Penyebab Nail Pitting yang Membuat Kuku Tidak Rata dan Pucat


Idealnya, kuku yang sehat akan tampak berwarna merah muda dengan permukaan rata. Namun ketika terjadi nail pitting, permukaannya menjadi tidak rata. Pertumbuhan kuku pun tidak normal sebagaimana mestinya, dengan warna pucat atau bahkan gelap.

0,0
09 Sep 2021|Azelia Trifiana
Pertumbuhan kuku tak sehatPertumbuhan kuku tak sehat
Idealnya, kuku yang sehat akan tampak berwarna merah muda dengan permukaan rata. Namun ketika terjadi nail pitting, permukaannya menjadi tidak rata. Pertumbuhan kuku pun tidak normal sebagaimana mestinya, dengan warna pucat atau bahkan gelap.Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya nail pitting. Salah satu yang paling sering, umumnya berkaitan dengan psoriasis pada kuku.

Mengenali kondisi nail pitting

Kondisi nail pitting bisa terjadi di jari tangan maupun kaki. Ada banyak ciri-cirinya, seperti:
  • Muncul bintik berwarna putih di kuku
  • Lebam di kuku
  • Perubahan bentuk kuku
  • Kuku menebal
  • Perubahan warna kuku
Pada kondisi lebih parah, penderita psoriasis kuku juga bisa mengalami kukunya terlepas dari bantalannya. Istilah medis untuk kondisi ini adalah onycholysis. Bahkan jika lebih parah lagi, penyakit ini bisa menyebabkan kuku patah dan hancur.Ada kalanya, penyakit psoriasis kuku juga disertai dengan gejala lainnya seperti:
  • Kulit merah dan pecah-pecah
  • Kulit kering dan mudah berdarah
  • Sensasi gatal
  • Sensasi terbakar
  • Persendian kaku atau bengkak

Apa penyebabnya?

Setidaknya 50% orang yang menderita psoriasis akan mengalami perubahan pula pada kukunya. Terlebih, nail pitting kerap terjadi pada penderita psoriatic arthritis. Lebih jauh lagi, orang berusia di atas 40 tahun juga lebih rentan mengalaminya.Secara umum, studi di Indian Journal of Dermatology menemukan keterkaitan antara nail pitting dan seberapa parah psoriasis yang diderita seseorang. Hasil dari studi itu, sebanyak 34,2% pasien psoriasis ringan juga menderita nail pitting.Bahkan pada orang dengan kasus psoriasis lebih parah dan kronis, kondisi nail pitting dialami 47,6% pasien.Selain beberapa faktor risiko di atas, ada juga penyebab lain terjadinya nail pitting yang tidak berkaitan dengan psoriasis. Contohnya adalah:
  • Gangguan jaringan ikat seperti sindrom Reiter dan osteoarthritis
  • Penyakit autoimun seperti alopecia areata, sarkoidosis, dan pemphigus vulgaris
  • Gangguan genetik pada rambut, kulit, kuku, gigi, dan sistem saraf (incontinentia pigmenti)
  • Dermatitis atopik
  • Dermatitis kontak

Diagnosis dan cara penanganan

Ketika mendapati gejala nail pitting, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis sebelumnya. Pastikan untuk menyampaikan seluruh gejala yang dirasakan.Selain itu, dokter juga mungkin melakukan biopsi, yaitu mengambil sedikit sampel di kuku atau kulit. Kemudian, sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop untuk menjadi panduan diagnosis.Lalu, cara penanganan ini yang bisa menjadi rumit. Sebab, obat yang diaplikasikan dengan cara topikal atau oles tidak bisa masuk ke bantalan kuku. Itulah sebabnya, dokter mungkin menyarankan suntikan kortikosteroid ke bantalan kuku.Lebih jauh lagi, ada juga opsi penanganan dengan cara terapi sinar atau fototerapi pada kuku yang terkena nail pitting. Beberapa dokter juga mungkin merekomendasikan suplemen vitamin D3.Perlu diingat bahwa penanganan nail pitting adalah proses yang berlangsung lama. Hasilnya pun belum tentu optimal.Pada kasus yang lebih langka, mungkin juga dilakukan operasi untuk mengangkat kuku. Dengan demikian, jaringan kuku bisa tumbuh kembali.

Bisakah diobati?

Mengingat proses penanganan nail pitting adalah proses yang lama, terkadang penanganan tidaklah efektif. Apabila telah diketahui apa pemicu nail pitting seperti trauma pada tangan dan kaki, sebisa mungkin sebaiknya dihindari.Sementara bagi pasien yang mengalami nail pitting akibat psoriasis, ini adalah kondisi kronis dan pengobatannya sesuai dengan kondisi kulit psoriasisnya. Kerap kali, gejalanya kambuh pada waktu tak terduga karena sebab yang berbeda-beda pula.Setidaknya untuk mencegah masalah pada kuku, kurangi risikonya dengan melakukan hal-hal seperti:
  • Cukup minum cairan
  • Makan bergizi
  • Mengonsumsi zinc
  • Mengonsumsi vitamin B
  • Memakai sarung tangan apabila sensitif dengan produk pembersih
  • Tidak melakukan manicure karena bisa menimbulkan trauma
  • Memakai pelembap di tangan, kaki, dan kuku
  • Jaga kuku agar tidak terlalu panjang

Catatan dari SehatQ

Kuku adalah organ tubuh yang bisa memberi sinyal kondisi kesehatan orang yang memilikinya. Termasuk ketika terjadi nail pitting, ini bisa jadi berkaitan dengan penyakit psoriasis. Oleh sebab itu, ada baiknya memeriksakan ke dokter demi tahu diagnosis pasti.Mengingat proses pengobatan nail pitting cukup lama, perlu dipertimbangkan pula kondisi psikologis pasien. Apabila perlu berbicara dengan konselor profesional, bisa menjadi pertimbangan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala nail pitting, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kulit dan kecantikankukujamur kuku
Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/nail-pitting#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 27 Agustus 2021
Indian Journal of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3726881/
Diakses pada 27 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319321
Diakses pada 27 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait