Penyebab Pembesaran Prostat Jinak (BPH) pada Pria dan Cara Mengatasinya


Penuaan ditengarai menjadi penyebab pembesaran prostat jinak. Sebabnya, usia yang semakin bertambah membuat kadar hormon estrogen bertambah. Hormon estrogen memicu aktivitas zat yang membuat prostat membesar.

(0)
06 Mar 2021|Rhandy Verizarie
penyebab pembesaran prostat jinakPenyebab pembesaran prostat jinak bisa karena genetik hingga makanan dan obat-obatan
Pembesaran prostat jinak atau benign prostate hyperplasia (BPH) adalah kondisi ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan (hipertrofi). Akan tetapi, pembesaran ini tidak bersifat kanker, alias jinak.Prostat sendiri merupakan kelenjar yang masuk ke dalam sistem saluran kemih dan kelamin (urogenital) pria. Kelenjar prostat berfungsi sebagai penghasil cairan semen yang berisi sel sperma. Sementara itu, otot prostat akan mendorong air mani untuk keluar saat pria berejakulasi.Prostat yang membesar pada kasus BPH tidak menyebabkan kanker prostat. Namun, Anda tetap harus waspada karena kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup. Pasalnya, BPH bisa menimbulkan ketidaknyamanan, terutama saat buang air kecil.Ketahui apa penyebab pembesaran prostat jinak dan cara mengatasinya berikut ini.

Penyebab pembesaran prostat jinak

Menurut Urology Care Foundation, penyebab pembesaran prostat jinak belum dapat diketahui secara jelas. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penuaan mungkin dapat menyebabkan masalah ini.Sepanjang hidup, pria menghasilkan testosteron—hormon pria—dan sejumlah kecil estrogen. Seiring bertambahnya usia, jumlah testosteron aktif dalam darah mulai menurun. Hal ini menyebabkan kadar estrogen justru jadi lebih tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa penyebab BPH mungkin karena tingginya kadar estrogen dibandingkan testosteron tersebut. Kadar estrogen tersebut menambah aktivitas zat yang memulai pertumbuhan sel prostat.Teori lain menunjuk pada dihidrotestosteron (DHT), hormon pria yang berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan prostat. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa ketika kadar testosteron dalam darah mulai turun, kadar DHT yang tinggi masih menumpuk di dalam prostat. Tingginya kadar hormon DHT tersebut mendorong sel prostat untuk terus tumbuh. Para peneliti pun menemukan bahwa hipertrofi prostat tidak dialami oleh pria yang tidak memproduksi DHT.Kendati penyebab hipertrofi prostat akibat BPH belum bisa dipastikan, menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami pembengkakan prostat jinak, yaitu:
  • Berusia 40 tahun ke atas
  • Riwayat keluarga dengan BPH
  • Kelebihan berat badan (obesitas)
  • Penyakit jantung dan peredaran darah
  • Diabetes tipe 2
  • Kurang aktif bergerak
  • Mengalami disfungsi ereksi

Makanan dan obat penyebab pembesaran prostat jinak

Pada pria yang telah mengalami hipertrofi prostat, ada sejumlah jenis makanan dan obat-obatan yang sebaiknya dihindari. Pasalnya, makanan dan obat yang dimaksud justru dapat memperparah pembengkakan yang terjadi.

1. Makanan penyebab hipertrofi prostat jinak

Jenis makanan atau minuman yang berpotensi menjadi penyebab memburuknya hipertrofi prostat jinak, antara lain:
  • Daging merah
  • Susu dan produk olahannya (keju, yogurt, dsb.)
  • Kopi
  • Alkohol
  • Minuman bersoda

2. Obat-obatan penyebab hipertrofi prostat jinak

Sejumlah obat-obatan—resep ataupun non-resep—yang menjadi penyebab prostat membesar pada kasus BPH semakin parah meliputi:
  • Diuretik
  • Antidepresan (amoxapine, amitriptyline, doxepin, imipramine, nortriptyline)
  • Antihistamin (Benadryl dan semacamnya)
  • Obat antiinflamasi non-steroid (ibuprofen, aspirin)
  • Dekongestan (pseudoepedhrine)
Apabila Anda menderita pembesaran prostat dan hendak mengonsumsi makanan atau obat-obatan di atas, sebakinya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Ciri-ciri prostat bengkak akibat BPH yang perlu diwaspadai

Gejala pembesaran prostat jinak memang biasanya baru akan tampak jelas ketika seorang pria memasuki usia 60 tahun ke atas. Ciri-ciri BPH yang harus diwaspadai antara lain sebagai berikut:
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari (nokturia)
  • Kesulitan saat mulai buang air kecil
  • Buang air kecil tidak sampai tuntas
  • Nyeri saat buang air kecil maupun ejakulasi

Cara mengatasi pembesaran prostat jinak

Cara mengatasi BPH tergantung dari tingkat keparahan yang dialami oleh penderita. Ketika mengalami pembesaran prostat jinak, Anda tidak serta-merta harus menjalani operasi.Namun, secara garis besar, pengobatan hipertrofi prostat terdiri atas:
  • Pemberian obat-obatan (seperti reseptor alfa-1 dan obat penurun hormon.)
  • Operasi
Selain itu, dokter biasanya juga akan meminta pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat seperti menghindari minuman beralkohol, kafein, obat-obatan pemicu prostat bengkak, hingga berolahraga secara teratur dan mengendalikan stres.

Catatan dari SehatQ

Penyebab pembesaran prostat jinak yang paling utama adalah pertambahan usia. Oleh sebab itu, Anda yang sudah memasuki usia rentan mengalami BPH sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan tubuh, termasuk menghindari faktor-faktor risiko dari gangguan medis ini.Mintalah saran dari dokter terkait langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan untuk setidaknya meminimalisir keparahan gejala. Manfaatkan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga untuk mendapatkan informasi lengkap seputar hipertrofi prostat.Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. Gratis!
prostatmasalah reproduksikesehatan priareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/health/bph-medications-to-avoid#other-concerns. Diakses pada 19 Februari 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087 Diakses pada 19 Februari 2021National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/prostate-problems/prostate-enlargement-benign-prostatic-hyperplasia Diakses pada 19 Februari 2021Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/b/benign-prostatic-hyperplasia-(bph) Diakses pada 19 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait