logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

13 Penyebab Munculnya Bintik Merah pada Kulit Bayi

open-summary

Bintik merah atau ruam pada kulit bayi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari jerawat hingga gejala meningitis. Cara mengatasi serta perawatannya pun menyesuaikan dengan apa penyebabnya.


close-summary

9 Sep 2019

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Bintik merah atau ruam pada kulit bayi

Bintik merah pada kulit bayi bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti campak dan biang keringat

Table of Content

  • Penyebab bintik merah pada kulit bayi
  • Cara mengatasi bintik merah pada bayi
  • Cara mencegah bintik merah pada bayi
  • Kapan harus menghubungi dokter?

Bintik merah pada kulit bayi tergolong umum terjadi. Penyebab munculnya merah-merah pada kulit bayi ini kebanyakan tidaklah berbahaya, seperti jerawat atau biang keringat.

Advertisement

Namun, pada beberapa kasus, bintik merah atau ruam pada kulit bayi bisa menjadi tanda suatu penyakit serius, seperti campak hingga meningitis.

Maka dari itu, ada baiknya Anda mengenali penyebab pasti dari bintik merah, agar perawatannya tepat dan efektif.

Penyebab bintik merah pada kulit bayi

Mengutip Pregnancy, Birth, & Baby, sebagian besar anak dalam perkembangan bayi bisa mengalami ruam atau bintik merah. Ada yang bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan hingga disertai gejala kondisi kesehatan lainnya.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan timbulnya ruam atau bintik merah pada kulit bayi, seperti:

Jerawat pada bayi dapat muncul dua hingga empat minggu setelah kelahiran
Jerawat pada bayi umumnya muncul di usia 2 hingga 4 minggu

1. Jerawat bayi

Jerawat pada bayi umumnya muncul dua hingga empat minggu setelah bayi abru lahir. Jerawat bisa muncul di pipi, hidung, atau dahi. Hingga saat ini, penyebab jerawat pada bayi belum diketahui.

Umumnya, penyebab bercak merah pada kulit bayi ini dapat hilang dengan sendirinya pada usia tiga hingga empat bulan. Jangan gunakan produk jerawat untuk kulit dewasa, karena kulit bayi masih sangat sensitif.

Orangtua perlu berhati-hati, karena penggunaan sembarang produk bisa menyebabkan iritasi.

2. Eksim

Eksim atau eczema bisa menimbulkan bintik merah pada kulit bayi, yang disertai rasa gatal dan nyeri. Kulit si kecil juga akan terlihat kering. Eksim umumnya muncul saat bayi berusia enam bulan.

Seringkali, eksim terjadi di pipi atau dahi. Seiring bertambahnya usia, kondisi ini dapat juga meluas hingga lutut, siku, dan area lipatan kulit lainnya.

3. Biang keringat

Biang keringat pada bayi bisa terjadi karena keringat tidak bisa keluar dari kulit akibat tersumbatnya pori-pori.

Kondisi ini umumnya muncul di leher, bahu, dada, ketiak, lipatan siku, dan pangkal paha.

Penyebab bercak merah atau ruam pada kulit bayi ini, biasanya terjadi saat cuaca sedang panas.

Sebagai bentuk pencegahan, si kecil bisa menggunakan pakaian yang longgar dan berbahan dingin.

4. Eritema toksikum

Kondisi lain yang bisa menyebabkan munculnya bintik merah pada kulit bayi adalah eritema toksikum.

Meskipun ada unsur “toksik” pada namanya, bukan berarti kondisi ini toksik atau beracun dan berbahaya bagi bayi.

Eritema toksikum dapat muncul di semua bagian kulit tubuh bayi, kecuali telapak kaki dan telapak tangan.

Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari atau minggu.

Campak ditandai dengan bintik merah yang disertai demam, batuk, mata bengkak, dan bercak putih di mulut
Bintik merah akibat campak umumnya muncul di leher dan kepala terlebih dahulu

5. Campak

Campak pada bayi tidak hanya menimbulkan ruam atau merah-merah. Ada juga gejala berupa demam, batuk, mata bengkak, dan munculnya bercak putih di mulut.

Bintik merah akan muncul di kepala dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal.

6. Folikulitis

Folikulitis terjadi saat folikel rambut di bawah kulit terinfeksi. Kondisi ini ditandai dengan kemunculan bintik atau benjolan berwarna merah kecil atau jerawat yang berisi cairan di kulit.

Folikulitis bisa muncul di semua bagian tubuh yang memiliki sel rambut, terutama di kaki, tangan, ketiak, atau bokong.

Pada kebanyakan kasus, folikulitis bisa sembuh dengan sendirinya, dalam waktu kurang lebih 10 hari.

Baca Juga

  • Daftar Imunisasi Bayi Baru Lahir Lengkap dengan Jadwalnya
  • Ingin Rambut Bayi Lebat? Ini Makanan Wajib saat Hamil dan Menyusui
  • 9 Cara Mengencangkan Payudara Setelah Menyusui yang Aman Dilakukan

7. Meningitis

Meningitis atau radang selaput otak adalah suatu infeksi berbahaya yang dapat berkembang dengan cepat.

Salah satu ciri khas yang muncul pada kulit bayi akibat meningitis adalah jika kulit diberi tekanan, ruam atau bintik merahnya tidak memudar.

Meningitis tidak selalu menimbulkan bintik merah. Jika bintik tersebut sudah mulai muncul, kemungkinan infeksi yang dialami sudah cukup parah. Untuk itu, Anda perlu segera menghubungi dokter.

8. Ruam popok

Bintik merah atau bercak merah pada kulit bayi lainnya bisa disebabkan oleh ruam popok.

Ruam popok pada bayi tidak hanya dapat muncul di area genital dan bokong, tapi juga pada lipatan paha.

Kluit bayi bisa terasa hangat jika disentuh. Kondisi ini umum terjadi sampai anak berusia satu tahun.

Selain karena kondisi kulit yang lembap, ruam popok juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Cara menghilangkannya bisa menggunakan obat atau salep ruam popok khusus untuk si kecil.  

9. Roseola

Bintik merah pada bayi juga dapat disebabkan oleh roseola. Kondisi ini umumnya diawali dengan munculnya demam, flu, mata bengkak, dan pembengkakan kelenjar di leher.

Demam yang  dapat muncul hingga tiga atau empat hari dan kemudian reda secara tiba-tiba. Saat demam reda, bintik merah pada kulit bayi akan mulai muncul di dada, perut, atau punggung, lalu meluas ke seluruh permukaan tubuh.

10. Rubella

Bintik merah pada wajah bayi dan leher adalah salah satu gejala awal rubella. Bintik kemerahan ini juga bisa membuat kulit terasa lebih kasar.

Pada rubella, bintik yang muncul akan disertai dengan gejala lain seperti demam, hidung berair, mata merah dan bengkak, serta pembengkakan kelenjar.

Scabies atau kudis adalah kondisi kulit seperti bintik merah karena gigitan tungau atau kutu
Scabies disebabkan oleh gigitan tungau

11. Scabies

Scabies adalah kondisi yang muncul akibat gigitan tungau atau kutu di kulit. Ruam akibat scabies rasanya sangat gatal, dan muncul di tangan serta kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

12. Demam scarlet (scarlatina)

Demam scarlet diawali dengan munculnya gejala seperti sakit tenggorokan, pusing, demam, dan mual serta muntah.

Dua hari setelah gejala tersebut muncul, bintik merah akan mulai terlihat di kulit.

Tak hanya demam, kemungkinan kulit si kecil juga akan timbul ruam atau bintik merah yang terlihat sepert terbakar matahari dan terasa kasar. Ruam biasanya dimulai di dada atau perut, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

13. Slapped cheek syndrome

Slapped cheek syndrome atau sindrom pipi tertampar adalah suatu infeksi virus yang membuat bercak-bercak merah muncul di kulit penderitanya, seperti habis ditampar.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak merah terang di pipi. Tanda tersebut tidak disertai rasa sakit atau nyeri, dan akan muncul pada hari keempat atau ke-14 setelah virus mulai menginfeksi.

Cara mengatasi bintik merah pada bayi

Kulit bayi lebih sensitif dan rentan terpapar jika dibandingkan dengan kulit orang dewasa.

Maka dari itu, orangtua perlu menjaga kesehatan kulit dengan cara tertentu, seperti:

  • Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun yang berbahan lembut selama kurang lebih lima menit.
  • Anda juga bisa menggunakan sabun yang sama untuk membersihkan kulit kepalanya.
  • Setelah selesai mandi, keringkan secara perlahan dan oleskan pelembap di kulit bayi.
  • Anda juga dapat mengoleskan krim khusus di area yang akan ditutupi popok, untuk mencegah ruam popok.
  • Menjaga area kulit bayi tetap bersih. Misalnya, rutin mengganti popok agar kulit tidak lembap.

Pilihlah sabun, pelembap, krim, maupun obat bintik merah pada kulit bayi yang berbahan ringan dan lembut.

Hindari produk yang mengandung parfum, karena dapat mengiritasi kulit bayi.

Obat untuk meredakan bintik merah pada bayi

Perawatan untuk kulit bayi yang merah atau timbul bercak akan menyesuaikan dengan penyebab serta tingkat keparahannya. Jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, agar pemberian obatnya tepat.

Berikut adalah beberapa obat ruam atau bintik merah pada kulit bayi yang mungkin akan direkomendasikan dokter, di antaranya adalah:

  • Antihistamin, obat alergi atau epinefrin pen jika penyebab bintik merah adalah alergi. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes alergi.
  • Jerawat akan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada bayi usia di atas 6 minggu harus berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengatasi masalahnya.
  • Losion calamin, pada ruam atau bintik merah yang terjadi akibat cacar air.
  • Antibiotik oral atau losion oles pada bayi yang mengalami impetigo.
  • Krim atau salep khusus untuk mengatasi ruam popok.
  • Bintik merah yang menular disertai demam dan gejala lainnya, mungkin perlu mendapatkan antibiotik atau obat antivirus sesuai rekomendasi dokter.

Cara mencegah bintik merah pada bayi

Terdapat beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk mencegah bintik merah pada bayi, di antaranya:

  • Mengganti popoknya secara teratur.
  • Menjaga kebersihan kulitnya.
  • Menggunakan deterjen yang tidak mengandung iritan saat mencuci baju.
  • Memilih pakaian anak yang breathable.
  • Jangan menggunakan pakaian berlapis-lapis saat cuaca sedang panas.
  • Meperhatikan adanya reaksi setelah memberikannya makanan tertentu.
  • Mengikuti vaksinasi sesuai rekomendasi dokter.
  • Tidak membiarkan orang lain mencium anak sembarangan.
  • Menggunakan losion, sampo, dan sabun khusus untuk bayi.

Kapan harus menghubungi dokter?

Sebagian besar kondisi penyebab ruam atau bintik merah pada kulit bayi tidaklah berbahaya, karena dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya saja, ada beberapa penyebab yang menandakan infeksi atau gangguan kesehatan tertentu.

Untuk itu, Anda sebaiknya segera memeriksakan kondisinya ke dokter, apabila bintik merah pada kulit bayi juga disertai dengan gejala-gejala berikut ini.

  • Demam.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Disertai benjolan-benjolan berisi nanah.
  • Muncul garis-garis merah yang berkembang dari bercak merah di kulit.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Batuk.
  • Lemas.
  • Bintik merah tidak terlihat pudar apabila kulit diberi tekanan.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai ruam atau bercak merah pada kulit bayi? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

ruam popokcampakbiang keringateksim atopikbayi & menyusuipenyakit kulit

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved