Kenali 6 Penyebab Mulit Kering dan Cara Mengatasinya

(0)
11 Apr 2019|Aby Rachman
Penyebab mulut kering pecah-pecahPenyebab mulut kering umumnya merupakan efek samping dari obat atau penyakit tertentu
Air liur yang ada di dalam mulut mengandung bermacam enzim yang membantu melembapkan, membersihkan mulut, dan mencerna makanan. Air liur juga mencegah infeksi dengan mengendalikan jumlah bakteri dan jamur di dalam mulut.Apabila mulut kering terjadi, jumlah air liur akan berkurang drastis, bahkan sampai tidak ada. Keadaan ini tentunya akan membuat mulut akan terasa tidak nyaman dan membuat seseorang rentan terhadap infeksi bakteri serta jamur.Ketahui penyebab mulut kering, yang juga dikenal sebagai xerostomia, beserta gejala-gejalanya dalam pembahasan berikut ini.

Penyebab mulut kering

1. Efek samping dari obat-obatan tertentu 

Mulut kering adalah efek samping umum dari banyak obat resep dan nonresep. Termasuk obat yang digunakan untuk mengobati depresi, nyeri, alergi, pilek (antihistamin & dekongestan), dan masih banyak lagi. Mulut kering juga bisa menjadi efek samping dari pelemas dan penenang otot.

2. Efek samping penyakit dan infeksi tertentu

Mulut kering dapat menjadi efek samping dari kondisi medis, termasuk sindrom Sjögren, HIV/AIDS, penyakit Alzheimer, diabetes, anemia, cystic fibrosis, rheumatoid arthritis, hipertensi, penyakit Parkinson, stroke, dan gondok.

3. Efek samping dari perawatan medis tertentu

Gangguan kelenjar air liur dapat mengurangi jumlah air liur yang dihasilkan. Gangguan ini bisa terjadi akibat perawatan kemoterapi untuk pasien kanker.

4. Kerusakan saraf

Mulut kering dapat merupakan hasil dari kerusakan saraf pada area kepala dan leher akibat cedera atau operasi.

5. Dehidrasi

Kondisi yang menyebabkan dehidrasi, seperti demam, keringat berlebih, muntah, diare, kehilangan darah, dan luka bakar dapat menyebabkan mulut kering.

6. Gaya hidup

Merokok atau mengunyah tembakau dapat memengaruhi seberapa banyak air liur yang dihasilkan tubuh. Selain itu, tidur dengan mulut terbuka juga dapat menjadi penyebab mulut kering.

Apa gejala mulut kering?

Gejala mulut kering yang biasa terjadi, di antaranya:
  • Sensasi rasa lengket dan kering di mulut
  • Sering haus
  • Luka di mulut, luka atau kulit terbelah di sudut mulut, dan bibir pecah-pecah
  • Tenggorokan kering
  • Sensasi terbakar atau kesemutan di mulut dan terutama di lidah
  • Lidah kering, merah, dan mentah
  • Kesulitan mencicipi, berbicara, mengunyah, dan menelan
  • Suara serak, saluran hidung kering, dan sakit tenggorokan
  • Bau mulut
Selain menyebabkan gejala yang disebutkan di atas, mulut kering juga meningkatkan risiko radang gusi (penyakit gusi), kerusakan gigi, dan infeksi mulut, seperti sariawan. Mulut kering juga bisa membuat gigi palsu sulit dipakai.

Cara mengobati mulut kering

Jika Anda merasa mulut kering disebabkan oleh obat tertentu yang Anda pakai, bicarakan dengan dokter. Dokter dapat menyesuaikan dosis yang tepat dan mengurangi gejala mulut kering atau mengalihkan Anda ke obat lain yang tidak menyebabkan mulut kering.Dokter juga dapat meresepkan obat kumur untuk mengembalikan kelembapan mulut. Jika obat ini tidak membantu, dokter mungkin meresepkan obat yang meningkatkan produksi air liur yang disebut Salagen.Tak hanya obat medis, cara alami ini juga bisa Anda coba untuk membantu meringankan gejala mulut kering. Berikut ini cara alami mengatasi mulut kering yang bisa Anda lakukan dari rumah:

1. Perbanyak minum air putih

Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sekaligus menjadi salah satu cara mengatasi mulut kering akibat dehidrasi. Pastikan Anda selalu menyediakan botol minum kemanapun Anda pergi agar mulut tetap lembap di tengah padatnya aktivitas.

2. Mengunyah permen karet

Saat mulu terasa kering, kunyahlah permen karet bebas gula. Cara ini dapat Anda pilih untuk mengatasi mulut kering sekaligus dapat membantu merangsang produksi air liur dan menjaga kelembapan mulut.Anda juga bisa mengisap permen obat batuk, obat tenggorokan, atau permen yang mengandung xylitol karena umumnya produk ini bebas dari kandungan gula yang membantu mengatasi mulut kering.

3. Hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol

Menurut Cleveland Clinic, menahan kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol mungkin akan terasa sulit jika Anda sudah terbiasa. Alkohol dan rokok dapat menambah risiko Anda mengalami dehidrasi karena mulut akan terasa lebih kering. Tak hanya itu saja, alkohol pun juga dapat memicu tubuh menjadi lebih sering buang air kecil.Cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan mengunyah permen karet untuk membantu mengurangi keinginan menghisap rokok atau minum alkohol. 

4. Hindari obat-obatan tertentu

90 persen penyebab mulut kering disebabkan oleh obat-obatan. Beberapa jenis obat yang memiliki efek samping berupa mulut kering adalah:
  • Antihistamin
  • Obat hipertensi
  • Obat-obatan yang mengandung hormon
  • Broncholidator atau obat asma
  • Obat pereda nyeri
Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan resep obat lain yang tidak memberikan efek samping ini.

5. Jaga kebersihan mulut

Jagalah kebersihan juga kesehatan gigi dan mulut dengan baik. Sikat gigi dengan benar dengan menggunakan pasta gigi berfluoride, agar masalah mulut kering dapat segera diatasi.

6. Gunakan humidifier

Udara di dalam kamar umumnya terasa lebih kering karena sirkulasi udara yang kurang baik. Humidifier atau pelembap udara dapat membantu melembapkan udara sekaligus menjaga kebersihannya.Tak hanya itu saja, metode ini juga mampu mengatasi permasalahan mulut kering karena kebiasaan tidur dengan mulut terbuka. Melalui metode ini, mulut Anda akan terasa lebih lembap saat bangun di pagi hari.Jangan lupa untuk selalu menyediakan sebotol air minum di dalam tas agar lebih mudah mengatasi mulut kering setiap saat.
mulut kering
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/dental-health-dry-mouth#1
Diakses pada Januari 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/187640.php
Diakses pada Januari 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/10902-dry-mouth-treatments%20
Diakses pada 29 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait