2 Penyebab Penyumbatan Usus yang Harus Anda Waspadai

Penyumbatan usus atau obstruksi usus biasanya ditandai dengan diare hingga sulit kentut atau BAB
Penyumbatan usus dapat terjadi secara sebagian dan penuh

Buang angin atau kentut di depan orang banyak memang memalukan. Namun, setidaknya Anda patut bersyukur masih bisa buang angin karena ketidakmampuan Anda untuk buang gas bisa jadi pertanda adanya penyumbatan pada usus halus (usus kecil) atau usus besar, yang dikenal dengan istilah obstruksi usus.

Obstruksi usus bisa berlangsung parsial (sebagian) atau penuh. Obstruksi usus parsial biasanya ditandai dengan diare, sedangkan obstruksi usus penuh menyebabkan penderitanya sulit atau bahkan tidak bisa kentut maupun buang air besar.

Adanya penyumbatan usus ini akan menumpuk makanan, gas lambung, serta cairan di belakang penyumbatan tersebut. Jika tidak segera ditangani, penumpukan akan menyebabkan radang usus (usus bengkak), bahkan usus robek, sehingga isi usus yang tersumbat itu akan menyebar ke rongga perut. Hal ini bisa berakibat fatal bagi penderitanya.

Selain susah kentut dan BAB, obstruksi usus juga ditandai dengan rasa kram di bagian perut yang timbul-tenggelam. Selain itu, Anda juga akan kehilangan nafsu makan, mengalami konstipasi alias sembelit, muntah, maupun perut membengkak.

Anda wajib memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala di atas. Obstruksi usus yang bersifat sebagian bisa disembuhkan dengan obat-obatan, sedangkan obstruksi penuh biasanya hanya bisa ditangani dengan jalan operasi.

Apa saja penyebab terjadinya obstruksi usus?

Secara umum, faktor yang paling banyak menyebabkan terjadinya penyumbatan usus adalah adanya adhesi, hernia, dan tumor yang tumbuh di usus halus maupun usus besar. Secara spesifik, para ahli membagi penyebab obstruksi usus menjadi dua kategori, di antaranya:

1. Obstruksi usus mekanik

Penyumbatan usus ini terjadi ketika ada benda asing yang secara fisik membuat usus tersumbat. Jika obstruksi usus mekanik terjadi di usus halus, penyebabnya meliputi:

  • Adhesi, yakni jaringan yang bisa muncul setelah Anda menjalani operasi atau mengalami radang usus yang parah
  • Volvulus, yakni usus yang terpelintir
  • Intususpeksi, yakni terdorongnya satu segmen usus ke segmen setelahnya
  • Terjadi malformasi usus, biasanya terjadi pada bayi baru lahir, anak-anak, maupun remaja
  • Tumor di dalam usus
  • Batu empedu
  • Objek yang tertelan, biasanya dialami oleh anak-anak atau balita
  • Hernia, yakni menyembulnya usus dari satu bagian dalam tubuh ke bagian dalam lainnya
  • Penyakit radang usus, misalnya penyakit Crohn

Dalam kasus yang lebih jarang, obstruksi usus mekanik juga bisa disebabkan oleh:

  • Tinja yang terimpaksi
  • Adhesi dari infeksi atau operasi panggul
  • Kanker ovarium
  • Kanker usus besar
  • Penyumbatan mekonium (tinja berwarna hitam pada bayi baru lahir)
  • Diverkulitis, yakni pembengkakan atau infeksi pada kantung usus yang membesar
  • Striktur, yakni penyempitan usus besar dikarenakan adanya luka atau bengkak

2. Obstruksi usus nonmekanik

Usus halus dan usus besar bergerak seirama untuk memproses makanan yang masuk ke tubuh Anda. Ketika ada hal yang mengacaukan irama tersebut, maka bisa terjadi obstruksi nonmekanik atau dikenal dengan penyumbatan usus fungsional.

Obstruksi nonmekanik bisa berlangsung sementara (ileus obstruksi), tapi bisa juga berubah menjadi kronis dan berlangsung dalam jangka panjang (pseudo obstruksi). Penyebab terjadinya ileus obstruksi, antara lain:

  • Operasi perut atau panggul
  • Infeksi, seperti gastroentiritis atau apendisitis (penyakit usus buntu)
  • Obat-obatan tertentu, misalnya opioid
  • Ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh

Sementara itu, pseudo obtruksi mungkin disebabkan oleh:

  • Penyakit Parkinson, sklerosis multipel, serta kelainan saraf atau otot lainnya
  • Penyakit Hirschprung, kelainan yang menyebabkan kurangnya jumlah saraf yang berada di usus besar
  • Kelainan yang menyebabkan cedera saraf, misalnya diabetes melitus
  • Hipotiroidisme, yakni kelenjar tiroid yang kurang aktif

Obstruksi usus bukan penyakit usus buntu

Usus buntu memang merupakan bagian dari usus, lebih tepatnya adalah perpanjangan dari usus besar. Namun, penyumbatan usus pada obstruksi usus tidak sama dengan penyakit usus buntu, meski kerap sama-sama menimbulkan sakit perut yang tidak tertahankan.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa usus buntu memang bisa mengakibatkan obstruksi usus mekanik. Namun, penyakit usus buntu harus bergabung dengan faktor penyebab lain untuk menghasilkan obstruksi usus, misalnya:

  • Usus buntu yang merintangi usus besar karena adanya adhesi usus
  • Hernia yang melewati batas antara dasar usus buntu dengan pucuknya
  • Pucuk hernia yang menempel ke usus besar menjadi kaku
  • Terdapat lilitan pada usus
  • Usus dalam kondisi kusut

Penting untuk selalu menjaga kesehatan usus agar kondisi ini bisa dihindari. Obstruksi usus dapat dicegah dengan makan dengan jumlah kecil namun sering, mengunyah makanan secara perlahan hingga lumat, serta mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324037.php
Diakses pada 23 Agustus 2019

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/gastrointestinal-disorders/acute-abdomen-and-surgical-gastroenterology/intestinal-obstruction
Diakses pada 23 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/intestinal-obstruction#causes
Diakses pada 23 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-appendicitis#1
Diakses pada 23 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intestinal-obstruction/symptoms-causes/syc-20351460
Diakses pada 23 Agustus 2019

Pub Med. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6237405/
Diakses pada 23 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed