logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Penyebab Pengapuran Tulang Tak Hanya Usia

open-summary

Penyebab pengapuran tulang bermacam-macam, dari usia, jenis kelamin, berat badan, hingga penyakit tertentu. Anda perlu mengenali faktor risikonya dengan saksama.


close-summary

17 Jun 2020

| Lenny Tan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kelebihan berat badan termasuk salah satu penyebab pengapuran tulang

Salah satu penyebab pengapuran tulang adalah kelebihan berat badan

Table of Content

  • Apa saja penyebab pengapuran tulang?
  • Kunjungi dokter jika muncul gejala pengapuran tulang ini

Pengapuran tulang termasuk salah satu jenis gangguan sendi kronis yang paling sering terjadi. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut osteoarthritis.

Advertisement

Terdapat berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab pengapuran tulang. Sebagian tidak bisa dihindari, namun beberapa lainnya dapat Anda jauhi agar sendi Anda tetap terjaga.

Apa saja penyebab pengapuran tulang?

Faktor usia, berat badan, hingga jenis kelamin bisa memengaruhi kemungkinan seseorang untuk terkena osteoartritis. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

  • Bertambahnya usia

Pengapuran tulang lebih sering terjadi pada kalangan lanjut usia atau lansia. Risiko osteoartritis dikatakan akan meningkat setelah usia 45 tahun.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa gejala osteoartritis bisa pula dialami oleh orang dewasa yang lebih muda, terutama jika pernah mengalami cedera. Contohnya, nyeri sendi dan rasa kaku di pagi hari.

  • Pengaruh faktor keturunan

Pengapuran tulang cenderung terjadi secara turun-menurun atau genetik. Jika kakek, nenek, orangtua atau saudara kandung Anda mengalami osteoarthritis, risiko Anda untuk terkena penyakit yang sama juga akan lebih tinggi.

Meski penyebab pengapuran tulang ini tak bisa dihindari, mengetahui riwayat kesehatan dalam keluarga mungkin bisa mempermudah proses diagnosis. Informasi tersebut juga akan mempercepat dokter dalam memberikan pengobatan yang sesuai pula.

  • Memiliki jenis kelamin wanita

Hingga mencapai usia 55 tahun, risiko pengapuran tulang pada pria dan wanita sama besarnya. Namun setelah melewati usia tersebut, kaum hawa memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya daripada pria.

Kehamilan dan melahirkan, serta perubahan hormon setelah menopause dikatakan berhubungan erat dengan perbedaan risiko tersebut.

Proses hamil dan persalinan mungkin saja membuat beberapa sendi wanita mengalami pergeseran. Ketika mengalami penurunan fungsi (misalnya karena usia), sendi pun menjadi lebih mudah cedera.

Sementara pada wanita yang menopause, tubuhnya tidak lagi memproduksi hormon estrogen. Padahal, hormon ini berperan melindungi tulang rawan dari peradangan.

Penurunan kadar estrogen dalam tubuh wanita yang telah menopause tersebut kemudian menjadi penyebab pengapuran tulang lebih mudah dialami oleh kaum hawa.

  • Mengalami cedera

Cedera waktu berolahraga atau karena kecelakaan dapat mempertinggi risiko seseorang untuk mengalami pengapuran tulang. Cedera yang dimaksud meliputi dislokasi sendi, cedera ligamen dan robek tulang rawan. Bahkan ketika cedera tampak sudah sembuh pun, risiko osteoarthritis tetap mengincar Anda.

  • Memiliki profesi yang berisiko

Beberapa jenis profesi yang menimbulkan tekanan berulang pada sendi, dapat menjadi penyebab osteoarthritis. Misalnya, atlet tenis, atlet balet, atlet lari, atlet sepak bola, buruh bangunan, serta petani.

  • Mengalami kelebihan berat badan

Meski tiap orang bisa mengalaminya, risiko osteoartritis akan meningkat pada mereka yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Hal ini menjadi penyebab pengapuran tulang karena sendi-sendi penopang tubuh harus menahan beban yang lebih besar, khususnya lutut, punggung, dan pinggul.

Tiap peningkatan berat badan sebanyak 0,5 kg dapat menambah beban ekstra hingga tiga kali lipat pada lutut Anda. Lemak berlebih dalam tubuh pun berpotensi memicu peradangan di sekitar sendi.

  • Mengidap gangguan perdarahan

Kondisi medis yang mengakibatkan perdarahan di sekitar sendi, dapat menjadi penyebab pengapuran tulang atau membuatnya lebih parah. Contohnya pada penderita kelainan darah seperti hemofilia atau nekrosis avaskuler (penyakit tulang yang terjadi karena kurangnya aliran darah ke jaringan tulang).

  • Mengalami penyakit tertentu

Bagi penderita rheumatoid arthritis, kemungkinannya untuk mengalami pengapuran tulang akan meningkat. Demikian pula pada penderita penyakit metabolisme, seperti kelebihan hormon pertumbuhan atau zat besi.

Baca Juga

  • Sering Dialami Lansia, Kenali Cara Mengatasi Pengapuran Tulang Berikut
  • Sakit Punggung Bagian Atas dan Berbagai Penyebabnya
  • Membedah Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda dan Cara Mengatasinya

Kunjungi dokter jika muncul gejala pengapuran tulang ini

Osteoartritis terjadi ketika tulang rawan yang melindungi ujung tulang mengalami penipisan. Akibatnya, ujung-ujung tulang akan bergesekan dan menyebabkan:

  • Rasa nyeri di bagian sendi, selama atau setelah bergerak. Gejala ini juga dapat dirasakan ketika sendi ditekan.
  • Sendi yang terasa kaku, terutama di pagi hari atau setelah diam selama beberapa waktu.
  • Sendi kehilangan kelenturannya dan mengalami keterbatasan gerak.
  • Muncul sensasi gesekan pada sendi atau sendi mengeluarkan bunyi berderak ketika digerakkan.
  • Ada bagian tulang yang menonjol dan terasa seperti benjolan yang keras saat disentuh.

Umumnya, gejala pengapuran tulang akan berkembang perlahan-lahan dan memburuk seiring waktu. Inilah yang kerap membuat osteoartiritis diremehkan dan sulit dideteksi.

Oleh sebab itu, Anda tidak boleh lengah terhadap kejanggalan yang terjadi pada tubuh Anda. Konsultasikan ke dokter apabila ada yang terasa mencurigakan.

Sebagian besar penyebab pengapuran tulang memang tidak bisa dihindari. Mulai dari usia, keturunan, hingga jenis kelamin.

Namun ada beberapa di antaranya yang dapat Anda jauhi sejak sekarang, contohnya obesitas dan cedera berolahraga maupun karena kecelakaan. Sebisa mungkin, jagalah agar berat badan Anda berada dalam batas ideal dan berhati-hatilah ketika berolahraga serta berkendara.

Advertisement

osteoarthritis

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved