Penyebab Perceraian yang Perlu Anda Hindari dan Cara Mencegahnya

(0)
03 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab perceraian perlu dihindari guna menjaga kehidupan rumah tanggaPerbedaan prinsip bisa menjadi penyebab perceraian terjadi
Sebagian besar pasangan yang telah menikah, tentu tidak mengharapkan adanya perceraian dalam hubungan mereka. Perceraian secara otomatis akan menghentikan hubungan pernikahan, serta berpotensi merusak hubungan dalam keluarga menjadi tidak kondusif hingga timbul perpecahan.Ada banyak penyebab perceraian yang melatarbelakangi keputusan antara suami dan istri ini. Masalah ini bisa terjadi karena keinginan salah satu pihak ataupun kesepakatan bersama. Oleh karena itu, bekali diri Anda dan pasangan agar dapat mengedukasi diri mengenai berbagai penyebab perceraian sekaligus cara menghindarinya.

Berbagai penyebab perceraian

Perceraian adalah suatu kondisi di mana suami dan istri memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya, serta biasanya tidak tinggal serumah lagi. Keduanya juga setuju menandatangani surat-surat hukum yang mengesahkan perceraian mereka.Hal ini tidaklah mudah bagi kedua belah pihak. Sebelum memutuskan bercerai, keduanya pihak biasanya telah berupaya untuk menyelesaikan masalah yang ada.Akan tetapi, saat masalah tersebut tak dapat diperbaiki, maka bercerai menjadi satu-satunya jalan terbaik. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab perceraian, di antaranya:
  • Berselingkuh

Ketika Anda atau pasangan berselingkuh, ini tentu bisa membuat hubungan rumah tangga menjadi tidak harmonis. Anda dan pasangan mungkin akan semakin sering bertengkar hebat.Memiliki pria atau wanita idaman lain bisa memicu terjadinya perceraian karena seseorang berpikir bahwa mereka akan lebih bahagia dengan pasangan yang baru. Perselingkuhan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk urusan ranjang.
  • Kecanduan

Kecanduan alkohol, narkoba, judi, ataupun pornografi dapat merusak diri sendiri maupun hubungan dengan pasangan. Seorang pecandu (apa pun itu), tidak menyadari bahwa perilakunya semakin rusak.Padahal kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada dirinya sendiri ataupun orang-orang di sekitarnya. Biasanya korban yang paling terdampak dari seorang pecandu adalah pasangannya.Pasangan seorang pecandu bisa sangat lelah, baik secara fisik maupun mental, dengan perilaku buruk pasangannya sehingga memutuskan bercerai.Kecanduan alkohol dan narkoba juga dapat menyebabkan gangguan perilaku sehingga berpotensi menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga.
  • Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

KDRT dapat bermacam-macam jenisnya, baik fisik, emosional, verbal, ataupun ekonomi. Menendang, menampar, ataupun memukul pasangan tergolong dalam kekerasan fisik. Sementara itu, kekerasan emosional dapat berupa pasangan yang terlalu terobsesi untuk mengendalikan atau sering mengolok-olok Anda.Selain itu, kekerasan verbal biasanya berupa ancaman atau makian-makian kasar yang ia tujukan pada Anda. Sedangkan, kekerasan ekonomi dapat berupa pasangan yang terlalu mengendalikan keuangan rumah tangga dan tidak memberi nafkah yang selayaknya.Para korban KDRT umumnya tidak berdaya, takut, tertutup, dan sangat tidak bahagia dengan pernikahannya sehingga ingin melakukan perceraian.
  • Perbedaan prinsip

Seiring bertambahnya usia pernikahan, segelintir pasangan mungkin akan merasakan banyak perubahan yang terjadi pada diri pasangannya. Terkadang perubahan ini dapat menyebabkan hubungan yang tidak lagi harmonis.Contohnya, yaitu ketika Anda menginginkan pindah ke kota A, namun pasangan menginginkan kota B. Atau, saat Anda ingin bekerja setelah cuti hamil, namun pasangan menolaknya maka dapat timbul perdebatan di antaranya keduanya.Jika Anda dan pasangan dapat beradaptasi dengan perbedaan-perbedaan tersebut, maka hubungan pernikahan dapat dipertahankan. Akan tetapi, terkadang perbedaan ini tak berhasil dilewati sehingga bisa menyebabkan terjadinya perceraian.

Mencegah terjadinya perceraian

Bukan hanya hubungan antara suami dan istri yang menjadi tidak harmonis, perceraian juga dapat memberikan efek negatif pada kesehatan fisik dan mental, seperti terkena depresi.Bahkan menurut sebuah penelitian, pasangan yang bercerai lebih berisiko menderita penyakit jantung, diabetes, kanker, dan penyakit kronis lainnya.Untujk menghindari masalah ini, terdapat beberapa hal yang dapat Anda dan pasangan lakukan. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya perceraian, di antaranya:
  • Buang jauh-jauh pikiran tentang bercerai. Ini dapat membantu Anda dan pasangan selalu mencoba untuk memperbaiki pernikahan.

  • Saling menghormati. Dengan saling menghormati satu sama lain, dapat membuat Anda dan pasangan saling menghargai, serta memperkuat rasa cinta yang ada.

  • Sering berkomunikasi. Berbagi perasaan satu sama lain bersama pasangan merupakan hal yang penting. Ini dapat membantu mendekatkan hubungan dan mengetahui apa yang masing-masing pihak inginkan.

  • Sesekali beri ruang untuk pasangan. Terkadang, Anda atau pasangan membutuhkan ruang karena jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Sesekali biarkanlah ia berkumpul dengan temannya atau menghabiskan waktu untuk memanjakan dirinya sendiri.
  • Merawat diri. Ini juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Merawat diri bisa membuat Anda dan pasangan terus saling menginginkan. Tak hanya menambah keharmonisan, ini juga baik untuk kebersihan dan kesehatan tubuh.

  • Kencan dengan pasangan. Anda mungkin berpikir ini hanya dilakukan ketika masih berpacaran. Namun, berkencan dalam pernikahan juga hal yang penting untuk membangun ikatan yang kuat bersama pasangan. Ajaklah makan malam, berjalan-jalan, atau liburan untuk menghabiskan waktu bersama.

  • Saling memaafkan. Menyimpan amarah dan dendam pada pasangan bisa menimbulkan rasa ingin bercerai. Oleh sebab itu, ketika Anda atau pasangan memiliki kesalahan sebaiknya cobalah untuk saling memaafkan. Namun, pastikan bahwa kesalahan tersebut tak diulangi.

  • Jangan terlalu mengontrol. Hubungan yang terlalu mengontrol dapat membuat satu sama lain tidak nyaman sehingga terapkanlah batasan-batasan yang tidak terlalu mengekang.

  • Dapatkan bantuan profesional. Jika hubungan Anda bersama pasangan sudah tidak baik, maka pertimbangkan untuk segera mendapat konseling untuk menghindari terjadinya perceraian.
Mempertahankan pernikahan memang bukan hal yang mudah. Namun, Anda dan pasangan dapat selalu berusaha untuk menjaga hubungan pernikahan, terutama jika sudah memiliki anak.
perceraianorangtuarumah tangga
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/divorce.html
Diakses pada 03 Desember 2019
Web MD. https://www.webmd.com/balance/news/20090728/divorce-has-lasting-toll-on-health#1
Diakses pada 03 Desember 2019
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/the-four-biggest-marriage-fails-2302515
Diakses pada 03 Desember 2019
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/strengthen-a-marriage-and-avoid-divorce-1270948
Diakses pada 03 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait