Penyebab Lansia Mudah Mengantuk dan Tidur Sepanjang Hari, Perlukah Khawatir?


Lansia kerap terlihat mengantuk dan tidur sepanjang hari sebenarnya disebabkan oleh penurunan kualitas dan gangguan tidur di malam hari.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
lansia sering tidurLansia sering tidur di siang hari karena gangguan tidur yang dialaminya
Anda mungkin sering mendapati lansia tidur sepanjang hari atau melihat mereka mengantuk. Memasuki usia senja, ini sebenarnya adalah hal yang normal. 
Penambahan usia memang memengaruhi pola tidur lansia. Selain usia, ada beberapa penyebab yang membuat lansia sering tidur. Apa saja? Dan bagaimana cara memperbaiki pola tidur lansia? Simak ulasan berikut ini. 

Mengapa lansia mudah mengantuk dan terlihat tidur sepanjang hari?

Seiring bertambahnya usia, pola tidur juga mungkin berubah. Jika Anda melihat lansia sering mengantuk atau tidur sepanjang hari, tidak selalu berarti mereka melakukannya karena memang luang. Hal ini bisa terjadi karena justru tidur mereka terganggu di malam hari. Dalam jurnal Handbook of Clinical Neurology menyatakan bahwa kualitas tidur mengalami penurunan seiring penuaan. Inilah yang menyebabkan lansia sering mengantuk di siang hari atau terlihat tidur sepanjang hari. Mereka mengalami gangguan tidur sehingga lebih banyak terbangun di malam hari. Sulit tidur atau insomnia merupakan gangguan tidur pada lansia yang paling umum terjadi. Orang yang menderita insomnia akan kesulitan untuk memulai, mempertahankan waktu tidur, dan bangun lebih awal di pagi hari. Hal ini bisa membuat lansia tidur terus atau mudah mengantuk di siang hari. Selain usia, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan gangguan tidur pada lansia dan membuat mereka mudah mengantuk, seperti:

1. Gangguan psikologis 

Adanya gangguan psikologis pada lansia menjadi salah satu penyebab gangguan tidur lansia di malam hari, seperti insomnia. Gangguan psikologis berupa depresi, stres, dan kecemasan akibat suatu peristiwa tertentu atau tekanan hidup sering kali memicu insomnia. 

2. Penyakit penyerta (komorbid)

Orang tua yang mengalami masalah kesehatan (penyakit penyerta) juga sering kali mengalami gangguan tidur di malam hari. Berbagai keluhan, seperti nyeri akibat osteoartritis, sesak napas akibat penyakit paru atau jantung, pembesaran prostat pada pria, dan berbagai penyakit kronis lainnya bisa membuat mereka kesulitan tidur di malam hari. Beberapa penyakit yang menyebabkan sindrom demensia juga bisa mengganggu kualitas tidur lansia. Hal ini terjadi karena penyakit yang menyebabkan demensia, seperti penyakit Alzheimer, bisa menyebabkan kerusakan pada area otak yang bertugas mengatur waktu tidur. BACA JUGA: Mengenal Penyakit Komorbid dan Daftarnya yang Tingkatkan Risiko Kematian Pasien Covid-19

3. Konsumsi obat 

Penyakit penyerta yang dialami orang tua mengharuskan mereka mengonsumsi obat-obatan. Tidak jarang, obat medis, seperti beta blocker, bronkodilator, kortikosteroid, diuretik, dan obat-obatan lainnya, tersebut menyebabkan gangguan tidur di malam hari sehingga lansia terlihat tidur sepanjang hari atau mudah mengantuk di siang hari. 

4. Gangguan pernapasan saat tidur 

Gangguan pernapasan saat tidur bisa berupa mendengkur di malam hari hingga henti napas (sleep apnea). Hal ini menyebabkan lansia terbangun berulang-ulang sehingga mengganggu kualitas tidurnya di malam hari dan membuat lansia sering mengantuk di siang hari.

5. Gangguan ritme sirkadian

Ritme sirkadian adalah proses alamiah tubuh dalam mengatur fungsi tubuh dalam 24 jam yang dipengaruhi oleh gelap dan terang di lingkungan sekitar. Sistem inilah yang membantu menentukan waktu Anda tidur dan terjaga. Adanya gangguan pada ritme sirkadian berdampak pada gangguan tidur. Salah satu penyebab gangguan ritme sirkadian pada lansia adalah menurunnya produksi melatonin di malam hari seiring bertambahnya usia. Hal ini menyebabkan mereka sering terjaga tengah malam, bangun lebih pagi, dan membuat lansia mengantuk terus di siang hari.

6. Periodic limb movement disorder (PLMD)

Periodic limb movement disorder adalah gangguan yang membuat hentakan kaki secara tiba-tiba, berulang, dan tanpa sadar ketika tidur. Kondisi ini biasanya terjadi setiap 20 sampai 40 detik sekali sehingga membuat lansia sering terbangun dan sulit tidur di malam hari. 

7. Restless legs syndrome

Restless legs syndrome adalah sindrom yang berhubungan dengan PLMD. Hal ini menyebabkan kaki teraa tidak nyaman bahkan nyeri, sering sensasi “gelisah”. Itu sebabnya, kondisi ini juga dikenal dengan sindrom kaki gelisah.Biasanya, gejalanya muncul saat seseorang dalam keadaan rileks dan hanya dapat dihilangkan dengan menggerakkan kaki.. Sindrom ini terjadi karena terlalu banyak duduk, berbaring atau akibat aktivitas yang berat.BACA JUGA: Berbagai Tips Menjaga Kesehatan Lansia agar Tetap Bugar di Usia Senja

Pola tidur yang sehat untuk lansia 

Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia untuk mengistirahatkan dan memulihkan kondisi tubuh. Pada umumnya, orang tua yang berusia 65 tahun ke atas membutuhkan 7-8 jam tidur setiap malam. Berkurangnya waktu tidur bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan fisik maupun mental lansia. Untuk meningkatkan kualitas tidur, beberapa cara memperbaiki pola tidur sehat pada lansia ini bisa Anda coba, antara lain:
  • Pastikan kamar dan tempat tidur Anda bersih, nyaman, tenang, dan sedikit redup, ini bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak 
  • Gunakan lampu yang sedikit redup untuk meningkatkan kadar melatonin yang membuat Anda mengantuk
  • Hindari melihat layar gadget atau TV sebelum tidur 
  • Jangan gunakan kamar tidur untuk kegiatan lain, seperti makan, bekerja, atau menonton TV. Dengan begitu, otak Anda bisa mulai mengasosiasikan kamar tidur hanya untuk tidur 
  • Jangan meletakkan jam dinding di hadapan Anda selama tidur. Hal ini bisa mengganggu tidur 
  • Buatlah waktu tidur yang sama dan konsisten setiap harinya
  • Tidur lebih awal 
  • Gunakan penutup telinga atau gunakan kamar terpisah jika pasangan Anda memiliki kebiasaan mendengkur
  • Lakukan kegiatan menenangkan sebelum tidur, seperti merendam kaki dengan air hangat, meditasi, atau latihan pernapasan
  • Hindari penggunaan obat tidur dalam jangka panjang 
  • Jangan tidur siang lebih dari 20 menit
  • Hindari minum kafein 8 jam sebelum tidur
  • Lakukan aktivitas fisik di siang hari bisa membuat Anda tidur lebih baik
Tidur yang cukup dan berkualitas bisa membantu lansia menunjang kesehatannya. Gangguan tidur akibat proses penuaan bisa dihindari dengan mengetahui penyebab dan perawatan yang tepat. Menerapkan pola tidur sehat juga bisa menjadi solusi.Jika Anda mengalami gangguan tidur yang berlangsung terus-menerus dan cukup mengganggu, segera hubungi dokter. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab dan cara mengatasi lansia tidur sepanjang hari melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
gangguan tidurgangguan lansiakesehatan lansiadepresi pada lansia
Handbook of Clinical Neurology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3142094/
Diakses pada 4 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/excessive-sleepiness#How-is-excessive-sleepiness-treated
Diakses pada 4 November 2021
Family Doctor. https://familydoctor.org/sleep-changes-in-older-adults/
Diakses pada 4 November 2021
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/sleep/how-to-sleep-well-as-you-age.htm
Diakses pada 4 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait