena lemak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna daripada protein dan karbohidrat.

Pemanis buatan, seperti sorbitol, tidak dapat dicerna oleh tubuh dan dapat menjadi penyebab perut buncit. Selain sorbitol, sebagian besar orang juga memiliki kesulitan dalam mencerna fruktosa (salah satu gula alami).

5. Intoleransi makanan

Intoleransi makanan dapat menjadi penyebab perut buncit. Intoleransi makanan dapat menyebabkan perut tidak dapat mengeluarkan kotoran sepenuhnya, menyebabkan gas terperangkap dalam perut, dan membuat perut menghasilkan gas sebagai reaksi dari makanan yang dikonsumsi.

Intoleransi makanan yang dialami oleh kebanyakan orang adalah mengonsumsi gandum atau gluten dan produk susu.

6. Penambahan serat

Penambahan serat dalam jumlah banyak secara mendadak dapat menjadi penyebab perut buncit karena penambahan gas dan dapat menyebabkan sembelit. Jika ingin menambah asupan serat, Anda perlu menambahnya secara perlahan dan bertahap.

7. Stres

Jangan salah, stres tidak hanya membuat Anda menjadi mudah tergiur untuk menjadi kalap dan mengonsumsi berbagai makanan dalam jumlah yang banyak, tetapi juga dapat menjadi penyebab perut buncit!

Hormon kortison yang muncul saat tubuh merasa stres berdampak pada metabolisme tubuh dan membuat kalori-kalori berlebih dalam tubuh untuk tetap berada di sekitar perut dan bagian tubuh lainnya.

8. Kurang tidur

Kurang tidur tidak hanya menimbulkan kantuk di pagi hari dan mengganggu pekerjaan serta konsentrasi, tetapi juga berpartisipasi dalam memacu perkembangan lemak berlebih di perut yang menjadi penyebab perut buncit.

9. Genetik

Meskipun lingkungan juga memberikan pengaruh kepada kemunculan perut buncit, tetapi Anda tidak bisa memisahkan dampak dari gen-gen dalam tubuh yang mungkin membuat Anda lebih berpotensi mengalami perut buncit!

Konsultasikan ke dokter

Anda perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila perut buncit diiringi dengan kondisi, seperti:

  • demam yang tinggi
  • diare
  • muntah
  • penurunan berat badan yang tidak beralasan
  • adanya darah pada feses atau feses berwarna hitam
  • rasa sakit di perut yang parah dan berkepanjangan
  • sensasi panas pada dada (heartburn) yang memburuk

Jangan menunda dan meremahkan perut buncit yang dialami karena perut buncit dapat menjadi salah satu pertanda adanya masalah pada tubuh Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/abdominal-bloating#when-to-seek-help
Diakses pada 10 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/symptoms-causes/syc-20373223
Diakses pada 10 April 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323309.php
Diakses pada 07 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/remedies-for-bloating-and-wind/#coeliac-disease-and-bloating
Diakses pada 10 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed