Penyebab Kurang Darah Bukan Hanya Karena Kekurangan Zat Besi

Ada beragam penyebab kurang darah yang dapat memicu kondisi lemas dan lesu
Saat anemia, Anda bisa mengalami lesu dan lemas

Anemia terjadi jika jumlah sel darah merah seseorang di bawah normal atau ketika sel darah merahnya tidak berfungsi secara optimal. Penyebab kurang darah atau anemia bisa dari pola makan atau kondisi medis tertentu.

Tapi sebenarnya apa yang menentukan seseorang mengalami kondisi kurang darah ini? Simak jawabannya di bawah ini!

Kapan seseorang dianggap mengalami anemia?

Seseorang bisa dianggap mengalami kurang darah jika jumlah hemoglobin dalam tubuhnya lebih rendah dari normal. Angka normal ini berbeda untuk pria maupun wanita dewasa.

Jumlah hemoglobin normal untuk wanita adalah 12,0 gm/dL. Sementara hemoglobin yang normal untuk pria adalah 13,5 gm/dL pada laki-laki.

Sel darah merah mengandung hemoglobin. Protein ini bertugas menyerap oksigen di paru-paru dan mengangkutnya ke seluruh jaringan tubuh bersama aliran darah.

Jika seseorang mengalami kondisi kurang darah, berarti tubuhnya akan kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa ditandai dengan gejala-gejala berikut:

  • Lemas dan lesu.
  • Nafas pendek atau sesak napas.
  • Pusing.
  • Jantung berdetak lebih cepat atau detaknya jadi tidak teratur.
  • Sakit kepala.
  • Kaki dan tangan terasa dingin.
  • Kulit pucat.
  • Sakit dada.

Gejala-gejala di atas mungkin tampak sepele. Namun Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter bila terlalu sering mengalaminya.

Dokter akan membantu Anda dalam menentukan apakah Anda benar-benar mengidap anemia, sekaligus menyelidiki penyebab kurang darah yang Anda alami.

Apa sebenarnya penyebab kurang darah?

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kurang darah. Beberapa penyebab anemia yang umum terjadi meliputi:

  • Defisiensi zat besi

Sumsum tulang memerlukan asupan zat besi untuk memproduksi sel darah merah. Peran zat besi sangat penting dalam membentuk struktur hemoglobin yang sempurna.

Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi (misalnya, karena pola makan yang tidak seimbang), produksi sel darah merah dan pembentukan hemoglobin tidak akan berjalan sempurna. Akibatnya akan terjadi anemia. 

Penyebab kurang darah ini juga bisa terjadi bila penderita mengalami luka dengan perdarahan kronis. Misalnya, pada penyakit kanker, polip usus, dan wasir.

Walaupun jumlah darah yang keluar tidak banyak, kandungan zat besi akan hilang lebih cepat bersama darah yang terus-menerus keluar. Lama-kelamaan akan terjadi kekurangan zat besi dan kurang darah. 

  • Perdarahan 

Contoh perdarahan ini meliputi darah yang terus mengucur dari luka, darah menstruasi yang keluar sangat banyak setiap bulannya, serta adanya luka yang selalu berdarah (seperti pada pengidap tukak lambung dan kanker usus besar). 

  • Kehamilan

Saat seorang perempuan hamil, kandungan cairan tubuhnya akan meningkat cukup drastis. Kondisi ini bisa mengencerkan darah.

Anemia kemudian terjadi akibat konsentrasi rata-rata dari sel darah merah akan lebih rendah pada darah yang lebih encer. 

  • Kekurangan gizi

Asupan vitamin dan mineral yang cukup sangat diperlukan untuk proses produksi sel darah merah. Selain zat besi, vitamin B12 dan asam folat (B9) juga penting untuk pembentukan hemoglobin. Kekurangan salah satu zat gizi ini bisa mengakibatkan kurangnya produksi sel darah merah. 

Penyebab utama kekurangan asam folat dan vitamin B12 adalah kurang gizi karena pola makan yang tidak seimbang. Contohnya pada penganut vegetarian yang sangat ketat dalam menerapkan pola makan tersebut. Mereka berisiko kekurangan asupan zat besi serta vitamin B12 yang menjadi penyebab kurang darah. 

  • Penyakit kronis

Penyakit apa pun yang diderita dalam jangka waktu lama, bisa berujung pada terjadinya anemia. Tidak diketahui pasti bagaimana prosesnya, tetapi infeksi kronis atau penyakit kanker seringkali menjadi penyebab kurang darah. 

  • Penyakit ginjal

Salah satu fungsi ginjal adalah mengeluarkan hormon yang bertugas membantu sumsum tulang memproduksi sel darah merah.

Ginjal yang sudah terkena penyakit ginjal kronis atau mengalami gagal ginjal tidak akan bisa mengeluarkan hormon tersebut dalam jumlah yang cukup. Sebagai akibatnya, produksi sel darah merah akan terganggu dan terjadi anemia. 

  • Masalah pada penyerapan pada usus

Ada orang yang mengalami masalah pada ususnya. Kondisi ini menyebabkan usus tidak mampu menyerap vitamin B12 meskipun asupannya sudah cukup.

Masalah usus tersebut bisa mengganggu produksi sel darah merah dan hemoglobin, kemudian menyebabkan penyakit anemia pernisiosa.

  • Penyakit anemia sel sabit

Penyakit keturunan yang disebut anemia sel sabit juga bisa menjadi penyebab kurang darah. Kelainan darah ini lebih banyak terjadi pada orang dari keturunan Afrika, Timur Tengah, dan Mediterania.

Pengidap anemia sel sabit mengalami masalah pada produksi molekul hemoglobin yang abnormal dan memengaruhi struktur sel darah merah. 

Normalnya, sel darah merah berbentuk bulat seperti huruf O dan mampu mengangkut oksigen serta bergerak dengan mudah dalam pembuluh darah. Pada penderita anemia sel sabit, sel darah merahnya berbentuk seperti bulan sabit atau huruf C.

Akibatnya, sel darah tidak mampu mengangkut oksigen dengan baik. Sel sabit pun cenderung mengelompok dan menggumpal, hingga tidak bisa bergerak mudah dalam pembuluh darah.

Di samping itu, sel darah berbentuk sabit akan hancur dalam waktu sekitar 20 hari, di mana sel darah merah normal akan hancur dalam waktu 120 hari. Kondisi ini tentu mengakibatkan pengidapnya sangat rentan terkena anemia. 

Anemia bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung pada faktor yang menjadi penyebab kurang darah tersebut.

Jika anemia terjadi karena kekurangan zat besi dan vitamin akibat pola makan dan kehamilan, penderita umumnya cukup mengonsumsi suplemen dan memperbaiki pola makan. Sementara untuk penyebab kurang darah berupa kondisi medis tertentu, penyakitnya mesti ditangani terlebih dahulu agar anemia bisa dikendalikan. 

Karena penyebab dan penanganannya bisa berbeda-beda, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter agar diagnosis dan penanganan bisa lebih akurat.

American Society of Hematology. https://www.hematology.org/Patients/Anemia/
Diakses pada 17 September 2019

E- medicine health. https://www.emedicinehealth.com/anemia/article_em.htm#anemia_causes
Diakses pada 17 september 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed