Identifikasi Penyebab Ngantuk Berlebih di Pagi Hari dengan Cara Ini

Penyebab ngantuk di pagi hari dapat disebabkan oleh gangguan tidur.
Rasa kantuk di pagi hari yang sering berulang bisa menandakan adanya gangguan tidur.

Rasa kantuk ketika bangun di pagi hari dapat dirasakan oleh siapa saja dan ternyata sering terjadi. Menurut sebuah studi, setidaknya 43% orang dewasa merasa mengantuk di pagi dan siang hari, yang mengganggu aktivitas sehari-hari. 1 dari 5 orang dewasa mengalaminya setidaknya beberapa hari dalam satu minggu.

Rasa kantuk berlebih di pagi atau siang hari dapat disebabkan oleh kebiasaan tidur yang kurang baik, atau kurang tidur karena terpaksa begadang akibat pekerjaan atau situasi tertentu. Tapi jika Anda merasa tidur di malam hari sudah cukup, sementara rasa kantuk masih sering dirasakan setelahnya, mungkin saja ini adalah tanda penyakit yang lebih serius. Salah satu kemungkinan penyebab ngantuk di pagi hari atau siang adalah narkolepsi, penyakit gangguan tidur yang terjadi pada 1 dari 2.000 orang.

Mungkin Anda merasa ragu apakah rasa kantuk yang Anda rasakan itu normal atau tidak. Untuk mengidentifikasi masalah tersebut, cobalah untuk menjawab pertanyaan berikut:

  • Apakah rasa kantuk berlebih dirasakan terus-menerus?
  • Jika Anda sudah tidur cukup di akhir minggu atau ketika libur, apakah Anda masih tertidur saat sedang tidak melakukan aktivitas?
  • Apakah Anda merasa sudah tidur cukup, tapi masih merasa lelah sepanjang hari?
  • Apakah Anda jatuh tertidur dalam situasi yang tidak pantas?

Jika ada jawaban ya pada satu pertanyaan di atas, kemungkinan Anda mengalami gangguan tidur.

Mengidentifikasi Gangguan Tidur dengan Epworth Sleepiness Scale

Sebagai skrining awal, Anda juga dapat mencoba untuk mengisi kuesioner yang dirancang khusus untuk mengetahui ada tidaknya gangguan tidur. Epworth Sleepiness Scale (ESS) adalah kuesioner yang dikembangkan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami kantuk berlebih di siang hari (excessive daytime sleepiness).

Kuesioner ini terdiri dari delapan situasi yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Responden diminta untuk memberi skor pada masing-masing situasi, seberapa mungkin responden untuk jatuh tertidur saat menghadapi situasi tersebut.

Situasi-situasi yang masuk dalam Epworth Sleepiness Scale, yaitu:

  1. Duduk dan membaca
  2. Menonton televisi
  3. Duduk, tidak beraktivitas, di tempat umum (misalnya bioskop atau saat rapat)
  4. Sebagai penumpang di dalam mobil, selama 1 jam nonstop
  5. Berbaring untuk beristirahat di siang hari jika memungkinkan
  6. Duduk dan berbicara dengan orang lain
  7. Duduk diam setelah makan siang, tanpa konsumsi alkohol
  8. Di dalam mobil, saat berhenti beberapa menit di lampu merah/kemacetan

Responden dapat memberikan respons berupa skor 0-3, dengan keterangan sebagai berikut:

  • Skor 0 untuk tidak mungkin jatuh tertidur
  • Skor 1 untuk kecil kemungkinannya untuk jatuh tertidur
  • Skor 2 untuk mungkin jatuh tertidur
  • Skor 3 untuk hampir pasti jatuh tertidur

Setelah semua situasi dinilai, skor akan dijumlahkan. Berikut adalah interpretasi jumlah skor dari kuisioner di atas:

  • 0-10 (Normal pada orang dewasa yang sehat)
  • 11-14 (Kantuk berlebih ringan)
  • 15-18 (Kantuk berlebih sedang)
  • >18 (Kantuk berlebih berat)

Pertimbangkan untuk berkonsultasi ke dokter jika Anda mendapatkan skor 11 atau lebih untuk mencari tahu penyebab kantuk berlebih.

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sederhana, atau dengan mengisi Epworth Sleepiness Scale, Anda dapat memperoleh gambaran mengenai rasa kantuk berlebih yang Anda rasakan normal atau tidak. Jika ternyata Anda mengalami gangguan tidur, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Harvard Medical School. http://healthysleep.med.harvard.edu/narcolepsy/diagnosing-narcolepsy/epworth-sleepiness-scale
Diakses pada Mei 2019

Guilleminault C, Brooks SN. Excessive daytime sleepiness: a challenge for the practising neurologist. Brain. 2001;124(8):1482-91. https://academic.oup.com/brain/article/124/8/1482/479942
Diakses pada Mei 2019

Epworth Sleepiness Scale.
https://epworthsleepinessscale.com/about-the-ess/
Diakses pada Mei 2019

Harvard Medical School. http://dev.healthysleep.med.harvard.edu/narcolepsy/diagnosing-narcolepsy/narcolepsy-self-evaluation
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed