Penyakit Kadas: Karakteristik, Penyebab, dan Pencegahan

Kadas atau kurap disebabkan oleh jamur parasit yang sangat mudah menular
Awalnya, kadas muncul berupa benjolan atau kulit yang bersisik berwarna merah.

Kurap atau kadas adalah penyakit kulit yang sering dijumpai di negara tropis, khususnya Indonesia. Kadas tidak berbahaya tetapi menyebabkan gatal yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Parahnya lagi, kadas dapat menular ke orang-orang di sekitar penderita.

Karakteristik kadas yang berupa lingkaran di kulit dengan bintik-bintik merah di tengahnya juga mengganggu penampilan.

Karakteristik Kadas

Pada awalnya, kadas hanya berupa benjolan atau kulit yang bersisik dan berwarna merah. Lama kelamaan benjolan atau kulit yang bersisik tersebut berubah menjadi lingkaran yang menonjol.

Kondisi pada bagian yang menonjol biasanya berbeda-beda: ada yang kulitnya tetap mulus, ada yang bersisik, dan ada yang memiliki bintik-bintik merah. Kadas dapat muncul di berbagai bagian kulit, termasuk kulit kepala.

Penyebab Kadas

Berbeda dengan kudis yang disebabkan oleh tungau, kadas merupakan infeksi pada permukaan kulit yang disebabkan oleh jamur yang seperti parasit. Kadas sangat mudah menular.

Proses penularannya dapat melalui kontak dengan penderita kadas, hewan yang menderita kadas, benda-benda yang dipakai penderita kadas, bahkan tanah yang memiliki jamur penyebab kadas.

Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami kadas yang tidak sembuh selama dua minggu. Kadas yang ringan dapat diobati dengan salep anti-jamur.

Anda mungkin perlu memakai menggunakan salep anti-jamur selama dua sampai empat minggu untuk memastikan bahwa jamur kadas sudah tidak ada, sehingga menurunkan tingkat kembalinya jamur kadas.

Namun, untuk kasus kadas yang parah, Anda mungkin perlu mengonsumsi pil antijamur selama beberapa minggu.

Cara Mencegah Kadas

Kadas merupakan infeksi jamur yang mudah menular, tetapi bukan berarti kadas tidak dapat dicegah. Beberapa cara mencegah kadas yang dapat dilakukan adalah:

1. Selalu Menjaga Kebersihan

Anda dapat melakukannya dengan mencuci tangan secara benar menggunakan sabun serta memakai sandal di kamar mandi umum, ruang ganti baju, atau ruang loker.

Kebersihan diri sendiri juga sama pentingnya. Oleh karena itu, gantilah kaos kaki dan celana dalam sehabis dipakai. Jika Anda berolahraga, bersihkan peralatan olahraga Anda dengan benar.

2. Jaga Kulit Tetap Kering dan Sejuk

Hindari keringat berlebih dengan tidak menggunakan pakaian yang tebal dalam jangka waktu yang lama, khususnya jika Anda tinggal di daerah yang panas dan lembap.

3. Jangan Meminjamkan Barang-Barang Pribadi

Jangan meminjamkan barang-barang pribadi, seperti handuk, sepatu, baju, dan sebagainya kepada orang lain, terutama kepada penderita kadas. Hindari meminjam barang-barang pribadi orang lain, khususnya yang dimiliki oleh penderita kadas.

4. Menghindari Hewan yang Terinfeksi Kadas

Sebelum menyentuh hewan ataupun peliharaan, Anda harus memastikan hewan atau peliharaan terbebas dari infeksi kadas.

Biasanya infeksi kadas pada hewan terlihat dari adanya bagian kulit yang tidak memiliki bulu, tetapi terkadang tanda-tanda infeksi kadas tidak terlihat. Oleh karenanya selalu konsultasikan binatang peliharaan ke dokter hewan.

5. Mengedukasi Mengenai Penyakit Kadas

Penularan kadas yang cepat dapat diatasi dengan memberikan informasi yang benar mengenai penyakit kadas kepada orang-orang terdekat Anda, khususnya anak-anak. Anda dapat memberitahukan bagaimana karakteristik dari infeksi kadas dan penularannya.

Kadas bukanlah infeksi yang mematikan, tetapi gangguan yang ditimbulkan kadas patut untuk ditanggapi secara serius. Segeralah berkonsultasi ke dokter jika kadas yang dirasakan sangat menganggu, tidak kunjung sembuh, atau bahkan makin parah.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ringworm-body/symptoms-causes/syc-20353780
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/scabies/symptoms-causes/syc-20377378
Diakses pada 02 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-you-should-know-about-ringworm#1
Diakses pada 02 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed