4 Penyebab Mens Tidak Teratur Setelah Melahirkan

(0)
12 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mens tidak teratur setelah melahirkan dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit.Mens tidak teratur setelah melahirkan? Cobalah atasi dengan berolahraga!
Mens tidak teratur setelah melahirkan merupakan salah satu kondisi yang wajar terjadi pada ibu baru.  Penyebabnya pun beragam, bisa karena berat badan, sedang menyusui bayinya yang baru lahir, atau kondisi medis lainnya.Untuk membantu mengatasi masalah menstruasi ini, tidak ada salahnya untuk mengenal sejumlah penyebab mens tidak teratur setelah melahirkan, supaya Anda tidak panik ketika menghadapinya kelak.

4 penyebab mens tidak teratur setelah melahirkan

Pertama-tama, Anda perlu mengetahui bahwa proses persalinan dapat mengubah jumlah hormon di dalam tubuh wanita. Akibatnya, siklus menstruasi pun menjadi tidak teratur.Selain perubahan jumlah hormon, ada beberapa penyebab mens tidak teratur setelah melahirkan lainnya yang harus Anda waspadai.

1. Berat badan

Wanita yang baru melahirkan cenderung mengalami kenaikan berat badan. Dalam beberapa kasus, ada juga wanita yang berat badannya turun setelah melahirkan.Perubahan berat badan ini ternyata dapat menyebabkan mens tidak teratur setelah melahirkan. Perubahan ini berdampak langsung terhadap jumlah hormon di dalam tubuh wanita. Hasilnya, para ibu baru akan mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

2. Sedang menyusui bayinya

Menyusui bayi yang baru lahir dapat menyebabkan sang ibu mengalami fase mens tidak teratur setelah melahirkan. Sebab, hormon yang mendukung proses menyusui dapat menyebabkan tubuh menunda ovulasi sehingga haid menjadi tidak teratur.Namun, Anda tidak perlu khawatir karena seiring berjalannya waktu, siklus mens akan kembali normal. Yang terpenting, terus berikan ASI pada SI Kecil untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya.Jika memang siklus haid tidak kunjung normal, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter supaya masalah ini bisa segera diatasi.

3. Perubahan jumlah hormon di dalam tubuh

mens tidak teratur setelah melahirkan dapat disebabkan kondisi medis
Mens tidak teratur setelah melahirkan dapat disebabkan perubaha hormon
Selama hamil, jumlah hormon di dalam tubuh wanita akan berubah. Hormon-hormon ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut persalinan dan masa menyusui.Setelah melahirkan, jumlah hormon di dalam tubuh ibu tidak akan kembali normal secara instan. Maka tidak heran kalau wanita bisa mengalami fase mens tidak teratur setelah melahirkan.

4. Kondisi medis

Sejumlah kondisi medis dapat menyebabkan mens tidak teratur setelah melahirkan, di antaranya:
  • Endometriosis (pertumbuhan jaringan dinding rahim di luar rahim)
  • Sindrom ovarium polikistik (gangguan hormon yang menyebabkan ovarium tidak melepas sel telur secara teratur)
  • Hipotiroidisme (kelenjar tiroid tak mampu memproduksi hormon tiroid)
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroksin secara berlebih).
Kondisi medis apa pun yang mengakibatkan terjadinya fluktuasi hormon di tubuh wanita berpotensi menyebabkan mens tidak teratur setelah melahirkan.

Cara mengatasi mens tidak teratur setelah melahirkan

Anda tidak perlu khawatir jika mengalami mens tidak teratur setelah melahirkan. Lakukan cara-cara berikut untuk mengatasi masalah menstruasi yang Anda alami.
  • Rutin berolahraga

Mens tidak teratur setelah melahirkan dapat diatasi dengan rutin berolahraga
Olahragalah untuk atasi mens tidak teratur setelah melahirkan
Berolahraga ringan, seperti joging, yoga, atau jalan kaki, dapat membantu tubuh untuk mengembalikan jumlah hormon yang normal. Selain itu, berolahraga juga bisa membantu para mama untuk meraih berat badan ideal.
  • Pola makan yang sehat

Mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu Anda mendapatkan nutrisi yang hilang selama fase kehamilan.Konsumsi buah atau sayur secara rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Dengan begitu, siklus mens diharapkan akan kembali normal.
  • Hindari stres

Stres sering kali dirasakan oleh para ibu baru. Kondisi ini dapat berdampak pada jumlah hormon di dalam tubuh sehingga mengakibatkan siklus mens yang tak teratur.Cobalah untuk menghindari stres dengan berolahraga, bercerita dengan suami, atau minta bantuan para ahli. Dengan begitu, stres dapat diatasi dan jumlah hormon di dalam tubuh akan kembali normal.
  • Hindari alat kontrasepsi

Beberapa alat kontrasepsi dapat mengganggu proses ovulasi sehingga menyebabkan mens tidak teratur setelah melahirkan.Untuk mengatasinya, cobalah berkonsultasi ke dokter mengenai alat kontrasepsi yang tidak mengganggu proses ovulasi supaya siklus haid bisa kembali teratur.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin

Kekurangan vitamin D dan B dapat menyebabkan mens tidak teratur. Maka dari itu, cobalah periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah Anda mengalami defisiensi kedua vitamin tersebut.Jika memang Anda mengalami kekurangan vitamin D dan B, konsumsi makanan yang mengandung kedua vitamin tersebut secara rutin, seperti sayuran berdaun hijau, daging sapi, hingga gandum utuh.Jangan lupa juga untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi supaya kebutuhan vitamin D harian Anda dapat terpenuhi.

Catatan dari SehatQ:

Jika kondisi mens tidak teratur setelah melahirkan belum kunjung sembuh dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya konsultasikan masalah ini kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepatJika Anda memiliki pertanyaan dan keraguan terhadap siklus mens setelah melahirkan, langsung saja konsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
melahirkankehidupan pasca melahirkankehamilanmenstruasi
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/irregular-periods-after-pregnancy-should-you-worry/
Diakses pada 28 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323293
Diakses pada 28 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometriosis/symptoms-causes/syc-20354656#:~:text=Endometriosis%20(en%2Ddoe%2Dme,the%20tissue%20lining%20your%20pelvis.
Diakses pada 28 September 2020
Thryoid. https://www.thyroid.org/hypothyroidism/#:~:text=Hypothyroidism%20means%20that%20the%20thyroid,the%20thyroid%2C%20and%20radiation%20treatment.
Diakses pada 28 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/overactive-thyroid-hyperthyroidism
Diakses pada 28 September 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait