Ini Penyebab Penis Kecil dan Pengaruhnya pada Kehidupan Seksual

Terapi hormon dapat menjadi salah satu cara menangani penis kecil
Kelainan hormon merupakan penyebab penis kecil pada pria

Ukuran penis sering dianggap sebagai hal penting bagi seorang pria. Sehingga, tidak heran apabila berbagai metode pembesaran penis masih dicari. Padahal, cara tersebut belum tentu aman dan efektif. Pasalnya, penyebab penis kecil adalah kelainan hormon di tubuh. Sehingga, solusi yang baik untuk mengatasi penis kecil, harusnya berhubungan dengan terapi hormon.

Pria yang memiliki penis kecil juga sering dianggap tidak bisa memiliki keturunan, alias mandul. Padahal, hal tersebut tidaklah tepat. Berantas mitos seputar penis kecil pada pria, kenali penyebab, cara menangani, serta pengaruhnya terhadap kehidupan seksual berikut ini.

Penyebab penis kecil yang perlu diketahui pria

Sejak masih dalam kandungan, penis pada anak laki-laki akan terbentuk sebagai respons dari berbagai hormon di tubuh, terutama hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon seks pada pria, dengan testosteron sebagai bagian di dalamnya.

Jika tubuh janin tidak bisa memproduksi androgen dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak bisa merespons produksi androgen, maka akan terjadi hambatan dalam pertumbuhan penis. Kondisi ini bisa juga disebut sebagai mikropenis atau mikrophallus.

Pada bayi laki-laki, usia 0-3 bulan setelah dilahirkan, merupakan periode penting pertumbuhan penis. Sebab pada masa tersebut, produksi hormon testosteron akan meningkat. Jika pada masa ini terjadi masalah hormon, maka ke depannya, pertumbuhan penis pun akan terganggu.

Kecilnya penis pada pria juga bisa disebabkan oleh kurangnya produksi hormon pertumbuhan hingga kelainan kromosom. Pada pria yang mengalami obesitas, ukuran penis kerap terlihat lebih kecil, karena adanya lemak yang mengelilinginya.

Ukuran penis yang termasuk sebagai kondisi mikropenis

Menilai ukuran penis bukan hanya mengandalkan persepsi. Dokter memiliki standar penghitungan tersendiri untuk, menentukan seseorang memiliki mikropenis.

Seorang pria dikatakan memiliki mikropenis, apabila ukuran penisnya 2,5 di bawah standar deviasi dari ukuran penis rata-rata. Tentu, ukuran rata-rata penis akan berbeda, untuk setiap negara serta ras.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Singapura pada bayi baru lahir, panjang penis rata-ratanya adalah 3,5 cm untuk bayi laki-laki dengan etnis tionghoa, 3,6 cm untuk ras malay, dan 3,8 cm untuk ras india.

Pada penelitian tersebut, disebutkan bahwa bayi laki-laki dari Asia yang memiliki panjang penis kurang dari 2,6 cm sudah masuk dalam kategori mikropenis. 

Sedangkan untuk panjang penis laki-laki dewasa dari Asia, belum terdapat penelitian khusus yang mengenai panjang penis yang masuk dalam kategori mikropenis. 

Klasifikasi panjang penis untuk kondisi mikropenis yang ada, dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat. Pada penelitian ini, disebutkan bahwa panjang penis pria dewasa yang termasuk dalam kategori mikropenis adalah 9,3 cm saat diregangkan. 

Namun, perlu diingat bahwa angka tersebut bisa saja berbeda untuk pria Indonesia. Sehingga, pria yang merasa dirinya memiliki penis kecil dan ingin melakukan perawatan untuk menanganinya, perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Selain melihat ukuran, dokter juga akan memeriksa kondisi lain, seperti tumpukan lemak di sekitar penis. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan darah, untuk melihat kadar hormon di tubuh.

Cara menangani mikropenis dengan tepat

Penanganan untuk mikropenis harus disesuaikan dengan penyebab penis kecil yang dialami. Selain itu, penanganan sebaiknya dimulai sejak usia dini, atau saat masih bayi. Berikut ini dua langkah penanganan yang bisa menjadi pilihan.

1. Terapi hormon

Terapi hormon testosteron merupakan langkah perawatan awal, untuk kondisi mikropenis. Terapi ini bertujuan untuk melihat kemampuan penis dalam merespons hormon pertumbuhan.

Testosteron bisa diberikan melalui suntikan atau dioleskan ke penis, dalam bentuk krim atau gel. Metode ini efektif untuk membantu mengatasi mikropenis pada bayi. Namun, tidak ada jaminan mengenai kemampuan bertahannya efek tersebut, saat masa pubertas atau beranjak dewasa.

2. Operasi

Operasi hanya dilakukan apabila perawatan lainnya sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan. Operasi rekonstruksi atau phalloplasty pada balita, merupakan proses yang rumit dan berisiko, namun masih patut dicoba.

Operasi ini umumnya lebih sering dilakukan pada pria dewasa muda, dan pria dewasa.

Ukuran penis tidak memengaruhi fungsi seksual seorang pria

Berbeda dari pemahaman banyak orang, fungsi penis pada pria dengan mikropenis, sebenarnya tidak akan terganggu. Penis tersebut meski berukuran kecil, masih bisa berfungsi untuk buang air kecil, masturbasi, atau orgasme.

Permasalahan muncul ketika rasa cemas muncul akibat ukuran penis yang kecil. Kondisi kecemasan tersebutlah yang bisa menghambat hubungan seksual dengan pasangan. Pria berisiko gagal menikmati hubungan seksual, apabila terlalu cemas dengan ukuran penisnya.

Khawatir berlebihan terhadap ukuran penis, tanda adanya gangguan psikologis

Pada pria yang memiliki mikropenis, adanya kelainan hormon adalah biang kerok utama kondisi tersebut. Namun tidak jarang, pria tanpa kelainan apapun, merasa ukuran penisnya kecil. Akibatnya, rasa percaya dirinya berkurang dan mengalami gangguan kecemasan akibat ukuran penisnya.

Kondisi ini dinamakan penile dysmorphic disorder (PDD). PDD adalah bagian dari body dysmorphic disorder (BDD). BDD dapat memicu munculnya gangguan kecemasan yang parah, akibat penampilan fisik pada seseorang.
Pria dengan PDD sebenarnya tidak memiliki ukuran penis sekecil pria yang memiliki mikropenis. Meski begitu, ia tetap saja cemas dengan ukuran alat vitalnya, dan merasa malu akan kondisi fisiknya.

Karena kondisi ini termasuk sebagai kelainan mental, maka perawatan dengan terapi atau konseling dengan psikolog atau psikiater, merupakan langkah utama untuk mengatasinya.

Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, jika Anda merasa mengalami permasalahan dengan ukuran penis. Dokter akan membantu Anda mengetahui penyebab ukuran penis kecil yang dialami, dan menentukan perawatan yang tepat.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323811.php
Diakses pada 15 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/micropenis
Diakses pada 15 Juli 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17955-micropenis/management-and-treatment
Diakses pada 15 Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324569.php
Diakses pada 15 Juli 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10689638
Diakses pada 15 Juli 2019

Journal of Pediatric Healthcare. https://www.jpedhc.org/article/S0891-5245(09)00140-0/fulltext
Diakses pada 15 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed