logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Penyebab Pendengaran Berkurang dan Cara Mengatasinya

open-summary

Penyebab pendengaran berkurang pada lansia dapat terjadi karena berbagai hal. Gangguan pendengaran pada lansia atau yang biasa disebut presbikusis ini membuat kita harus mengulang pembicaraan dengan volume suara yang lebih keras dari biasanya.


close-summary

2.67

(6)

20 Mei 2019

| dr. Rikho Melga Shalim

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu mengetahui penyebab pendengaran berkurang

Penyebab pendengaran berkurang dapat diketahui melalui pemeriksaan oleh dokter

Table of Content

  • Apa itu presbikusis atau pendengaran berkurang?
  • Penyebab pendengaran berkurang
  • Cara mengatasi penurunan kemampuan pendengaran

Mengobrol dengan orang yang sudah lanjut usia memang membutuhkan kesabaran ekstra. Seringkali kita harus mengulang pembicaraan atau menambah volume suara karena mereka mengalami presbikusis atau pendengaran berkurang. Lantas apa penyebab pendengaran berkurang?

Advertisement

Apa itu presbikusis atau pendengaran berkurang?

Penurunan pendengaran bisa dialami siapapun, terutama lansia. Pendengaran berkurang/tuli merupakan salah satu keluhan yang sering dialami lansia. Biasanya keluhan ini lebih dirasakan oleh orang lain yang sering berinteraksi dengan penderita.

Lebih dari 5% penduduk dunia (466 juta jiwa) mengalami pendengaran berkurang. Diprediksi pada tahun 2050 akan ada lebih dari 900 juta jiwa atau satu dari sepuluh orang yang memiliki gangguan ini.

Sepertiga dari penduduk dunia yang berusia di atas 65 tahun didapati memiliki keluhan ini dan paling banyak ditemukan di daerah selatan Asia, Asia Pasifik, dan Afrika.

Di Amerika sendiri, sepertiga penduduk berusia 65 sampai 75 tahun memiliki keluhan ini. Bahkan dikatakan satu dari dua orang di atas 75 tahun mengalami kemunduran untuk mendengar.

Tahun 2017, Kementrian Kesehatan RI mengatakan Indonesia berada dalam posisi empat di Asia Tenggara untuk angka ketulian tertinggi.

Penyebab pendengaran berkurang

Pendengaran berkurang sendiri terbagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebabnya.

1. Gangguan konduksi

Jenis gangguan pendengaran ini terjadi ketika ada kelainan struktur pada telinga bagian tengah atau luar. Beberapa penyebab gangguan pendengaran konduksi, yaitu:

  • Terlalu banyak kotoran telinga. Kotoran ini akan menyebabkan sumbatan pada saluran telinga. Penggunaan cottonbud dapat membuat kotoran semakin masuk ke dalam liang telinga. Ketika bertumpuk, maka akan mengganggu fungsi pendengaran.
  • Adanya benda asing yang tersangkut. Benda kecil seperti kancing kecil, atau potongan kapas dari cottonbud dapat dengan mudah tersangkut di liang telinga. Kebanyakan hal ini terjadi pada anak-anak. Akan tetapi bukan tidak mungkin lansia pun mengalaminya. Serangga yang masuk dalam telinga juga dapat menyebabkan pendengaran berkurang.
  • Cairan pada telinga tengah. Kondisi ini terjadi ketika Anda mengalami infeksi telinga, flu, alergi, atau penyakit saluran napas atas lainnya. Salah satu organ yang menghubungkan telinga dan hidung yang berfungsi untuk membuang cairan akan terganggu.
  • Lubang pada gendang telinga. Ketika ada lubang pada gendang telinga, maka gelombang suara tidak dapat ditangkap dengan baik oleh gendang telinga.

2. Gangguan sensorineural

Gangguan pendengaran sensorineurla dapat menyebabkan penurunan pendengaran hingga tuli permanen. Penyebabnya sebagai berikut:

  • Usia. Faktor usia yang semakin menua paling sering menjadi penyebab gangguan ini dan disebut presbikusis. Presbikusis terjadi karena rusaknya sel-sel dalam telinga seiring bertambahnya usia. Gangguan ini sering diawali dengan kesulitan mendengar nada tinggi.
  • Paparan suara keras. Mendengar suara keras terus-menerus dalam waktu lama atau suara keras yang ekstrem dapat merusak sel rambut telinga Anda secara permanen. Jika Anda bekerja di lingkungan yang sering terpapar suara keras, faktor risiko ini dapat meningkat. Anda juga harus berhati-hati jika mendengarkan musik terlalu keras.
  • Cedera Kepala. Benturan pada kepala dapat menyebabkan kerusakan pada saraf pendengaran yang mengakibatkan gangguan pendengaran.

Jika Anda atau orang terdekat Anda memiliki keluhan pendengaran berkurang secara bertahap, ada baiknya periksakan telinga pada dokter sebelum semakin memburuk.

Cara mengatasi penurunan kemampuan pendengaran

Cara mengobati penurunan kemampuan pendengaran bisa disesuaikan dengan penyebabnya, seperti berikut:

1. Pada gangguan pendengaran konduktif

Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah membersihkan kotoran yang menyumbat telinga dengan bantuan minyak. Dokter akan memasukkan minyak ke dalam rongga telinga untuk mengencerkan kotoran, lalu membuangnya.

Jika terjadi infeksi, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik maupun prosedur operasi gendang telinga yang bisa membuat pendengarannya berfungsi kembali.

2. Pada gangguan pendengaran sensorineural

Pada tahap ini, kerusakan telinga sudah permanen. Sehingga, tujuan pengobatan hanya untuk memaksimalkan pendengaran. 

Anda bisa menggunakan alat bantu dengar untuk memperkuat sinyal hingga suara menjadi lebih kuat dan mudah didengar.

Jika sudah terlalu parah, mungkin Anda bisa menerima implan korea.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

gangguan pendengaranpenyakit telinga

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved