Inilah 10 Hal yang Menjadi Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah

Penyempitan pembuluh darah akan mengurangi suplai darah dan oksigen
Pembuluh darah bisa menyempit akibat tumpukan lemak dan kolesterol pada dindingnya

Penyempitan pembuluh darah adalah kondisi di mana jalur aliran darah menjadi lebih sempit. Kondisi ini terjadi karena ada penumpukan lemak dan kolesterol di dinding bagian dalam pembuluh darah.

Lemak dan kolesterol tersebut akan mengalami kalsifikasi dan mengeras, kemudian menghambat aliran darah dan mengurangi suplai darah serta oksigen ke organ-organ lain. Bila ini terjadi, berbagai komplikasi dan gangguan kesehatan bisa terjadi.

Karena itu, penting untuk mengenali gejala penyempitan pada pembuluh darah sejak dini agar bisa diatasi dengan secepatnya.

Waspadai gejala penyempitan pembuluh darah ini

Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi progresif. Prosesnya kadangkala dimulai sejak bayi.

Pada orang-orang yang memiliki riwayat keturunan kolesterol tinggi, garis-garis lemak terkadang sudah muncul sejak bayi. Kondisi ini bisa terus berlangsung di usia 20an dan bertambah parah pada usia antara 40an dan 50an.

Proses terjadinya penyempitan pembuluh darah seringkali tidak menimbulkan gejala apapun sampai aliran darah benar-benar terhambat atau bahkan tersumbat. Tak mengherankan bila seseorang yang selalu tampak sehat bisa tiba-tiba mengalami stroke atau serangan jantung.

Gejala-gejala penyempitan pembuluh darah yang timbul juga tergantung lokasi pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Mari simak contohnya di bawah ini:

1. Penyempitan pembuluh darah jantung

Bila penyempitan terjadi di pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jantung, gejalanya bisa berupa sakit dada (angina), sesak napas, keringat dingin dan kecemasan.

Angina disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Penderita angina akan merasakan dadanya sesak dan berat seperti ada yang menekan. Keluhan ini sering muncul ketika penderita melakukan aktivitas fisik yang berat dan akan menghilang setelah penderita beristirahat.

2. Penyempitan pembuluh darah otak

Jika pembuluh darah ke otak yang mengalami penyempitan, penderita dapat mengalami gejala stroke atau stroke ringan (transient ischemic attack/TIA).

3. Penyempitan pembuluh darah pada kaki

Apabila yang mengalami penyempitan adalah pembuluh darah ke kaki, pengidap bisa mengalami rasa sakit di kaki, yang muncul saat berjalan dan hilang saat berhenti berjalan. Ketika penyempitan tergolong cukup parah, rasa sakit di kaki bisa pula muncul saat penderita beristirahat atau tidur di malam hari.

4. Penyempitan pembuluh darah pada ginjal

Tanda-tanda tekanan darah tinggi atau tanda-tanda gagal ginjal bisa muncul bila lokasi penyempitan ada di pembuluh darah yang mengalirkan darah ke ginjal.

10 penyebab di balik penyempitan pembuluh darah

Banyak sekali faktor yang bisa memicu penyempitan pembuluh darah. Fakor pemicu ini juga ada yang bisa dihindari dan ada yang tidak bisa dicegah.

Penyebab yang tidak bisa dikendalikan

Faktor-faktor penyebab menyempitnya pembuluh darah yang tidak bisa kita kendalikan adalah:

1. Usia

Semakin lanjut usia seseorang, risiko terjadinya penyempitan dan kerusakan pada pembuluh darah akan turut meningkat.

2. Jenis kelamin

Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyempitan pembuluh darah. Sedangkan pada perempuan, risikonya akan meningkat setelah menopause.

3. Penyakit keturunan

Riwayat sakit jantung dalam keluarga sangat memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami penyempitan pembuluh darah. Orang yang memiliki risiko tinggi adalah:

  • Memiliki ayah atau saudara laki-laki kandung yang juga mengalami sakit jantung sebelum usia 55 tahun
  • Memiliki ibu atau saudara perempuan kandung yang mengalami sakit jantung sebelum usia 65 tahun.

Penyebab yang bisa dikendalikan

Faktor-faktor penyebab penyempitan pembuluh darah yang masih bisa kita kendalikan adalah:

1. Kebiasaan merokok

Bukan hanya orang yang mengisap rokok (perokok aktif), orang-orang yang sering terpapar asap rokok (perokok pasif) juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyempitan pembuluh darah.

2. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

Kondisi ini dapat mengakibatkan pengerasan dan penebalan pembuluh darah, sehingga mempersempit jalan aliran darah.

3. Kadar kolesterol tinggi

Kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat menimbulkan plak yang menempel di dinding pembuluh darah.

4. Gaya hidup sedenter (minim gerak)

Kurangnya aktivitas fisik dan olahraga bisa menyebabkan kelebihan berat badan bahkan obesitas. Kedua kondisi ini kemudian menjadi faktor risiko penyempitan pembuluh darah.

5. Pola makan tidak sehat

Pola makan yang tinggi lemak, garam, dan gula akan menambah risiko terjadi penyempitan pembuluh darah.

6. Stres berkepanjangan

Kondisi kejiwaan ini berpengaruh terhadap penyempitan maupun kerusakan pada pembuluh darah.

7. Diabetes melitus

Penyakit ini memiliki faktor risiko yang sama dengan penyempitan pembuluh darah, yaitu obesitas dan tekanan darah tinggi.

Komplikasi penyempitan pembuluh darah

Penyempitan pada pembuluh darah bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan seperti di bawah ini:

1. Stroke

Gangguan medis ini terjadi bila penyempitan pembuluh darah menyebabkan penyumbatan pada aliran darah ke otak. Sel-sel otak akan rusak, sehingga penderita mengalami kesulitan bicara, kesulitan menelan, lumpuh di salah satu sisi tubuh, kebutaan, dan sebagainya.

2. Serangan jantung

Jika plak yang menempel pada dinding pembuluh darah pecah dan membentuk gumpalan darah, aliran darah ke jantung bisa tersumbat hingga terjadilah serangan jantung. Terhentinya suplai darah ke jantung bisa menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Kerusakan bisa diminimalisir bila serangan jantung cepat ditangani secara medis.

3. Gagal jantung

Apabila penyempitan pembuluh darah menyebabkan penurunan pasokan darah ke jantung secara signifikan atau jika jantung sudah mengalami kerusakan, daya pompa jantung untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh akan melemah. Kondisi ini disebut juga sebagai gagal jantung.

4. Aritmia atau detak jantung abnormal

Kurangnya aliran darah ke jantung akibat penyempitan pembuluh darah, bisa mengganggu impuls listrik di jantung. Akibatnya, denyut jantung menjadi tidak beraturan.

Mengatasi penyempitan pembuluh darah bisa dilakukan dengan penggunaan obat-obatan dari dokter serta mengontrol faktor-faktor penyebab yang masih bisa dikendalikan. Anda juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala agar kondisi kesehatan senantiasa bisa dipantau.

Emedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/hardening_of_the_arteries/article_em.htm#facts_on_hardening_of_the_arteries_atherosclerosis
Diakses pada 27 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronary-artery-disease/symptoms-causes/syc-20350613
Diakses pada 27 Agustus 2019

 

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed