Sakit Maag? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Penyebab maag ada bermacam-macanm, mulai dari penyakit refluks asam lambung (GERD), kebiasaan merokok dan minum alkohol, makan makanan pedas, hingga kanker lambung.

(0)
03 May 2021|Rhandy Verizarie
penyebab maagRefluks asam lambung (GERD) adalah salah satu penyebab maag paling umum
Maag adalah sekumpulan gejala yang terjadi pada sistem pencernaan. Gejala yang dimaksud adalah ulu hati terasa nyeri, perut terasa kembung dan mual. Lantas, apa saja penyebab maag? Bagaimana cara mengatasinya? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa saja penyebab maag?

Maag kerap dikaitkan dengan kebiasaan makan yang salah. Faktanya, ada banyak faktor lainnya yang berperan dalam menimbulkan gangguan pencernaan yang satu ini. Maag sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yakni maag akut dan maag kronis. Berikut ini adalah macam-macam penyebab maag yang perlu Anda ketahui dan waspadai.

1. Refluks asam lambung

Penyebab sakit maag yang pertama adalah refluks asam lambung atau biasa kita kenal dengan nama GERD.  GERD (gastroesophageal reflux disease) adalah kondisi ketika produksi asam lambung meningkat hingga naik ke kerongkongan (esofagus). Hal ini dikarenakan katup pemisah (sfingter) antara lambung dan kerongkongan melemah. Seharusnya, katup ini akan menutup untuk mencegah asam lambung naik dan membuka ketika ada makanan masuk. Asam lambung yang naik akhirnya menyebabkan rasa nyeri di ulu hati, mulut terasa pahit, bahkan batuk jika terus dibiarkan.

2. Gastritis

Gastritis adalah kondisi ketika lambung—tepatnya dinding lambung—mengalami peradangan (inflamasi). Penyakit ini umum disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori).Radang lambung ditandai oleh gejala nyeri ulu hati (heartburn), perut mual, dan kembung. Kabar baiknya, penyakit ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan pengobatan sederhana seperti mengonsumsi antasida dan antibiotik.

3. Tukak lambung

Pada perkembangannya, gastritis menyebabkan timbulnya luka pada dinding lambung. Kondisi ini dikenal sebagai tukak lambung.Tukak lambung juga akan membuat ulu hati terasa nyeri dan sensasi terbakar, disertai rasa mual. Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya atau Anda juga mungkin memerlukan obat maag, seperti antasida dan golongan proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazole.

4. Sindrom iritasi usus besar (IBS)

Penyebab maag selanjutnya adalah sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome) atau biasa disingkat IBS. Sesuai namanya, kondisi ini terjadi ketika usus besar mengalami iritasi.Selain maag, IBS juga ditandai oleh gejala lainnya seperti sulit buang air besar, diare, dan kram perut. Belum dapat diketahui secara pasti apa penyebab IBS, terlepas dari sejumlah faktor risikonya seperti infeksi, kelainan sistem saraf, hingga kontraksi abnormal pada usus.

5. Radang pankreas (pankreatitis)

Radang pankreas (pankreatitis) juga menjadi salah satu penyebab munculnya gejala sakit maag. Pankreas merupakan kelenjar yang terletak di belakang lambung. Organ ini berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan, juga melepas insulin guna mengendalikan gula darah.Pankreatitis ditandai oleh gejala maag berupa perut mual dan muntah. Selain itu, penderita penyakit ini juga akan mengalami gejala lain, seperti demam, peningkatan detak jantung, dan sakit perut.

6. Merokok dan minum alkohol

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan minum minuman beralkohol, juga menjadi penyebab maag yang kerap dialami.Baik rokok maupun minuman beralkohol mengandung zat-zat yang dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan lambung dan sistem pencernaan secara keseluruhan.Rokok dapat melemahkan otot sfingter, sementara alkohol dapat mengikis lapisan lambung. Itu sebabnya, orang yang aktif merokok dan minum alkohol kerap kali merasakan gejala maag.

7. Pola makan yang salah

Di awal disebutkan bahwa pola makan yang salah menjadi penyebab maag yang paling umum. Pola makan yang salah yang dimaksud adalah:
  • Makan dalam porsi besar
  • Langsung berbaring setelah makan
  • Makan makanan pedas
  • Makan makanan mengandung lemak dan santan
  • Minum minuman bersoda ataupun yang mengandung kafein

8. Stres 

Stres juga ternyata tidak luput dari daftar penyebab maag, lho! Menurut American Psychological Association (APA), stres dapat memicu produksi gas berlebih di dalam lambung yang pada akhirnya memicu gejala maag seperti mual dan kembung. Kondisi ini dapat semakin memburuk jika Anda juga menderita gangguan pencernaan lainnya seperti GERD dan IBS.

9. Obat-obatan

Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (ibuprofen atau asam mefenamat) untuk meredakan nyeri dalam jangka panjang pada dosis tertenty ternyata juga bisa menjadi penyebab sakit maag.Selain itu, jenis obat lainnya yang dapat memicu timbulnya gejala maag, antara lain:
  • Antibiotik
  • Steroid
  • Obat kontrasepsi oral
  • Suplemen zat besi

10. Kehamilan

Timbulnya gejala maag, seperti mual dan muntah juga bisa disebabkan oleh kehamilan, terutama pada trimester terakhir. Maag saat hamil terjadi karena adanya perubahan hormon dan ukuran janin yang semakin membesar dapat menekan lambung. Kondisi ini sebenarnya normal. Namun, apabila gejala maag yang dirasakan begitu intens dan membuat tidak nyaman, segeralah periksakan diri ke dokter.

11. Kanker lambung

Pada kasus yang jarang, gejala maag yang Anda rasakan mungkin disebabkan oleh kanker lambung. Kanker lambung terjadi saat terdapat pertumbuhan sel tumor ganas pada lambung.Belum dapat diketahui penyebab pasti dari kanker lambung. Anda pun jangan langsung berasumsi sakit maag yang dialami menandakan kanker. Alih-alih demikian, sebaiknya periksakan diri ke dokter guna memastikan penyebabnya.

Kapan harus ke dokter?

Mayoritas kasus maag tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis. Akan tetapi, sebaiknya periksakan diri ke dokter apabila gejala maag kambuh terus-menerus, tidak kunjung hilang, dan disertai gejala lainnya, seperti:
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Hilang nafsu makan
  • Tinja berwarna hitam
  • Kesulitan menelan makanan
  • Tubuh terasa lemah
  • Sesak napas 
  • Nyeri dada
Dokter akan melakukan pemeriksaan, dimulai dari analisis riwayat medis (anamnesis), tes darah, hingga endoskopi, untuk memastikan penyebab maag yang diderita sehingga langkah penanganan nantinya bisa tepat dan efektif.

Bagaimana cara mengatasi maag?

Cara mengatasi gejala maag tergantung dari penyebab maag itu sendiri. Pada kasus yang ringan, cara mengobati maag mungkin cukup dengan memperbaiki pola makan, seperti menghindari makanan pedas atau makan dalam porsi kecil tapi sering.Anda juga bisa mengonsumsi obat maag, seperti:
  • Antasida
  • Proton pump inhibitor (PPI), seperti omeprazole
  • Prokinetik
  • H-2 receptor antagonist, seperti ranitidine
  • Antibiotik, jika disebabkan oleh infeksi bakteri 
  • Antidepresan
Beberapa obat seperti antasida dan H-2 receptor antagonist ada yang dijual bebas dan dapat dikonsumsi tanpa resep dokter. Sementara yang lainnya memerlukan resep dokter.Apabila gejala maag mengindikasikan penyakit serius seperti sindrom iritasi usus besar atau kanker, maka Anda perlu mendapat penanganan medis khusus untuk mengatasinya. 

Catatan dari SehatQ

Penyebab maag bisa karena kondisi medis tertentu ataupun gaya hidup yang tidak sehat. Mengetahui penyebab sakit maag bertujuan agar Anda bisa mencegahnya kambuh di kemudian hari dan menjaga kesehatan sistem pencernaan, khususnya lambung.Untuk tahu lebih lanjut seputar kesehatan pencernaan, atau apabila punya keluhan terkait sistem pencernaan, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga di App Store dan Google Play. Gratis!
penyakitasam lambungmaagkanker lambungmasalah pencernaan
APA. https://www.apa.org/topics/stress/body#:~:text=Stress%20can%20affect%20digesti Diakses pada 21 April 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211 Diakses pada 21 April 2021Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/163484#causes Diakses pada 21 April 2021WebMD. https://www.webmd.com/heartburn-gerd/indigestion-overview Diakses pada 21 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait