Muntah Darah Saat Hamil? Simak Penyebab dan Bahayanya

Muntah saat hamil dan morning sickness
Muntah darah saat hamil perlu mendapat perhatian khusus

Perjalanan layaknya Roller Coaster bisa jadi dialami seorang ibu yang tengah mengandung. Mulai dari yang landai dan tidak merasakan apapun, mual berkepanjangan, hingga yang membuat panik seperti muntah darah saat hamil.

Muntah dan mual mungkin jadi makanan sehari-hari bagi seorang ibu hamil. Ada yang langsung muntah ketika terbangun di pagi hari, di sela aktivitas, atau ketika malam tiba.

Semua itu normal. Morning Sickness adalah bagian konsekuensi perubahan hormon estrogen dan progesteron selama hamil. Tujuh dari sepuluh ibu hamil akan merasakan mual dan muntah.

Namun lagi-lagi, bisa menjadi tidak normal ketika yang terjadi adalah muntah darah saat hamil.

[[artikel-terkait]]

Wajarkah muntah darah saat hamil?

Sayangnya, muntah darah saat hamil bukan hal yang wajar layaknya Morning Sickness. Ibu hamil yang mengalami muntah darah perlu segera memeriksakan diri untuk mengetahui apa penyebabnya.

Secara medis, muntah darah – tidak hanya saat hamil saja – disebut dengan Hematemesis. Bagi yang mengalaminya, muntahnya mengandung darah berwarna merah terang dengan tekstur seperti bubuk kopi.

Muntah darah pada ibu hamil biasanya terjadi akibat adanya luka di daerah esofagus dan perdarahan di saluran pencernaan atas yang muncul akibat kejadian muntah sebelumnya.

Bagaimanapun, meski muntah darah ini tidak wajar, tidak selalu berarti berbahaya.

Apa penyebab muntah darah saat hamil?

Penyebab muntah darah saat hamil tidak bisa digeneralisir. Terlebih bagi seorang ibu hamil, ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi tubuhnya.

Kondisi medis yang erat kaitannya dengan hematemesis adalah penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) akibat peningkatan asam lambung.

Jika seseorang yang tengah hamil memang telah memiliki bawaan GERD, muntah darah saat hamil bisa terjadi.

Secara garis besar, penyebabnya bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Peradangan di kerongkongan

Muntah dengan frekuensi sangat sering dalam sehari bisa membuat esofagus atau kerongkongan tergores. Artinya, pembuluh darah kecil di kerongkongan melebar dan rentan pecah hingga menyebabkan pendarahan.

  • Gastritis dan GERD

Muntah darah saat hamil juga bisa terjadi apabila lapisan lambung mengalami peradangan atau gastritis. Penyebab gastritis pun beragam, mulai dari stres, kebiasaan merokok, minum alkohol, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori.

GERD bisa menjadi pemicu muntah darah saat hamil. Biasanya, gejala yang dirasakan adalah rasa perih di dada dan ulu hati karena asam lambung naik hingga ke kerongkongan.

GERD dilaporkan terjadi pada 80% kehamilan akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Saat hormon tidak stabil, kemampuan mengosongkan lambung juga makin lama dan meningkatkan risiko GERD.

  • Makan berlebihan

Pada trimester kedua kehamilan, mengonsumsi makanan yang sulit dicerna seperti gorengan atau makanan pedas bisa berdampak memicu muntah darah. Apa sebabnya? Uterus yang membesar akan menekan dan menggeser organ dalam.

  • Dehidrasi

Dehidrasi benar-benar tak boleh disepelekan. Pada ibu hamil, muntah darah bisa terjadi saat tubuh kekurangan cairan. Ini adalah konsekuensi keluarnya darah dengan pigmen dari hati dan kantung empedu.

  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi)

Kehamilan biasanya menyebabkan hipotensi atau tekanan darah rendah, namun jika seseorang menderita hipertensi, hal ini bisa menyebabkan muntah darah, meskipun jarang terjadi. Maka dari itu, dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk lebih banyak beristirahat dan menjaga suasana hati tetap senang dan damai – mengingat stres dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan kemudian menyebabkan muntah darah.

  • Keracunan makanan

Keracunan makanan tentu akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Makan makanan basi atau makanan beracun dapat menyebabkan kehamilan berada dalam bahaya. Pastikan ibu hamil selalu makan makanan higienis dan selalu mencuci sayuran dan buah sebelum dikonumsi. Jauhi makanan yang dapat menyebabkan alergi dan komplikasi lain.

  • Konsumsi obat

Mengonsumsi obat over-the-counter (OTC) seperti aspirin dan ibuprofen dapat menyebabkan iritasi dan perdarahan di lambung. Ada beberapa jenis obat yang bekerja dengan mengurangi produksi mukus dan akhirnya mengiritasi lapisan lambung

  • Sirosis

Minum alkohol berlebih atau penyakit autoimun seperti hemokromatosis (penyerapan besi dalam jumlah berlebih dalam darah) dapat menyebabkan sirosis. Sirosis sendiri dapat menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga membuatnya pecah. Maka dari itu, penderita sirosis biasanya akan banyak mengalami muntah darah.

Bahayakah pada janin?

Fokus perhatian seorang ibu hamil saat hal tak terduga seperti muntah darah tentu pada janin yang dikandungnya. Kabar baiknya, muntah darah saat hamil bukan hal yang membahayakan janin.

Tentu rasanya akan tidak nyaman bagi sang ibu ketika kerap mengalami muntah hingga berdarah. Namun jika tidak ada keluhan lainnya, tak perlu panik.

Janin akan tetap tumbuh dengan baik selama muntah darah hanya terjadi sekali. Jika terjadi terus menerus, segera periksakan ke dokter kandungan terpercaya anda.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2821234/
Diakses 15 Mei 2019

Mother How. https://motherhow.com/throwing-up-blood-while-pregnant/
Diakses 15 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/314031.php
Diakses 15 Mei 2019

The Bump. https://www.thebump.com/a/vomiting-during-pregnancy
Diakses 15 Mei 2019

Parents. https://www.parents.com/advice/pregnancy-birth/pregnancy-complications/im-seeing-blood-while-vomiting-is-that-normal/
Diakses 15 Mei 2019

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/complications/im-seeing-blood-while-vomiting-is-that-normal/
Diakses 20 Maret 2020

Artikel Terkait