logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Penyebab Munculnya Skin Tag dan Cara Menghilangkannya

open-summary

Skin tag adalah tumbuhnya daging berukuran kecil di permukaan kulit. Umumnya skin tag menyerang orang berusia di atas 50 tahun, namun juga bisa terjadi pada ibu hamil. Cara menghilangkan skin tag salah dapat secara alami maupun medis.


close-summary

22 Jan 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Munculnya skin tag bisa jadi pertanda tingginya gula darah

Munculnya skin tag bisa jadi pertanda tingginya gula darah

Table of Content

  • Mengenali skin tag pada kulit
  • Penyebab munculnya skin tag
  • Cara menghilangkan skin tag
  • Catatan dari SehatQ

Apa itu skin tag? Skin tag adalah tumbuhnya daging berukuran kecil di permukaan kulit. Biasanya, ini umum dimiliki perempuan dan laki-laki terutama ketika usianya sudah di atas 50 tahun. Daging ini tidak bersifat kanker dan menimbulkan rasa nyeri.

Advertisement

Daging ini terdiri dari pembuluh darah dan kolagen yang terbungkus lapisan kulit terluar. Ada banyak faktor penyebab skin tag, mulai dari gesekan lipatan kulit hingga virus HPV.

Baca Juga

  • Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 yang Perlu Anda Waspadai
  • Kandidiasis Vagina Penyebab Iritasi Vagina, Benarkah Demikian?
  • 5 Langkah Aman dan Mudah Facial di Rumah

Mengenali skin tag pada kulit

Cara termudah untuk membedakan skin tag dengan daging tumbuh lainnya adalah melihat bagian yang menghubungkan dengan kulit. Tidak seperti tahi lalat, skin tag memiliki semacam “gagang” tipis berupa kulit.

Selain itu, sebagian besar skin tag berukuran sangat kecil, tidak sampai 2 milimeter. Namun kadang, ada pula yang bisa tumbuh besar hingga beberapa centimeter. Ketika disentuh terasa lembut. Bentuknya pun beragam. Ada yang bulat, keriput, atau tidak simetris.

Untuk warna, ada skin tag yang tidak berbeda dengan warna kulit sekitarnya. Jika mengalami hiperpigmentasi, warnanya bisa lebih gelap. Ketika tanpa sengaja terpelintir, warnanya bisa menjadi gelap karena terbatasnya aliran darah.

Penyebab munculnya skin tag

Tidak jelas betul apa yang memicu munculnya skin tag. Biasanya, daging ini lebih sering tampak di lipatan-lipatan seperti:

  • Ketiak
  • Paha dalam
  • Paha
  • Kelopak mata
  • Leher
  • Di bawah payudara

Beberapa hal yang bisa memicu munculnya skin tag di antaranya:

1. Virus

Menurut studi pada tahun 2008, human papillomavirus atau HPV bisa menjadi faktor pemicu tumbuhnya skin tag. Dalam studi itu, dianalisis 37 skin tag dari berbagai bagian tubuh. Hasilnya, ada DNA virus ini pada 50% sampel yang diteliti.

2. Resistansi insulin

Kondisi resistansi insulin juga bisa memicu munculnya skin tag. Alasannya karena orang dengan kondisi resistansi insulin tidak bisa menyerap glukosa secara efektif dari aliran darah.

Bahkan, memiliki banyak skin tag bisa menjadi indikator seseorang menderita diabetes tipe 2. Tak hanya itu, ini juga kerap dikaitkan dengan tingginya indeks massa tubuh dan kadar trigliserida yang tinggi.

3. Kehamilan

Ibu yang tengah mengandung juga bisa memiliki skin tag karena bertambahnya berat badan. Selain itu, faktor hormon yang fluktuatif juga turut berperan.

Pada kasus yang lebih langka, munculnya skin tag pada ibu hamil bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon atau gangguan kelenjar endokrin.

4. Gesekan

Mengingat skin tag kerap tumbuh di bagian tubuh yang terdapat lipatan, artinya gesekan terus menerus juga berperan. Ditambah lagi apabila bagian lipatan ini berkeringat, maka kemungkinan muncul kulit tambahan ini kian besar.

Itu pula yang menyebabkan orang dengan kondisi berat badan berlebih atau obesitas juga berisiko lebih besar memiliki skin tag. Ketika berat badan sudah turun pun, bukan berarti akan membuat daging tumbuh ini hilang. Hanya saja, risiko memilikinya berkurang.

Cara menghilangkan skin tag

kulit pisang
Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk melepas skin tag

Mengingat sifatnya tidak berbahaya, sebenarnya tidak perlu perawatan khusus untuk menanganinya. Namun jika ingin menghilangkannya sendiri, bisa dilakukan dengan cara-cara seperti menggunakan:

1. Tea tree oil

Mengatasi skin tag pada ibu hamil dapat menggunakan tea tree oil. Tea tree oil mengandung fungsi antivirus dan antijamur yang aman diaplikasikan ke kulit. Caranya dengan mencuci bersih area kulit, kemudian aplikasikan dan pijat perlahan dengan tea tree oil. Lalu tutup dengan perban semalaman. Lakukan beberap kali hingga skin tag mengering dan lepas.

2. Kulit pisang

Ketimbang langsung membuang kulit pisang, coba gunakan untuk mengeringkan skin tag. Caranya adalah dengan menempelkan pada area kulit kemudian tutup dengan perban. Diamkan semalaman hingga skin tag lepas.

3. Cuka apel

Cara melakukannya adalah dengan merendam kapas di cairan cuka apel, kemudian gosokkan ke skin tag. Setelah itu, bungkus dengan perban selama 15-30 menit dan bilas hingga bersih. Ulangi setiap hari selama beberapa minggu. Kandungan asam dari cuka apel dapat membantunya terlepas.

4. Bawang putih

Bawang putih bisa membantu meredakan peradangan pada kulit. Caranya bisa dengan mengaplikasikan bawang putih yang sudah dihancurkan di atas skin tag, kemudian tutupi dengan perban semalaman. Pagi harinya, bilas hingga bersih dan terlepas.

Beberapa cara di atas aman dan bisa jadi efektif, namun tentu reaksinya bisa berbeda antara satu orang dan lainnya. Agar lebih aman, pastikan tidak ada reaksi alergi dengan melakukan tes terlebih dahulu.

5. Penanganan medis

Sementara untuk penanganan secara medis, dokter bisa melakukan beberapa cara seperti:

  • Cryotherapy: membekukan skin tag dengan nitrogen cair
  • Operasi: mengangkat skin tag dengan gunting atau alat bedah
  • Electrosurgery: membakar area skin tag dengan energi elektrik berfrekuensi tinggi
  • Ligasi: mengikat dengan benang medis agar aliran darahnya terhenti

Jika hanya bagian kecil yang dihilangkan, dokter hanya akan memberikan bius lokal. Langkah manapun yang dilakukan untuk menghilangkan skin tag, pastikan selalu bersih dan higienis agar tidak menimbulkan infeksi.

Beberapa skin tag juga bisa tidak langsung hilang hanya dengan satu kali percobaan. Apabila sudah tidak mendapat aliran darah, perlu waktu sekitar beberapa minggu hingga mengering dan lepas dengan sendirinya.

Catatan dari SehatQ

Waspadalah pada lesi kulit serupa skin tag yang baru muncul namun cepat membesar, terutama pada area tubuh yang sering terpapar sinar ultraviolet. Apabila Anda mengalami gejala tersebut segeralah berkonsultasi dengan dokter kulit Anda untuk mengetahui kelainan yang Anda miliki.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara membedakan skin tag dengan daging tumbuh lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

kesehatan kulitinsulindiabetes melitus tipe 2

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved