Kapasitas Otak Terbatas, Penyebab Lupa?


Kapasitas otak menyimpan informasi terbatas. Begitu pula kemampuan untuk mengingat kembali hal yang pernah dialami. Ketika Anda lupa sesuatu, artinya ada informasi yang berubah atau hilang di otak.

0,0
15 Jun 2021|Azelia Trifiana
Sering lupa di saat-saat tertentuSering lupa di saat-saat tertentu
Jika pernah merasa kesal mengapa kerap sukar mengingat hal-hal bahkan yang baru terjadi, Anda tak sendiri. Menurut penelitian tim dari University of Amsterdam, rata-rata 56% informasi terlupakan dalam waktu 1 jam, 66% sehari kemudian, dan 75% setelah 6 hari. Penyebab lupa tentu kaitannya dengan otak.Realitanya, kapasitas otak menyimpan informasi terbatas. Begitu pula kemampuan untuk mengingat kembali hal yang pernah dialami. Ketika Anda lupa sesuatu, artinya ada informasi yang berubah atau hilang di otak.

Teori tentang penyebab lupa

Ada banyak sekali faktor yang membuat seseorang belum tua tapi sudah pelupa. Para pakar telah menggagas beberapa teori yang dapat menjawab fenomena ini. Apa saja itu?

1. The Interference Theory

Dalam teori ini, penyebab lupa adalah karena ada memori yang saling mengintervensi satu sama lain. Terlebih ketika ingatan ini mirip antara satu dan lainnya, kemungkinan terjadinya lupa semakin besar. Contoh mudahnya adalah mengingat apa menu makan siang sepekan terakhir. Semakin lama rentang waktu mengingat, kemungkinan lupa kian tinggi.Ini berbeda dengan kejadian yang unik dan hanya terjadi satu kali. Semisal wisuda kuliah, pernikahan, persalinan, dan kejadian semacam itu.Lebih jauh lagi, teori intereferensi juga menjawab mengapa seseorang hanya mengingat hal pertama dan terakhir dalam daftar yang telah dibuat. Ini disebut dengan serial position effect. Sebab, hal pertama dan terakhir yang ditulis lebih melekat di dalam ingatan.Ada dua jenis teori interferensi, pertama retroaktif yaitu ketika informasi baru mengganggu informasi sebelumnya. Kedua adalah proaktif yaitu ketika informasi yang telah ada sebelumnya membuat kemampuan mengingat hal baru menjadi sulit.

2. The Decay Theory of Forgetting

Perubahan fisik dan kimia di otak bisa membuat kapasitas otak dalam mengingat informasi pun menurun. Menurut decay theory of forgetting, rentang waktu antara sebuah memori dan kapan seseorang berusaha mengingatnya kembali itu menjadi penentu.Apabila intervalnya singkat, besar kemungkinan masih bisa diingat. Namun jika lebih lama, informasi akan dengan mudah terlupakan atau tidak akurat.

3. The Retrieval Failure Theory

Hal umum yang menjadi penyebab lupa adalah karena memang sejak awal tidak pernah masuk dalam kategori ingatan jangka panjang di otak. Ini terjadi karena sejak awal memang Anda tidak menganggap informasi tertentu sebagai hal yang penting diingat.

4. The Cue-Dependent Theory of Forgetting

Ada pula gagasan bahwa informasi sebenarnya ada di ingatan, namun tidak bisa diingat kembali kecuali ada pemicunya. Bentuk pemicunya bisa berupa elemen yang juga ada pada saat memori itu terbentuk. Contohnya aroma parfum, tempat tertentu, atau musik yang membangkitkan memori nostalgia.

Faktor lain penyebab lupa

depresi
Depresi dapat menyebabkan lupa
Selain beberapa teori di atas, ada pula faktor lain yang juga berperan terhadap mudah lupanya seseorang. Contohnya adalah:Apabila kondisi mudah lupa ini juga disertai dengan gejala lain baik fisik maupun psikologis, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter. Intervensi lebih awal dapat berpengaruh pada hasil akhir bagi seseorang yang mengalami masalah daya ingat.

Cara mengurangi mudah lupa

lari pagi
Aktif bergerak bantu jaga kesehatan otak
Terkadang memang menjadi pelupa adalah hal yang tak bisa dihindari. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membantu merekatkan informasi ke ingatan. Apa saja?
  • Aktif bergerak
  • Tidur cukup
  • Menulis informasi penting
  • Mengulangi informasi seputar memori
Selain itu, penting untuk tidak terjebak dalam persepsi bahwa pelupa adalah hal buruk. Justru, sebenarnya ini dapat berdampak positif pada daya ingat.Memilah mana ingatan yang penting dan membuang yang kurang signifikan dapat memperkuat daya ingat seseorang. Fenomena ini disebut dengan adaptive forgetting.Jadi, sekarang tak perlu uring-uringan lagi ketika kesulitan mengingat hal sepele yang belum lama terjadi. Itu wajar. Anda pun tak sendiri, sebab kinerja otak memang demikian.Hanya informasi dalam ingatan jangka panjang yang akan mudah diingat atau cenderung stabil. Lebih jauh lagi, faktor seperti bagaimana memori itu terbentuk serta seberapa sering diingat juga turut berperan dalam hilang atau bertahannya sebuah ingatan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar perbedaan fenomena sering lupa dengan kondisi pikun pada lansia, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalkesehatan otaksering lupa
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/forgetting-about-psychology-2795034
Diakses pada 4 Juni 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/defining-memories/201706/why-we-forget
Diakses pada 4 Juni 2021
PLOS One. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0120644
Diakses pada 4 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait