Penyebab Makanan Terasa Nyangkut di Dada, Disfagia Bisa Jadi Pemicunya

(0)
02 Nov 2020|Azelia Trifiana
Disfagia  adalah salah satu penyebab makanan terasa nyangkut di dadaDisfagia atau kesulitan menelan adalah salah satu penyebab makanan terasa nyangkut di dada
Disfagia atau kesulitan menelan adalah salah satu penyebab makanan terasa nyangkut di dada. Kondisi ini menyebabkan penderitanya perlu waktu dan usaha lebih untuk memindahkan makanan atau cairan dari mulut ke lambung. Tak jarang, disfagia juga disertai rasa nyeri.Kesulitan menelan yang terjadi terus menerus bisa jadi kondisi medis serius yang perlu penanganan. Meski bisa dialami oleh siapapun, disfagia lebih banyak dialami orang lanjut usia.

Gejala disfagia

Beberapa ciri dan gejala terjadinya disfagia adalah:
  • Kesulitan menelan
  • Rasa nyeri saat menelan
  • Sensasi makanan terasa nyangkut di dada atau tenggorokan
  • Mengiler/hipersalivasi
  • Suara serak
  • Makanan naik ke tenggorokan
  • Kerap mengalami heartburn
  • Berat badan turun drastis
  • Batuk atau tersedak saat menelan
  • Naiknya asam lambung
Akibat kondisi ini, orang yang mengalami disfagia terkadang perlu memotong makanan hingga sangat kecil agar lebih mudah ditelan. Jika kesulitan menelan ini terus menerus berulang hingga menyebabkan susah makan dan turun berat badan, diskusikan langkah perawatannya dengan dokter.

Penyebab makanan terasa nyangkut di dada

wanita memegang dada
Makanan terasa mengganjal di dada
Menelan adalah proses kompleks dan banyak hal yang dapat mengganggu. Terkadang, kondisi disfagia yang menyebabkan makanan terasa nyangkut di dada pun tak terdeteksi pemicu pastinya.Namun untuk memudahkan diagnosis, beberapa kategori disfagia dibedakan menjadi:

1. Disfagia esofageal

Disfagia esofageal disertai sensasi tersangkutnya makanan di dasar tenggorokan atau dada saat mulai menelan. Beberapa penyebab terjadinya disfagia esofageal adalah:
  • Achalasia

Achalasia terjadi jika otot esofagus bawah atau sphincter tidak benar-benar lentur agar makanan bisa masuk ke lambung. Akibatnya, makanan bisa naik kembali ke tenggorokan. Selain itu, otot di dinding esofagus juga bisa menjadi semakin lemah dari waktu ke waktu.
  • Spasme difus

Kondisi ini menimbulkan tekanan cukup tinggi dan kontraksi yang kurang teratur di esofagus setelah seseorang menelan. Adanya spasme difus berdampak pada otot polos di dinding esofagus bagian bawah.
  • Striktur esofageal

Esofagus yang lebih sempit bisa menyebabkan makanan berukuran besar rentan terjebak. Penyebab penyempitan ini bisa terjadi karena GERD.
  • Objek asing

Terkadang, makanan atau objek asing juga bisa menyebabkan tenggorokan tertutup sebagian. Lansia yang memakai gigi palsu atau orang yang mengalami kesulitan mengunyah gigi rentan mengalami hal ini.
  • Esofagitis eosinofilik

Kondisi ini berkaitan erat dengan alergi makanan. Pemicunya adalah ketika jumlah sel eosinofil di esofagus terakumulasi secara berlebihan.
  • Terapi radiasi

Jenis perawatan untuk penyakit kanker ini dapat menyebabkan peradangan dan munculnya jaringan parut di esofagus.

2. Disfagia orofaringeal

Beberapa kondisi lain bisa menyebabkan otot tenggorokan menjadi lebih lemah sehingga sulit memindahkan makanan dari tenggorokan ke esofagus. Biasanya, hal ini dirasakan saat mulai menelan. Ciri-cirinya adalah terbatuk atau tersedak saat berusaha menelan makanan.Lebih jauh lagi, disfagia orofaringeal juga bisa menimbulkan sensasi makanan atau cairan naik kembali ke arah hidung. Ini dapat menyebabkan pneumonia. Penyebab terjadinya disfagia orofaringea adalah:
  • Gangguan saraf

Beberapa kondisi medis seperti multiple sclerosis, distrofi muskular, dan penyakit Parkinson dapat menyebabkan disfagia
  • Kerusakan saraf

Kerusakan saraf yang terjadi tiba-tiba seperti akibat stroke atau cedera otak juga dapat berpengaruh terhadap kemampuan menelan seseorang
  • Divertikulum Zenker’s

Munculnya kantong kecil di bagian atas esofagus yang dapat menjebak partikel makanan di tenggorokan. Tak hanya menjadi penyebab makanan terasa nyangkut saja, kondisi ini juga mengakibatkan kesulitan menelan, suara seperti berkumur, bau mulut, serta terus menerus ingin berdeham.Faktor risiko seseorang mengalami disfagia bisa kian besar akibat penuaan. Itulah mengapa meski disfagia bisa dialami siapapun, namun kebanyakan kasusnya dialami oleh lansia. Meski demikian, disfagia bukanlah tanda seseorang mengalami penuaan.

Semakin awal kondisi ini terdeteksi, maka penanganannya bisa menjadi kian efektif. Dokter bisa memberikan terapi teknik menelan atau memberikan stimulasi ulang pada saraf-saraf yang berhubungan dengan refleks telan.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang kesulitan menelan dan apa saja faktor yang memengaruhinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitnyeri dadapola hidup sehat
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dysphagia/symptoms-causes/syc-20372028
Diakses pada 19 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/swallowing-problems-dysphagia/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/feel-like-food-is-stuck-in-your-throat-what-to-do-and-how-to-find-relief/
Diakses pada 19 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait