logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

8 Penyebab Payudara Nyeri saat Menyusui dan Cara Mengatasinya

open-summary

Payudara nyeri saat menyusui bayi adalah kondisi yang lazim dirasakan. Rasa nyeri itu bisa datang akibat beberapa kondisi medis, seperti saluran ASI tersumbat hingga mastitis.


close-summary

7 Des 2020

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Payudara nyeri saat menyusui dapat disebabkan berbagai macam kondisi medis.

Abses payudara dan mastitis dapat menyebabkan payudara nyeri saat menyusui.

Table of Content

  • 8 penyebab payudara nyeri saat menyusui dan solusinya

Payudara nyeri saat menyusui adalah kondisi yang lazim dirasakan ibu menyusui. Menurut studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, sekitar 75 persen ibu menyusui akan mengalami kondisi ini pada 2 minggu pertama setelah melahirkan. Untuk memahami lebih lanjut seputar masalah ini, mari kita kenali penyebab dan cara mengatasi payudara nyeri saat menyusui.

Advertisement

8 penyebab payudara nyeri saat menyusui dan solusinya

Munculnya rasa sakit pada payudara selama menyusui tidak selalu bisa dihindari. Akan tetapi, jika penyebabnya sudah diketahui, pengobatan bisa segera dilakukan. Berikut adalah penyebab payudara nyeri saat menyusui dan solusinya.

1. Breast engorgement (payudara membengkak)

Breast engorgement atau pembengkakan payudara saat menyusui terjadi akibat produksi ASI dan aliran darah meningkat. Payudara menjadi keras, terasa berat, mengencang, dan nyeri saat disentuh.

Pembengkakan jaringan payudara ini juga bisa bayi kesulitan mengisap ASI karena puting Anda menjadi datar. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah ini:

  • Menggunakan kompres hangat atau mandi dengan air hangat untuk mendorong aliran ASI
  • Lebih rutin menyusui bayi
  • Meningkatkan durasi menyusui selama bayi masih lapar
  • Memijat payudara saat menyusui
  • Menggunakan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyerinya
  • Menggunakan kedua payudara untuk menyusui
  • Menggunakan pompa ASI saat sedang tidak menyusui bayi

Jika berbagai cara di atas tidak mampu menangani pembengkakan payudara saat menyusui, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Saluran ASI tersumbat

Kelenjar ASI pada payudara terbagi menjadi beberapa bagian. Saluran ASI bisa tersumbat jika ada bagian yang tidak terisap dengan baik oleh bayi. Salah satu gejala saluran ASI tersumbat adalah munculnya benjolan kecil di payudara dan nyeri.

Untuk menangani saluran ASI tersumbat, Anda dapat mencoba beberapa hal ini:

  • Menggunakan pakaian dan bra yang lebih longgar agar aliran ASI lebih lancar
  • Lebih sering menyusui dari payudara yang saluran ASI-nya tersumbat
  • Mandi dengan air hangat untuk merangsang aliran ASI
  • Memijat payudara ke arah puting saat sedang menyusui bayi.

Saluran ASI yang tersumbat harus segera ditangani untuk menghindari komplikasi yang berbahaya seperti mastitis.

3. Mastitis

Mastitis atau peradangan payudara dapat terjadi saat saluran ASI yang tersumbat tidak segera ditangani. Selain payudara nyeri, kondisi ini juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami gejala seperti flu.

Selain itu, mastitis dapat mengundang gejala-gejala lain, seperti payudara terasa panas, bercak merah pada kulit yang sakit jika disentuh, tidak enak badan, kelelahan, dan demam tinggi.

Mastitis dapat ditangani dengan beberapa tips ini:

  • Lebih rutin menyusui bayi
  • Biarkan bayi menyusu dari payudara yang terkena mastitis
  • Jika payudara masih terasa penuh setelah menyusui, gunakan pompa ASI atau pijatlah payudara untuk mengeluarkan ASI
  • Mandi dengan air hangat untuk melancarkan aliran ASI
  • Tidur yang cukup
  • Mengonsumsi parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan rasa nyerinya.

Jika mastitis tidak kunjung membaik setelah 12-24 jam, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

4. Abses payudara

Payudara nyeri saat menyusui dapat disebabkan oleh abses payudara
Payudara nyeri saat menyusui dapat disebabkan oleh abses payudara

Meski jarang terjadi, mastitis yang tidak ditangani dapat mengundang abses payudara. Abses payudara adalah munculnya benjolan berisi nanah di bagian payudara.

Keberadaan benjolan berisi nanah ini dapat membuat busui tidak nyaman. Terlebih lagi, Anda juga bisa merasakan nyeri jika benjolannya disentuh. Salah satu cara untuk mencegah abses payudara adalah tidak menunda pengobatan mastitis.

Dalam beberapa kasus, benjolan abses payudara dapat pecah dengan sendirinya. Namun, ada kalanya dokter akan merekomendasikan prosedur operasi untuk mengeluarkan nanah dari benjolan itu.

5. Puting pecah-pecah

Payudara nyeri saat menyusui juga bisa diakibatkan oleh kulit puting yang pecah-pecah, terutama saat diisap oleh Si Kecil. Kondisi ini bisa terjadi jika bayi tidak mengisap puting dengan benar atau tidak berada dalam posisi yang benar saat menyusui.

Dalam beberapa hari, biasanya puting pecah-pecah dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa hal di bawah ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi puting pecah-pecah:

  • Pastikan bahwa bayi telah diposisikan dengan benar saat menyusui
  • Setelah menyusui, pastikan puting telah mengering dari air liur bayi
  • Lumasi puting dengan ASI.

Namun, jika dalam beberapa hari puting tidak kunjung membaik, konsultasikan masalah ini pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Infeksi jamur

Infeksi jamur candida di payudara juga bisa menyebabkan payudara nyeri saat menyusui. Jika bayi mengisap puting yang sudah terdampak infeksi jamur tersebut, maka ia juga bisa mengidap infeksi jamur di mulutnya.

Infeksi jamur dapat terjadi saat jamur candida masuk ke dalam puting yang pecah-pecah. Gejala utamanya adalah rasa nyeri yang bisa bertahan lama setelah menyusui bayi.

Jika memang payudara Anda mengidap infeksi jamur candida, Anda juga harus memeriksa mulut bayi ke dokter. Jika ada bintik putih di lidah, gusi atau bibir, bisa jadi anak Anda juga mengidapnya.

Untuk mencegah infeksi jamur di payudara, lakukan beberapa tips ini:

  • Selalu cuci tangan setelah mengganti popok bayi
  • Cuci bra menyusui dengan air panas
  • Gunakan handuk yang bersih agar infeksinya tidak menular.

Dokter biasanya akan meresepkan obat berbentuk krim yang bisa dioleskan ke puting setelah Anda menyusui bayi.

7. Tongue tie

Payudara nyeri saat menyusui dapat terjadi jika bayi tongue tie
Kalau bayi mengalami tongue tie, payudara bisa terasa sakit saat menyusui

Tongue tie adalah kondisi medis yang menyebabkan lidah bayi tidak bisa bergerak dengan leluasa akibat frenulum yang terlalu pendek. Jika bayi Anda mengidap tongue tie, payudara bisa terasa sakit saat sedang menyusui.

Untuk mengatasi tongue tie, dibutuhkan prosedur operasi frenektomi untuk melepaskan frenulum lingual sehingga lidah bayi dapat bergerak dengan leluasa.

Frenektomi termasuk dalam operasi yang sederhana dan biasanya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja untuk melakukannya. Efek samping dari frenektomi adalah perdarahan ringan.

Sebuah studi juga membuktikan, prosedur frenektomi dapat mempermudah bayi untuk menyusui sehingga rasa nyeri pada payudara bisa diatasi.

8. Tumbuhnya gigi bayi

Saat gigi bayi sudah mulai tumbuh, bayi bisa saja menggigit puting busui sehingga menimbulkan rasa nyeri atau bahkan luka.

Untuk mengatasinya, posisikan bayi dengan baik dan benar saat menyusui. Dengan begitu, lidah bayi akan berada di antara gigi bawah dan puting Anda sehingga ia tidak bisa menggigit puting.

Baca Juga

  • Terdeteksi Sejak Baru Lahir, Apa Itu Phocomelia pada Bayi?
  • Mikrosefalus dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Tumbuh Kembang Anak
  • Tips Mencukur Rambut Bayi Pertama Kalinya dengan Benar dan Aman

Jika Anda ingin bertanya lebih jauh mengenai masalah yang sering muncul saat menyusui, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

bayi & menyusuipayudaraabses payudara

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved