Bukan Cuma Hormon, Ini Penyebab Mata Kering Saat Menopause


Sama seperti kondisi mata kering saat hamil, ketika berada di fase menopause, perubahan hormon yang jadi pemicu utama mata terasa kering. Tidak jelas betul kapan titik paling rentan, apakah saat pra-menopause atau ketika sudah mengalaminya. Namun, kedua fase itu sama-sama rentan disertai dengan masalah mata kering.

0,0
31 Oct 2021|Azelia Trifiana
Mata kering saat menopauseMata kering saat menopause
Akan ada banyak perubahan yang dialami seorang perempuan ketika berada di fase pra-menopause hingga menopause itu sendiri. Bukan hanya berkeringat saat malam hari, mata kering saat menopause juga mungkin terjadi.
Setidaknya, 61% perempuan mengalami sindrom mata kering menjelang menopause. Jika terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas, sebaiknya tanyakan kepada dokter untuk tahu penanganan paling tepat.

Penyebab mata kering saat menopause

Sama seperti kondisi mata kering saat hamil, ketika berada di fase menopause, perubahan hormon yang jadi pemicu utama mata terasa kering. Tidak jelas betul kapan titik paling rentan, apakah saat pra-menopause atau ketika sudah mengalaminya. Namun, kedua fase itu sama-sama rentan disertai dengan masalah mata kering.Lebih lanjut, beberapa faktor yang jadi penyebab terjadinya sindrom mata kering adalah:

?     Hormon androgen berkurang

Ketika memasuki fase menopause, level hormon androgen akan berkurang. Dampaknya akan terasa pada kelenjar meibomin yang memproduksi lapisan minyak pada air mata dan juga kelenjar lakrimal yang mengeluarkan air mata.Kedua kelenjar ini terletak di kelopak mata. Saat terjadi peradangan, maka kualitas air mata akan menurun dan membuat mata terasa kering.

?     Hormon estrogen fluktuatif

Naik turunnya hormon estrogen juga turut berperan menyebabkan mata kering. Lihat saja bagaimana mata kering juga rentan terjadi pada perempuan saat berada di fase hormon fluktuatif seperti saat menstruasi, hamil, menyusui, atau mengonsumsi pil KB.

?     Faktor lingkungan

Selain akibat hormon pada fase menopause, faktor lingkungan juga bisa membuat seseorang mengalami sindrom mata kering. Contohnya akibat terlalu lama melihat layar atau terpapar asap rokok. Tinggal di wilayah dengan iklim kering juga bisa menyebabkan mata terasa kering.

?     Stres pada mata

Ada banyak hal yang menyebabkan stres pada mata. Contohnya menggunakan lensa kontak atau melakukan prosedur seperti lasik. Ini dapat berpengaruh terhadap kemampuan memproduksi air mata.

?     Konsumsi obat

Mengonsumsi obat seperti antidepresan, dekongestan, antihistamin, atau obat pengendali tekanan darah juga bisa memperparah kondisi mata kering. Utamanya, bagi orang berusia di atas 40 tahun.

?     Kondisi medis

Orang yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, masalah kelenjar tiroid, hingga rheumatoid arthritis juga rentan mengalami sindrom mata keringSelain itu, terapi hormonal juga bisa menyebabkan gejala mata kering menjadi lebih parah. Mengingat ada banyak faktor yang mungkin jadi penyebab mata kering saat menopause, penanganannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

Penanganan mata kering saat menopause

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan masalah mata kering saat menopause. Beberapa di antaranya adalah:
  • Tidak terlalu lama melihat layar peralatan elektronik
  • Memasang humidifier sehingga udara ruangan lebih lembap
  • Beristirahat teratur
  • Menghindari penggunaan lensa kontak
  • Tidak merokok atau terpapar asap rokok
  • Mengurangi atau berhenti minum obat-obatan terlarang
  • Membatasi waktu berada di ruangan dengan pemanas atau AC
  • Membersihkan kerak atau kotoran di sekitar kelopak mata
  • Menggunakan obat tetes mata
  • Mengonsumsi obat atas resep dokter untuk meredakan peradangan
  • Mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, vitamin A, B12, dan D
  • Menjaga kadar gula darah bagi penderita diabetes
  • Obat tetes steroid untuk meredakan peradangan (untuk penggunaan jangka pendek)
Dari beberapa hal di atas, perlu digarisbawahi perlunya mencukupi kebutuhan vitamin D. Sebab, kekurangan vitamin D bisa menimbulkan gejala mata kering. Sementara vitamin A dan vitamin B12 juga penting untuk kesehatan mata.Sementara bagi penderita diabetes, kadar gula darah penting harus tetap terkendali. Jika tidak, mungkin saja terjadi kerusakan saraf. Ini dapat berdampak pada fungsi kelenjar lakrimal dan menyebabkan produksi air mata berkurang.

Catatan dari SehatQ

Mengalami mata kering saat menopause bisa terjadi akibat faktor hormonal maupun kondisi medis lainnya. Kondisi lingkungan dan gaya hidup juga turut berperan dalam hal ini. Penanganan sindrom mata kering saat pra-menopause maupun menopause bergantung pada kondisi tiap individu.Perlu diingat pula bahwa ketika menopause, ada beberapa hal sekaligus yang mengalami perubahan di saat bersamaan. Ini bisa membuat seseorang rentan merasa lelah secara fisik dan mental. Dukungan dari support system terdekat atau penanganan ahlinya menjadi krusial.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar apa saja keluhan menjelang menopause, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan wanitamenjaga kesehatanhidup sehat
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/dry-eyes-menopause-5201938
Diakses pada 21 Oktober 2021
All About Vision. https://www.allaboutvision.com/over40/dry-eyes-menopause.htm
Diakses pada 21 Oktober 2021
Optometrists Network. https://www.optometrists.org/general-practice-optometry/guide-to-eye-conditions/dry-eye/natural-remedies-for-dry-eyes/
Diakses pada 21 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait