Mata Juling pada Bayi, Kenali Gejala dan Penyebabnya

(0)
Mata juling pada bayi adalah ketika mata tidak bisa melihat lurus sejajar.Mata juling pada bayi adalah ketika mata tidak bisa melihat lurus sejajar dengan objek
Mata juling pada bayi adalah kondisi ketika mata tidak bisa melihat lurus sejajar dengan objek yang dilihat. Dalam istilah kedokteran, mata juling disebut dengan strabismus. Sebagai suatu penyakit bayi yang sudah sering didengar, penyebab mata juling bagi sebagian orang masih menjadi misteri.Banyak orang tua yang merasa khawatir anaknya akan mengalami kelainan ini, karena tidak tahu kondisi yang mendasarinya.Hal ini juga membuat mitos yang beredar seputar mata juling semakin menyebar. Karena itu, ada baiknya anda mengenali lebih jauh kondisi yang sebenarnya bisa menjadi penyebab mata juling serta faktor risikonya.

Gejala mata juling pada bayi

Gejala mata juling pada bayi adalah mata tidak melihat ke arah sama
Untuk mengetahui adanya mata juling pada bayi, orang tua harus mengenali tanda-tandanya. Hal ini bertujuan agar bayi mendapat penanganan segera.Untuk itu, inilah gejala mata juling pada bayi:
  • Mata tidak melihat ke suatu objek dengan arah yang sama.
  • Gerakan mata tidak serentak bersamaan.
  • Menyipitkan mata atau menutup salah satu mata saat terpapar cahaya matahari.
  • Memutar atau memiringkan kepala jika melihat suatu objek.
  • Saat merangkak atau berjalan, bayi kerap menabrak sesuatu. Hal ini terjadi dikarenakan kemampuan mata bayi dalam mengukur jarak dan melihat dalam bentuk 3 dimensi menjadi berkurang.
  • Pada anak yang lebih dewasa, mereka mengeluh adanya penglihatan ganda, mata lelah, dan terlalu peka terhadap cahaya.

Penyebab mata juling pada bayi

Hidrosefalus merupakan penyebab mata juling pada bayi
Penyebab mata juling pada bayi dapat terjadi karena adanya gangguan pada otot mata, saraf yang memberikan informasi ke otot, atau bagian di otak yang secara langsung mengatur pergerakan mata. Selain itu, inilah faktor risiko yang menjadi penyebab mata juling pada bayi:
  • Memiliki keluarga hubungan darah (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang memiliki mata juling, sekitar 30% anak yang bermata juling, memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.
  • Bayi dengan berat badan rendah.
  • Kelainan rabun di mata yang tidak kunjung mendapat perawatan.
  • Gangguan penglihatan hanya pada satu mata.
  • Cerebral palsy (lumpuh otak).
  • Sindrom down (sekitar 20-60% orang dengan kondisi ini memiliki mata juling).
  • Hidrosefalus.
  • Tumor otak.
  • Cedera kepala.
  • Gangguan saraf.
Namun, sebenarnya, mata juling pada bayi kerap terjadi pada bayi baru lahir hingga berusia 4 bulan. Menurut riset yang diterbitkan Paediatrics Child Health, penyebab mata juling pada bayi bisa terjadi akibat pseudostrabismus atau mata juling palsu.Umumnya, penyebab mata juling pada bayi berupa pseudostrabismus terjadi akibat adanya lipatan kulit yang menutupi mata bagian atas (lipatan epicanthal).Lipatan ini terlihat karena adanya tulang hidung bayi yang masih datar.Akibatnya, lipatan ini tampak membuat bola mata bagian putih (sklera) tertutup. Oleh karena itu, seolah-olah ada mata juling pada bayi. Padahal, mata bayi belum tentu juling.

Jenis mata juling pada bayi

Berdasarkan riset yang diterbitkan British Journal of General Practice, ada empat jenis mata juling. Keempat tipe ini dibedakan berdasarkan arah mata juling pada bayi, yaitu:
  • Juling ke dalam (esotropia).
  • Juling keluar (eksotropia).
  • Juling ke atas (hipertropia).
  • Juling ke bawah (hipotropia).

Cara mengatasi mata juling pada bayi

Mata juling pada anak bisa diatasi dengan kacamata
Mata juling bisa dirawat. Semakin cepat perawatan dimulai akan semakin baik. Hal ini dikarenakan koneksi utama antara mata dan otak baru akan terbentuk sempurna saat anak berusia delapan tahun.Cara mengatasi mata juling juga mempertimbangkan kondisi mata pada bayi. Inilah pilihan cara mengatasi mata juling pada bayi yang akan dipertimbangkan dokter:
  • Kacamata, berguna untuk meluruskan posisi bola mata.
  • Penutup mata (eye patch), digunakan selama beberapa jam per hari pada mata yang normal. Berguna agar otot mata juling bisa terlatih.
  • Obat tetes atropin, serupa dengan penutup mata, obat ini diresepkan dokter untuk ditetes pada mata yang mampu melihat lurus supaya buram. Tujuannya, agar otot mata juling bekerja lebih keras dan penglihatan menjadi seimbang.
  • Operasi otot mata, bertujuan untuk mengencangkan atau mengendurkan otot mata juling.
Mata juling yang dialami anak pada tahun pertama kehidupannya, disebut sebagai infantile esotropia. Jenis gangguan inilah yang biasanya menurun di keluarga dan memerlukan operasi untuk merawatnya.Sementara itu, mata juling yang muncul pada anak berusia dua hingga lima tahun, disebut sebagai acquired esotropia. Pada kondisi ini, perawatan menggunakan kacamata lebih dianjurkan.Setelah perawatan dilakukan, Anda masih perlu untuk tetap memperhatikan perkembangannya, karena kekambuhan bisa saja terjadi.Jika mata juling disebabkan oleh penyakit tertentu, maka pengobatan penyakit tersebut dapat membantu memperbaiki mata juling.

Melatih mata bayi agar tidak juling

Melatih mata bayi agar tidak juling bisa dengan push-up pencil
Untuk menjaga mata agar tidak strabismus, ada cara melatih mata bayi agar tidak juling. Inilah yang bisa Anda lakukan untuk melatih mata bayi agar tidak juling:

1. Push-up pencil

Latihan ini disebut juga latihan titik dekat konvergensi. Berdasarkan riset terbitan Korean Journal Ophthalmology, terapi ini cukup efektif untuk mengatasi tanda-tanda mata yang tidak bergerak pada waktu yang bersamaan.Cara push-up pencil yang diterapkan pada penelitian ini adalah:
  • Pegang pensil dan rentangkan ke depan.
  • Fokuskan pandangan ke pensil, pastikan yang terlihat oleh mata hanyalah satu pensil tersebut.
  • Pertahankan pandangan tersebut.
  • Lanjutkan dengan mendekatkan pensil ke arah hidung sampai pensil tidak bisa dilihat dengan fokus.
  • Jika tidak mampu mempertahankan fokus, ulangi tahapan dari awal.
Lakukan cara melatih mata bayi agar tidak juling ini sebanyak 20 kali dalam 2 set.

2. Senar brock

Tujuan melatih mata ini adalah untuk meningkatkan koordinasi mata. Inilah yang harus Anda persiapkan:
  • Tali dengan panjang 12-30 cm.
  • Manik-manik tiga warna untuk dipasang ke tali.
Lakukan latihan dengan cara:
  • Pasang manik-manik dengan jarak yang sama.
  • Ikat salah ujung senar ke tempat yang stabil.
  • Pegang ujung yang tidak diikat dan rentangkan hingga mendekati hidung. 
  • Fokuskan pandangan ke setiap manik-manik hingga terlihat seolah-olah manik-manik berada di perpotongan dua tali yang membentuk X.
  • Pastikan bentuk X berada tepat di manik-manik, kecuali yang paling ujung. Sebab, hanya akan terlihat dua senar berbentuk V.
Jika hanya melihat tali bersilangan di depan atau di belakang manik-manik, artinya mata tidak fokus. Ulangi lagi tahapan dari awal.

3. Kartu barel

Latihan kartu barel sebenarnya serupa dengan push-up pencil, yaitu teknik konvergensi. Untuk latihan dengan cara ini, persiapkan hal berikut:
  • Buat 3 gambar persegi panjang dengan 3 ukuran berbeda, kecil, sedang, besar di setiap sisi kartu.
  • Beri warna 3 persegi tersebut dengan warna hijau di sisi satu dan merah di sisi lainnya.
Lakukan cara melatih mata bayi agar tidak juling dengan cara:
  • Pegang kartu dengan kartu menghadap ke atas (vertikal) dekat dengan hidung.
  • Pegang kartu sehingga persegi paling besar ada di paling jauh dari hidung.
  • Satu mata harus melihat warna sisi persegi warna merah dan mata lainnya melihat ke sisi persegi warna hijau.
  • Pastikan pandangan persegi terbesar di setiap sisi melebur menjadi satu gambar.
  • Lalu, pastikan pula jika sisa persegi di setiap sisi terlihat ganda.
  • Pertahankan fokus tersebut selama 5 detik.
  • Lanjut latihan dari persegi dengan ukuran sedang dan kecil.

Catatan dari SehatQ

Mata juling pada bayi terjadi karena adanya gangguan pada otot, saraf, maupun bagian otak yang mengatur gerak mata.Hal-hal yang meningkatkan risiko mata juling adalah mempunyai keturunan juling, hingga masalah pada otak, seperti cerebral palsy dan sindrom down.Namun, tak jarang, pada bayi berusia di bawah 4 bulan, terjadi mata juling palsu akibat adanya lipatan kulit di atas kelopak akibat hidung bayi yang masih belum berkembang dengan sempurna.Jika Anda melihat gejala mata juling pada bayi, segera hubungi dokter melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Apabila Anda ingin mendapatkan produk perawatan bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit anakkesehatan anakkesehatan matamata julingpenyakit mata
American Optometric Association. https://www.aoa.org/patients-and-public/eye-and-vision-problems/glossary-of-eye-and-vision-conditions/strabismus
Diakses pada 2 Mei 2019
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/babies-and-newborns-are-crossed-eyes-normal-3421580
Diakses pada 2 Mei 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15065-strabismus-crossed-eyes
Diakses pada 2 Mei 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/strabismus.html
Diakses pada 2 Mei 2019
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/crossed-eyes
Diakses pada 2 Mei 2019
Referensi:
Paediatrics Child Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2830773/
Diakses pada 19 November 2020
British Journal of General Practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5198597/
Diakses pada 19 November 2020
Korean Journal Ophthalmology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3102822/
Diakses pada 19 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/strabismus-exercises
Diakses pada 19 November 2020
Stanford Health Care. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/eyes-and-vision/strabismus/treatments.html
Diakses pada 19 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/eye-exercises-strabismus
Diakses pada 19 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait