Radang tenggorokan sering kali disebut dengan istilah panas dalam.
Panas dalam dapat disebabkan oleh makanan atau kondisi tertentu

Bagi orang Indonesia, panas dalam bukanlah penyakit yang asing, bahkan obat panas dalam dijual bebas dalam berbagai bentuk serta merek. Banyak hal dikaitkan sebagai penyebab panas dalam ini, misalnya mengonsumsi makanan yang berlemak sehingga mengakibatkan tenggorokan terasa perih atau panas.

Sebetulnya, istilah penyakit panas dalam tidak dikenal dalam dunia medis, namun ada dalam filosofi pengobatan Tiongkok. Panas dalam digambarkan sebagai karakteristik makanan tertentu yang memiliki efek menghangatkan tubuh serta membuat sirkulasi darah lebih lancar.

Ketika makanan ini dikonsumsi berlebihan, bukan rasa hangat yang Anda rasakan, melainkan panas. Tak jarang, Anda juga akan merasakan gejala penyakit, seperti demam, radang tenggorokan, sariawan, jerawat, haus berlebihan, maupun bercak merah pada kulit.

Apa saja yang dapat menjadi penyebab panas dalam?

Dalam filosofi pengobatan Tiongkok, penyebab panas dalam adalah makanan yang tinggi kalori atau diolah dengan cara memasak menggunakan suhu tinggi. Makanan yang dimaksud, di antaranya adalah: daging merah, gorengan, durian, cokelat, makanan pedas, hingga makanan yang kaya akan lemak seperti kari atau rendang.

Namun secara medis, penyebab panas dalam ini tentu tergantung gejala yang Anda rasakan. Berikut adalah beberapa penyakit yang biasanya digambarkan dengan panas dalam serta penyebabnya:

  • Radang tenggorokan

    Radang tenggorokan adalah penyakit yang membuat tenggorokan Anda terasa gatal, panas, kering, sakit, atau iritasi sehingga Anda akan kesakitan ketika menelan atau berbicara. Sebagian besar disebabkan oleh virus, tapi bisa juga terjadi karena infeksi bakteri.
  • Sariawan

    Sariawan merupakan luka di dalam mulut (misalnya gusi atau lidah) yang berwarna putih dengan sekelilingnya berwarna merah dan terasa sakit. Penyebab panas dalam ini, yaitu gusi atau lidah tidak sengaja tergigit, faktor hormonal, stres, hingga sensitivitas terhadap makanan tertentu (misalnya makanan pedas dan berminyak).
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)

    GERD adalah naiknya asam lambung ke tenggorokan yang bisa sampai mengakibatkan dada Anda terasa seperti terbakar (heartburn). Penyebab panas dalam yang satu ini adalah gaya hidup (merokok atau konsumsi alkohol), serta makanan yang berminyak, pedas, maupun minuman seperti kopi.

Apakah perlu mengonsumsi obat panas dalam?

Seperti disinggung di atas, obat panas dalam bisa Anda dapatkan bahkan di warung dekat rumah. Namun, terdapat cara tradisional untuk meredakan kondisi yang membuat Anda tidak nyaman ini, yaitu mengonsumsi makanan yang bersifat mendinginkan, dan dipercaya dapat meredakan panas dalam serta menghilangkan racun di dalam tubuh.

Makanan yang bersifat dingin terhadap tubuh ini biasanya rendah kalori, tidak diolah atau dimasak, serta memiliki rasa yang menyegarkan. Contoh makanan yang termasuk obat panas dalam ini, yaitu teh hijau, salad, manggis, dan semangka.

Dari segi kesehatan, penyebab panas dalam di atas pun dapat diredakan hanya dengan perawatan sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah. Untuk menyembuhkan radang tenggorokan karena infeksi virus, misalnya, Anda cukup lebih banyak mengonsumsi air putih hangat, bisa juga berupa teh yang ditambahkan madu atau sari lemon.

Sementara itu, sariawan biasanya bisa hilang dengan sendirinya dalam satu atau dua minggu. Namun untuk sariawan dalam jumlah banyak atau berukuran besar, Anda bisa menggunakan obat panas dalam khusus sariawan yang mengandung steroid dexamethasone untuk mengurangi nyeri dan peradangan.

Terakhir, bagi penderita GERD, dokter akan merekomendasikan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, selain juga memberi obat pereda nyeri akibat asam lambung. Hindari makanan yang dapat menaikkan asam lambung, seperti cokelat, peppermint, gorengan, junk food, hingga minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

Health Hub Singapore. https://www.healthhub.sg/live-healthy/800/Heaty-and-cooling-09Nov2015-NHG
Diakses pada 25 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sore-throat
Diakses pada 25 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed