Stres dan cemas berlebih terkait pekerjaan juga bisa menyebabkan mata buram
Mata buram bisa menandakan seseorang butuh mengganti ukuran lensa kacamatanya

Keluhan soal penglihatan yang paling umum adalah mata buram, dan ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Bisa jadi, mata buram menandakan butuh mengganti lensa kacamata atau sinyal terjadinya  hal lain yang lebih serius.

Apapun penyebab mata buram, tidak boleh dibiarkan dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter mata. Jika sudah diketahui penyebab mata buram, maka langkah penanganan bisa segera diambil.

Penyebab mata buram

Beberapa penyebab mata buram yang kerap terjadi adalah:

1. Perlu kacamata atau ganti lensa

Masalah penglihatan seperti rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), atau rabun tua (presbiopi) adalah masalah pada lensa mata yang kerap menyebabkan mata buram. Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak bisa fokus ke retina. 

Jika belum pernah memakai kacamata sebelumnya, periksakan ke dokter mata untuk tahu masalah apa yang dialami. Barulah kemudian dokter akan memberikan kacamata sesuai dengan kebutuhan. 

Selain itu, mata buram juga bisa menandakan seseorang perlu mengganti lensa dengan preskripsi berbeda.

2. Masalah dengan lensa kontak

Lensa kontak memang bisa membantu penglihatan terutama bagi yang kurang leluasa menggunakan kacamata. Namun di sisi lain, lensa kontak juga rentan menyebabkan masalah seperti mata buram.

Tidak membersihkan atau melepas lensa kontak selepas beraktivitas atau tertidur tanpa sengaja dengan masih memakai lensa kontak juga dapat menyebabkan mata buram. Hal ini terjadi karena kornea mata terus menerus mengalami gesekan.

3. Infeksi mata

Penyebab mata buram lainnya adalah infeksi mata. Infeksi pada mata bisa disebabkan oleh banyak hal, virus, bakteri atau jamur. Salah satu contoh misalnya keratitis akibat virus herpes. Kondisi ini bisa terjadi ketika jari yang terkontaminasi virus tanpa sengaja menyentuh mata. Pengobatannya bisa dengan obat tetes mata atau antibiotik jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

4. Katarak

Bagi lansia, katarak biasanya terjadi ketika usia menginjak 75 tahun. Salah satu gejala awal katarak adalah mata buram karena protein di lensa mata menutup cahaya yang masuk ke retina.

Katarak tidak menimbulkan gejala lain seperti nyeri. Pada beberapa orang, katarak bisa tidak mengganggu. Sementara bagi sebagian lainnya, katarak perlu diatasi dengan operasi.

5. Diabetes

Penderita diabetes juga memiliki risiko mengalami retinopati diabetes. Ini terjadi ketika pembuluh darah di belakang mata mengalami gangguan. Cara mengatasinya bisa dengan operasi laser. Namun pada banyak kasus, penglihatan penderita retinopati diabetes bisa terancam tidak dapat kembali lagi.

Itulah mengapa penderita diabetes disarankan memeriksakan kesehatan mata mereka secara berkala. Tentu saja, diiringi juga dengan mengendalikan gula darah sebagai langkah preventif.

6. Tekanan darah tinggi

Rupanya, tekanan darah tinggi tak hanya bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke saja. pada beberapa kasus, ada stroke mini yang menyerang mata dan disebut vein occlusion. Penderitanya tidak akan merasa nyeri apapun namun kerap kali terbangun dengan mata buram.

Biasanya, stroke yang menyerang mata ini hanya terjadi pada satu mata saja, baik itu yang kanan maupun kiri. Hal ini rentan terjadi pada penderita hipertensi yang berusia di atas 50 tahun.

7. Migrain okular

Orang yang mengalami migrain okular juga bisa mengalami gangguan penglihatan seperti mata buram. Hal ini berkaitan dengan pembuluh darah yang memberi sinyal pada otak pengatur penglihatan seseorang.

Gejala lain dari migrain okular adalah mata seakan melihat cahaya menyilaukan atau pola yang tidak beraturan. Umumnya, migrain okular akan mereda setelah 1 jam. Hanya satu mata yang biasanya terdampak migrain okular ini.

8. Mengalami benturan ringan

Seseorang yang mengalami benturan ringan di kepala juga bisa merasakan mata buram. Selain itu, bisa muncul keluhan lainnya seputar penglihatan seperti sulit melihat fokus dari satu titik ke titik lain hingga mata tidak bisa melihat lurus. Hal ini disebabkan karena adanya cedera pada otot penunjang mata atau saraf mata.

Penderita yang mengalami masalah penglihatan setelah trauma benturan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dari dokter akan menentukan langkah penanganan yang tepat.

9. Stres

Stres dan cemas berlebih juga bisa menyebabkan mata buram. Hal ini terjadi karena adrenalin meningkatkan tekanan pada mata dan pupil mata melebar tanpa bisa dikendalikan. Agar melihat dengan jelas, pupil mata harus mengecil agar fokus. Biasanya, mata buram akibat stres dapat hilang dengan sendirinya setelah stres mereda.

Namun stres berkepanjangan juga dapat mengancam penglihatan seseorang secara permanen. Untuk itu, penting mencari tahu cara mengatasi stres yang sesuai dengan gaya hidup tiap individu.

Dari semua keluhan seputar mata buram di atas, kondisi pada tiap orang bisa berbeda. Namun satu hal yang pasti sama, yaitu keharusan memeriksakan diri ke dokter spesialis mata sesegera mungkin. Terlebih, jika keluhan mata buram juga diikuti dengan rasa nyeri, tidak bisa melihat ke sudut tertentu, atau tidak juga membaik setelah waktu yang lama.

Health. https://www.health.com/condition/eye-health/blurry-vision-causes?slide=626ca398-1d36-47ba-b4e9-9518c69a8ecd#626ca398-1d36-47ba-b4e9-9518c69a8ecd
Diakses 12 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/why-is-my-vision-blurry#1
Diakses 12 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/eye-health/sudden-blurred-vision
Diakses 12 Februari 2020

Artikel Terkait