Penyebab Penis Kecil dan Pengaruhnya pada Kesuburan Pria


Penyebab penis kecil adalah karena kurangnya hormon androgen. Kekurangan hormon ini menghambat pertumbuhan penis terutama saat usia bayi 0-3 bulan setelah dilahirkan.

(0)
16 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penis kecil disebabkan karena kekurangan hormon androgen saat bayiKelainan hormon merupakan penyebab penis kecil pada pria
Pria yang memiliki penis kecil juga sering dianggap tidak bisa memiliki keturunan, alias mandul. Benarkah demikian? Sebelum berpikir macam-macam, ada baiknya simak fakta-fakta mengenai penis kecil berikut ini. .

Penyebab penis kecil yang perlu diketahui pria

Utamanya, penyebab penis kecil adalah berkaitan dengan produksi hormon pada pria.Sejak masih dalam kandungan, penis pada anak laki-laki akan terbentuk sebagai respons dari berbagai hormon di tubuh, terutama hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon seks pada pria. Testosteron termasuk ke dalam hormon androgen.Jika tubuh janin tidak memproduksi androgen dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak merespons androgen, hal ini akan memengaruhi pertumbuhan penis. Kondisi ini bisa juga disebut sebagai mikropenis atau microphallus.Pada bayi laki-laki, usia 0-3 bulan setelah dilahirkan merupakan periode penting pertumbuhan penis. Pada masa ini, produksi hormon testosteron akan meningkat. Gangguan pada hormon akan menyebabkan pertumbuhan penis terganggu dan menyebabkan mikropenis.Selain akibat masalah hormon testosteron, penyebab ukuran penis kecil pada pria yang lainnya adalah:
  • Kurangnya produksi hormon pertumbuhan  
  • Kelainan kromosom
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Keturunan (genetik)
  • Gangguan pada hipotalamus dan kelenjar pituitari
  • Paparan zat beracun
[[artikel-terkait]]

Ukuran penis yang termasuk sebagai kondisi mikropenis

Menilai ukuran penis bukan hanya mengandalkan kira-kira saja. Dokter memiliki standar penghitungan tersendiri untuk menentukan apakah seseorang memiliki penis kecil atau tidak.Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura terhadap  bayi baru lahir, diketahui panjang penis rata-rata adalah 3,5 cm untuk bayi laki-laki dengan etnis tionghoa, 3,6 cm untuk ras melayu, dan 3,8 cm untuk ras india.Pada penelitian tersebut, disebutkan bahwa bayi laki-laki dari Asia yang memiliki panjang penis kurang dari 2,6 cm sudah masuk dalam kategori mikropenis. Sementara itu, penelitian tersebut belum membahas khusus mengenai ukuran penis pria dewasa Asia yang termasuk ke dalam kriteria mikropenis. Klasifikasi panjang penis untuk kondisi mikropenis yang ada, dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat. Pada penelitian ini, disebutkan bahwa panjang penis pria dewasa yang termasuk dalam kategori mikropenis adalah 9,3 cm saat diregangkan. Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut bisa saja berbeda untuk pria Indonesia. Itu sebabnya, jika Anda merasa memiliki penis kecil dan ingin melakukan perawatan untuk menanganinya, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.Selain melihat ukuran, dokter juga akan memeriksa kondisi lain, seperti tumpukan lemak di sekitar penis. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah, untuk melihat kadar hormon di tubuh.

Cara mengukur panjang penis

Jika masih penasaran apakah ukuran penis Anda normal atau tidak, Anda bisa menggunakan metode yang disebut stretched penis length (SPL). Cara ini dianggap cukup akurat untuk mengetahui ukuran alat kelamin pria.Langkah-langkahnya melakukan SPL adalah sebagai berikut:
  • Pastikan penis dalam keadaan layu alias tidak sedang ereksi
  • Tarik atau regangkan penis secara perlahan, sejauh yang Anda bisa
  • Ukur penis dari pangkal tulang kemaluan hingga ujung batang penis menggunakan penggaris atau meteran
Skor SPL dihitung berdasarkan panjang penis dari pangkal kemaluan hingga ujung kepala penis. Penis dikatakan normal apabila panjangnya mencapai kurang lebih 12 sentimeter. Kurang dari itu, Anda dianggap memiliki ukuran penis di bawah standar rata-rata berdasarkan sejumlah penelitian.Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini sebenarnya sangat jarang terjadi. 

Punya penis kecil bukan berarti tidak subur

Selain takut tidak bisa memuaskan pasangannya di atas ranjang, alasan lain yang membuat pria kerap mengkhawatirkan ukuran penisnya adalah masalah kesuburan.Ya, ukuran penis kecil konon katanya dapat memengaruhi kesuburan pria. Namun, fakta yang ada tidak berkata demikian.Sederhananya, kesuburan pria ditentukan oleh kualitas dan kuantitas sperma. Seperti yang kita ketahui, sperma diproduksi oleh organ reproduksi pria lainnya, yakni testis. Jadi, tidak tepat jika mengatakan bahwa ukuran penis kecil pasti akan membuat membuat pria jadi tidak subur. Pria dengan penis yang kecil tetap bisa memiliki keturunan selama kualitas spermanya baik.Oleh sebab itu, alih-alih memusingkan ukuran ‘Mr. P’, Anda sebaiknya lebih berfokus pada cara -cara menghasilkan sperma yang sehat.Sementara untuk urusan ranjang, faktanya pria dengan ukuran penis di bawah rata-rata tetap bisa merasakan kenikmatan dalam bercinta dan memuaskan pasangannya selama melakukan posisi seks yang tepat. 

Gangguan psikologis menyebabkan ukuran penis terasa kecil

Masalah hormon adalah penyebab utama seseorang memiliki mikropenis. Namun, ada kalanya, pria tanpa kelainan apa pun, merasa ukuran penisnya kecil. Akibatnya, rasa percaya dirinya berkurang dan mengalami gangguan kecemasan akibat ukuran penisnya.Gangguan psikologis yang menyebabkan seseorang “yakin” ukuran penisnya kecil disebut dengan dysmorphic disorder (PDD). PDD adalah bagian dari body dysmorphic disorder (BDD). BDD dapat memicu munculnya gangguan kecemasan yang parah, akibat penampilan fisik pada seseorang.Pria dengan PDD mungkin sebenarnya tidak memiliki ukuran penis sekecil pria yang didiagnosis dengan mikropenis. Meski begitu, ia tetap saja cemas dengan ukuran alat vitalnya, dan merasa malu akan kondisi fisiknya.Oleh karena ini termasuk masalah gangguan psikologis, perawatan yang tepat untuk mengatasinya adalah dengan terapi atau konseling dengan psikolog atau psikiater.

Catatan dari SehatQ

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, jika Anda merasa mengalami permasalahan dengan ukuran maupun bentuk penis. Dokter akan membantu Anda mengetahui penyebab ukuran penis kecil yang dialami, dan menentukan perawatan yang tepat.Selain itu, sebaiknya hindari sejumlah cara alami untuk memperbesar penis yang mungkin sudah sering Anda dengar atau lihat informasinya. Cara-cara tersebut belum memiliki bukti ilmiah yang cukup sehingga efektivitasnya masih dipertanyakan.Jika masih ragu, Anda bisa bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter seputar permasalahan alat kelamin melalui fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play. Gratis!
penyakit priakelamin laki-lakikesehatan priareproduksi pria
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323811.php
Diakses pada 15 Juli 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/micropenis
Diakses pada 15 Juli 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17955-micropenis/management-and-treatment
Diakses pada 15 Juli 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324569.php
Diakses pada 15 Juli 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10689638
Diakses pada 15 Juli 2019
Journal of Pediatrics Endocrinology & Metabolism. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10689638/ Diakses pada 10 Maret 2021Journal of Pediatric Healthcare. https://www.jpedhc.org/article/S0891-5245(09)00140-0/fulltext
Diakses pada 15 Juli 2019
WebMD. https://www.webmd.com/men/features/is-my-penis-too-small#1 Diakses pada 26 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait