Penggumpalan Darah Bisa Berbahaya, Ini Gejala dan Pengobatannya


Penggumpalan darah dapat memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung lokasinya. Penggumpalan darah dapat terjadi pada lengan, kaki, perut, paru, jantung dan otak.

0,0
08 Nov 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penggumpalan darah bisa terjadi di lengan dan kaki, paru-paru, jantung, dan otakPenggumpalan darah bisa berbahaya jika terjadi di organ vital seperti otak dan paru-paru
Penggumpalan darah adalah proses perubahan darah dari cair menjadi setengah padat atau seperti gel. Saat Anda terluka, mekanisme penggumpalan darah berguna untuk menghentikan perdarahan. Namun, jika penggumpalan darah terbentuk di area yang tidak seharusnya, maka berbagai gangguan kesehatan bisa terjadi.
Penggumpalan darah terkadang disebut juga sebagai pembekuan darah. Berikut penjelasan lebih lanjutnya yang perlu Anda ketahui.

Penyebab penggumpalan darah dan faktor risikonya

Penyebab penggumpalan darah salah satunya aterosklerosis
Penyebab penggumpalan darah salah satunya gangguan jantung
Penggumpalan darah yang terjadi tidak pada tempatnya disebut dengan trombus. Gumpalan darah yang diam di satu tempat disebut dengan trombosis sementara yang bergerak menyusuri pembuluh darah disebut emboli atau tromboemboli. Emboli bisa sangat berbahaya karena dapat menyumbat pembuluh darah pada berbagai organ tubuh.Gumpalan darah juga bisa membahayakan kesehatan apabila jumlahnya terlalu banyak dan tidak pecah seperti tahap yang seharusnya terjadi dalam proses penyembuhan luka. Dikutip dari medlineplus, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penggumpalan darah, yaitu:
  • Aterosklerosis, yakni kondisi dimana plak menumpuk pada pembuluh darah sehingga membuat pembuluh darah jadi kaku.
  • Fibrilasi atrium, salah satu jenis gangguan irama jantung atau aritmia yang disebabkan oleh kerusakan pada sistem kelistrikan jantung.
  • Kegemukan dan obesitas
  • Hamil dan melahirkan
  • Kelainan genetik tertentu
  • Riwayat pembekuan darah pada keluarga
  • Jenis operasi tertentu
  • Covid-19
  • Diabetes
  • Cedera parah
  • Merokok
  • Kanker atau pengobatan kanker
  • Beberapa jenis obat-obatan, termasuk pil KB
  • Berdiam dalam posisi tertentu untuk waktu yang lama
Gumpalan darah dapat terbentuk atau mengalir ke pembuluh darah di tungkai, paru-paru, otak, jantung, dan ginjal. Lokasi terjadinya penggumpalan darah dapat menentukan jenis gangguan yang mungkin Anda rasakan.

Gejala penggumpalan darah sesuai area tubuh yang terdampak

Gejala penggumpalan darah salah satunya kaki bengkak
Gejala penggumpalan darah salah satunya kaki bengkak
Tidak semua orang yang mengalami gumpalan darah mengalami gejala. Namun saat muncul, gejalanya bisa berbeda-beda tergantung dari area yang terdampak.

1. Pada lengan dan kaki

Penggumpalan darah paling sering terjadi di kaki bagian bawah. Jika gumpalan tersebut terbentuk pada pembuluh darah yang berada jauh di bawah permukaan kulit, maka kondisi ini disebut deep vein thrombosis (DVT).
DVT adalah kondisi yang berbahaya karena gumpalan darah ini bisa bergerak mengalir ke jantung atau paru-paru.
Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang tidak bergerak untuk waktu yang lama, seperti misalnya setelah operasi atau berada di dalam perjalanan jangka panjang.Gejala penggumpalan darah di lengan dan kaki antara lain:
  • Pembengkakan
  • Perubahan warna kulit
  • Nyeri
  • Kulit terasa hangat
  • Kram kaki bagian bawah
  • Bengkak
Apabila gumpalan darah sudah mulai berpindah tempat hingga ke paru-paru, maka gejala seperti sesak napas hingga batuk berdarah bisa dirasakan.

2. Pada jantung

Penggumpalan darah di jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain adalah:
  • Nyeri hebat di bagian dada dan lengan
  • Dada terasa bera
  • Berkeringat
  • Pusing
  • Sesak napas.

3. Paru-paru

Penggumpalan darah di paru-paru disebut dengan emboli paru. Kondisi ini umumnya berawal dari gumpalan darah yang terbentuk di lengan atau kaki. Gumpalan tersebut bisa pecah, kemudian mengalir ke paru-paru. Emboli paru adalah kondisi yang sangat berbahaya. Segera hubungi dokter apabila Anda atau orang terdekat merasakan gejala penggumpalan darah di paru, seperti:
  • Sesak napas
  • Sakit dada
  • Batuk
  • Berkeringat
  • Pusing.

4. Otak

Penyebab pembekuan darah di otak antara lain adalah timbunan lemak di dinding pembuluh darah yang mengalir menuju otak dan cedera kepala parah. Bekuan darah dari bagian tubuh lain seperti paru dan leher juga dapat berjalan menuju otak dan menyebabkan stroke. Beberapa gejala penggumpalan darah otak di antaranya:
  • Sakit kepala hebat yang timbul secara mendadak
  • Gangguan penglihatan dan bicara sevara tiba-tiba
  • Kejang
  • Badan terasa lemas dan lelah .

5. Perut

Penggumpalan darha juga bisa terjadi pada pembuluh darah yang berada di perut. Kondisi ini biasnaya terjadi karena riwwayat penyakit lain, seperti divertikulitis atau penyakit hati dan penggunaan pil KB. Beberapa gejalanya meliputi:
  • Sakit perut parah
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kembung
  • BAB berdarah

6. Ginjal

Pembekuan darah di ginjal adalah kondisi yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta gagal ginjal. Gejala yang mungkin dirasakan antara lain:
  • Urine berdarah
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan kaki yang parah secara tiba-tiba
  • Nyeri di sisi perut bagian samping, kaki, atau paha.

Pengobatan penggumpalan darah

Penggumpalan darah bisa diatasi dengan obat antikoagulan
Penggumpalan darah bisa diatasi dengan obat antikoagulan
Pengobatan penggumpalan darah bisa berbeda-beda. Tergantung dari lokasinya. Beberapa jenis pengobatan yang mungkin direkomendasikan antara lain:

1. Penggunaan stoking kompresi

Stoking kompresi akan membantu memberikan tekanan yang dapat meredakan pembengkakan sekaligus mencegah terbentuknya gumpalan darah di kaki.

2. Pemberian obat antikoagulan

Antikoagulan adalah obat pengencer darah yang akan membantu mencegah terbentuknya gumpalan darah. Pada kondisi yang parah, dokter dapat memberikan obat trombolitik yang akan menghancurkan gumpalan yang terbentuk di pembuluh darah sehingga aliran darah bisa kembali lancar.

3. Operasi

Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan operasi trombolisis maupun trombektomi.Trombolisis adalah operasi untuk menghancurkan penggumpalan darah menggunakan obat dan kateter. Sedangkan trombektomi adalah operasi untuk mengeluarkan gumpalan dari pembuluh darah.Apabila Anda masih memiliki pertanyaan seputar penggumpalan atau pembekuan darah, diskusikan langsung ke dokter lewat fitur Chat Dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Unduh secara gratis di Appstore dan Google Play.
pembekuan darahtrombosisemboli
Web MD. https://www.webmd.com/dvt/blood-clot-symptoms#1
Diakses 25 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/dvt/dissolve-blood-clot
Diakses 25 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-tell-if-you-have-a-blood-clot
Diakses 25 Oktober 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/blood-clots/basics/definition/sym-20050850
Diakses 25 Oktober 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17675-blood-clots
Diakses 25 Oktober 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/bloodclots.html
Diakses 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait