Hati-hati, Inilah 4 Penyebab Mimisan saat Tidur pada Anak

Udara yang kering dapat menjadi penyebab anak mimisan saat tidur
Jika anak Anda mengalami mimisan saat tidur, segera bangunkan dan lakukan pertolongan pertama.

Mimisan saat tidur merupakan kelainan yang dapat dialami oleh anak berusia 3-10 tahun. Sebagian besar kondisi mimisan yang dialami bukanlah pertanda dari gangguan kesehatan yang serius. Umumnya, mimisan akan berhenti dengan sendirinya dan dapat diatasi dengan penanganan sederhana di rumah.

4 Penyebab anak mimisan saat tidur

Kejadian mimisan saat tidur pada anak-anak bisa dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

1. Udara yang kering

Udara kering menyebabkan kulit menjadi kering, termasuk pada bagian dalam hidung. Hal ini membuat hidung rentan untuk berdarah. Mimisan saat tidur umumnya terjadi saat pergantian cuaca, di mana udara bisa tiba-tiba berubah menjadi kering.

2. Alergi dan flu

Adanya alergi dan flu juga bisa menimbulkan mimisan saat tidur. Infeksi pada saluran pernapasan atas akan meningkatkan produksi lendir dan memicu bersin. Reaksi alergi juga memiliki efek samping yang sama.

Seringnya anak bersin akan menyebabkan iritasi pada hidung. Gejala umumnya akan memberat di malam hari dan meningkatkan risiko untuk memicu mimisan saat tidur. Selain itu, hidung tersumbat yang terjadi mengakibatkan pelebaran pada pembuluh darah sehingga rentan terhadap trauma.

3. Paparan zat kimia

Zat kimia berperan menyebabkan iritasi pada hidung sehingga rentan menyebabkan mimisan, terutama di malam hari. Paparan zat kimia dapat terjadi akibat polusi udara saat berada di jalan raya atau di luar ruangan. Selain itu, paparan asap rokok juga mengakibatkan iritasi pada hidung.

4. Konsumsi obat-obatan dan suplemen

Obat-obatan tertentu berperan menghambat kemampuan pembekuan darah dalam tubuh. Salah satunya obat antiplatelet, seperti aspirin dan klopidogrel, atau antikoagulan. Obat anti-inflamasi nonsteroid juga memiliki efek samping yang membuat penggunanya rentan terhadap perdarahan.

Obat semprotan hidung yang mengandung steroid memiliki efek samping yang mampu menyebabkan mimisan. Obat ini umumnya diresepkan oleh dokter apabila Anda memiliki alergi.

Selain obat, beberapa bahan yang terkandung dalam produk suplemen memiliki efek memperpanjang waktu perdarahan. Hal ini menyebabkan anak lebih rentan mengalami mimisan saat tidur. Bahan-bahan tersebut antara lain ginseng, bawang putih, jahe, ginko biloba, sage merah, dan vitamin E. Selain itu, benturan pada hidung dapat terjadi ketika anak sedang tidur maka, pastikan tidak ada benda keras dan terdapat pembatas pada tempat tidurnya untuk meminimalisir cedera.

[[artikel-terkait]]

Lakukan pertolongan pertama pada anak mimisan

Jangan panik apabila anak mengalami mimisan saat tidur. Cobalah untuk membangunkan anak hingga mereka sepenuhnya sadar. Setelah itu, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Posisikan anak dalam posisi duduk tegak dengan kepala condong ke depan.
  • Hindari untuk memposisikan kepala anak menengadah ke atas. Hal ini dapat menyebabkan darah jatuh ke tenggorokan. Kondisi tersebut akan membuat anak merasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan mereka tersedak, batuk, atau muntah.
  • Lakukan cubitan pada daerah lunak hidung tepat di bawah tulang dengan menggunakan tisu atau kain bersih.
  • Pertahankan tekanan selama minimal 10 menit. Apabila Anda melepaskan cubitan dengan cepat, mimisan dapat terjadi kembali.
  • Buatlah anak menjadi tenang setelah mimisan, dan ajarkan untuk tidak berusaha menghembuskan sisa darah keluar dari hidung ataupun menggosok-gosok hidung mereka.

Segera kunjungi dokter apabila mimisan saat tidur dialami berulang kali atau Anda mencurigai anak memasukkan benda ke dalam hidung. Mimisan juga dapat menjadi pertanda adanya gangguan dalam proses pembekuan darah, jika Anda mudah mengalami perdarahan akibat trauma ringan, seperti gusi berdarah saat menggosok gigi atau mudah mengalami memar.

KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/nose-bleed.html
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322333.php
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed