Sebenarnya Apa Penyebab dan Gejala Kurang Darah saat Hamil?

Anemia ringan mungkin tidak akan menyebabkan gejala yang signifikan pada ibu hamil
Kurang darah sering terjadi pada ibu hamil.

Kurang darah atau anemia merupakan kondisi yang umumnya menimpa ibu hamil. Hal ini tentu dapat berpengaruh terhadap kesehatan diri sendiri dan kandungan. Ketika menderita anemia, seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk memasok oksigen pada jaringan tubuh dan janinnya. Apa saja penyebab kurang darah pada ibu hamil? dan bagaimana gejalanya?

Penyebab Kurang Darah pada Ibu Hamil

Ada berbagai jenis anemia yang masing-masingnya memiliki penyebab berbeda. Akan tetapi, anemia seringkali disebabkan oleh rendahnya produksi dan kesehatan sel darah merah. Berikut penyebab anemia atau kurang darah yang sering terjadi pada ibu hamil:

1. Anemia Defisiensi Besi (Kekurangan Zat Besi)

Zat besi merupakan nutrisi penting bagi tubuh, terutama untuk ibu hamil. Tubuh menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh manusia.

Ketika hamil, seseorang membutuhkan lebih banyak zat besi untuk membuat darah agar dapat memasok oksigen pada bayi. Namun, jika tidak memiliki cukup zat besi, ibu hamil akan mengalami anemia defisiensi besi. Perlu diketahui bahwa kekurangan zat besi menjadi penyebab paling umum dari anemia pada ibu hamil. Diperkirakan sekitar 15-25% kehamilan mengalami kekurangan zat besi.

2. Anemia Defisiensi Folat (Kekurangan Folat)

Folat adalah vitamin yang secara alami ditemukan dalam sayuran berdaun hijau. Tubuh membutuhkan folat untuk memproduksi sel-sel baru, termasuk sel darah merah yang sehat. Oleh sebab itu, ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan folat.

Akan tetapi, terkadang ibu hamil malah tidak mendapat asupan folat yang cukup. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak mampu membuat sel darah merah yang memadai untuk memasok oksigen ke jaringan tubuh dan bayi. Tak hanya menyebabkan anemia, kekurangan folat juga mampu menyebabkan cacat lahir.

3. Defisiensi Vitamin B12 (Kekurangan Vitamin B12)

Tubuh juga menggunakan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah. Ketika ibu hamil tidak mendapat cukup vitamin B12, atau mungkin kesulitan dalam memproses vitamin tersebut, maka tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah sehat yang memadai. Jika ibu hamil tidak mengonsumsi daging, telur atau susu, maka mereka berisiko mengalami defisiensi vitamin B12 yang bisa menyebabkan bayi cacat lahir.

[[artikel-terkait]]

Gejala Kurang Darah pada Ibu Hamil

Anemia ringan mungkin tidak akan menyebabkan gejala yang signifikan pada ibu hamil. Tetapi, anemia sedang atau berat kemungkinan menimbulkan gejala-gejala kurang darah berikut ini:

  • Kelelahan atau lemah
  • Kuku, kulit, dan bibir pucat
  • Sesak napas, nyeri dada, dan jantung berdebar
  • Sulit berkonsentrasi
  • Pusing
  • Tangan dan kaki dingin

Dari seluruh gejala kurang darah yang ada, Anda mungkin bisa merasakan satu, beberapa, atau bahkan semua gejala. Sebaiknya, lakukan tes darah secara rutin untuk memastikan Anda terkena anemia atau tidak. Akan lebih baik jika hal ini diketahui sedini mungkin, agar segera mendapat penanganan yang cepat dan tepat.

Mengapa Anemia Sering Terjadi Saat Hamil?

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa ibu hamil sering mengalami anemia? Sebetulnya, anemia ringan merupakan hal yang normal terjadi pada ibu hamil. Ketika hamil, seorang wanita mengalami berbagai perubahan dalam tubuhnya.

Kebutuhan akan pasokan darah menjadi lebih banyak. Jika kebutuhan ini tidak tercukupi, maka anemia dapat menyerang. Itulah mengapa anemia lebih sering terjadi pada saat hamil. Apabila anemia yang terjadi tergolong parah, kondisi tersebut harus segera diobati karena dapat menyebabkan terjadinya komplikasi serius.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed