Penyebab Perut Anak Buncit tapi Kurus dan Cara Mengobatinya


Perut anak buncit tapi kurus dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti konstipasi, cacingan, hingga asites. Pada kasus yang parah, jika tidak mendapat penanganan yang tepat, maka bisa mengancam keselamatan anak.

0,0
19 Oct 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perut anak buncit tapi kurus bisa terjadi akibat cacinganPerut anak buncit tapi kurus dapat disebabkan oleh konstipasi
Kondisi perut anak buncit tapi kurus bisa membuat orangtua merasa khawatir. Apalagi jika disertai gejala-gejala lain yang mengganggu. Faktanya, kondisi perut ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Selain itu, Anda sebaiknya tidak mengabaikannya begitu saja. Sebab, perut buncit tapi badan kurus bisa jadi mengindikasikan penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan sebelum mengetahui penyebabnya.Maka dari itu, mari kita kenali penyebab perut anak buncit tapi kurus dan cara mengatasinya.

Penyebab perut anak buncit tapi kurus

Jika perut anak membuncit setelah makan banyak, sebetulnya itu merupakan hal yang wajar. Sebab, otot perut anak tidak cukup kuat untuk menahannya. Alhasil, ototnya meregang dan membuat anak tampak lebih buncit.Di samping itu, berikut adalah beberapa penyebab perut anak buncit tapi kurus yang harus orangtua perhatikan:

1. Konstipasi

anak buang air besar
Anak susah buang air besar (BAB)
Konstipasi atau sembelit adalah gangguan pencernaan yang membuat anak susah buang air besar (BAB). Kondisi ini dapat ditandai dengan frekuensi BAB yang lebih jarang atau lebih dari 3 hari dari biasanya, feses kering dan keras, BAB terasa menyakitkan, atau merasa tidak situntas setelah BAB. Feses yang sulit dikeluarkan tersebut bisa menumpuk sehingga menyebabkan perut anak buncit walaupun badannya kurus. Selain itu anak akan merasa kembung, rewel saat akan BAB karena nyeri akibat feses yang keras. Kondisi ini dapat dipicu oleh kurangnya konsumsi serat, sering menahan BAB, atau gangguan lainnya. 

2. Cacingan

Kondisi perut anak buncit tapi kurus juga bisa menandakan cacingan. Penyakit ini merupakan infeksi usus yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides. Telur cacing tersebut dapat ditemukan di tanah atau feses manusia.Anak bisa terinfeksi saat menelan makanan yang telah terkontaminasi ataupun memasukkan tangan yang kotor ke dalam mulut. Selain perut buncit, cacingan juga dapat menyebabkan anak kehilangan nafsu makan, mual, muntah, dan demam. Gejala lebih sering terjadi pada anak-anak karena ususnya lebih kecil dan lebih mungkin tersumbat oleh cacing.

3. Busung lapar

Perut buncit tapi badan kurus pada anak juga dapat disebabkan oleh busung lapar. Kondisi ini adalah salah satu bentuk malnutrisi akut yang terjadi akibat kekurangan protein yaitu kwashiorkor dan marasmus. Protein dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.Akibatnya, kekurangan protein dapat menyebabkan retensi cairan sehingga perut menjadi buncit. Busung lapar umumnya terjadi pada daerah padat penduduk dan ekonomi rendah.

4. Radang usus buntu

radang usus buntu
Radang usus buntu bisa membuat perut terasa nyeri
Penyebab perut anak buncit tapi kurus dapat dipicu oleh radang usus buntu. Kondisi ini terjadi ketika rongga usus buntu mengalami infeksi. Gejala utama yang dapat dialami anak adalah rasa nyeri yang berawal dari pusar, lalu bergerak ke sisi kanan bawah perut.Selain itu, radang usus buntu bisa menyebabkan perut kembung, demam, mual, nafsu makan hilang, dan susah kentut. Jika tidak diobati, usus buntu bisa pecah hingga mengancam jiwa.

5. Giardiasis

Giardiasis juga bisa menyebabkan perut buncit tapi badan kurus pada anak. Kondisi ini merupakan infeksi usus halus akibat parasit bernama Giardia lamblia. Giardiasis dapat menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi parasit, serta kontak langsung dengan penderitanya.Selain membuat perut terlihat buncit, anak juga bisa mengalami sakit perut, diare dengan tinja yang berminyak, lemas, mual, muntah, dan hilang nafsu makan. 

6. Asites

Asites adalah penumpukan cairan di antara lapisan perut dan rongga perut yang menyebabkan perut membesar. Pada anak-anak, kondisi ini dapat terjadi akibat gangguan hati, ginjal, atau jantung.Selain perut anak buncit tapi kurus, asites juga bisa membuat anak mengalami mual atau muntah, nafsu makan menurun, sesak napas, sakit perut, muncul rasa kembung, dan gangguan pencernaan.

Cara mengatasi perut anak buncit tapi kurus

Cara mengatasi perut anak buncit tapi kurus harus dilakukan berdasarkan penyebabnya. Misalnya, jika anak mengalami konstipasi, Anda dapat mencoba memberinya makanan berserat tinggi dan minum lebih banyak air putih agar lebih mudah BAB.Namun, apabila kondisi ini tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan si kecil ke dokter. Dokter akan mencari tahu penyebab dan menentukan penanganan yang tepat untuk mengatasi keluhan anak Anda.Dalam kasus yang serius, seperti radang usus buntu, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk mengatasinya. Jangan sampai kondisi anak terlambat ditangani karena bisa mengancam keselamatannya.Jika ingin berdiskusi lebih lanjut seputar perut anak buncit tapi kurus, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
konstipasiinfeksi cacingsakit perutasitesusus buntu
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/255105-why-is-my-childs-stomach-big/
Diakses pada 05 Oktober 2021
Parents. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help/
Diakses pada 05 Oktober 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/ascariasis.html
Diakses pada 05 Oktober 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322453#symptoms
Diakses pada 05 Oktober 2021
Romper. https://www.romper.com/p/why-do-toddlers-have-pot-bellies-experts-weigh-in-on-the-adorableness-19199725
Diakses pada 05 Oktober 2021
Childrens. https://www.childrens.com/specialties-services/conditions/ascites
Diakses pada 05 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait