Penyebab Kulit Kering Saat Hamil, Begini Cara Mudah untuk Mengatasinya


Kulit kering saat hamil wajar terjadi pada masa kehamilan. Namun, Anda harus waspada karena kondisi tersebut bisa saja merupakan gejala kolestasis intrahepatik, yang berpotensi membuat bayi lahir prematur. Pahami sejumlah cara mengatasi kondisi kulit yang kering ketika sedang mengandung.

(0)
Kulit kering saat hamil biasanya terjadi karena perubahan hormon dalam diri Anda pada masa kehamilanKulit kering saat hamil adalah kondisi yang normal terjadi selama masa kehamilan
Pada masa kehamilan, berbagai masalah mungkin akan dirasakan oleh ibu hamil. Salah satu masalah yang cukup sering dialami adalah kulit kering. Kulit kering saat hamil umumnya merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan bayi Anda. 

Apa penyebab kulit kering saat hamil?

Kulit kering saat hamil biasanya terjadi karena perubahan hormon dalam diri Anda pada masa kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi saat hamil berpengaruh terhadap cara kerja sistem kekebalan tubuh. Kondisi tersebut pun kemudian membuat kulit Anda menjadi lebih kering dan sensitif.Tidak hanya membuat kulit menjadi lebih kering, perubahan hormon juga memicu masalah lain. Anda mungkin akan kehilangan elastisitas dan kelembapan pada kulit. Kondisi tersebut dapat memicu rasa gatal dan menyebabkan kulit Anda terkelupas.Umumnya, masalah kulit kering dan gatal terjadi di area perut. Meski begitu, bagi beberapa ibu hamil, gatal mungkin juga akan dirasakan di area-area lain seperti pada payudara, lengan, dan paha.

Cara mengatasi kulit kering saat hamil

Selain mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, sejumlah perawatan rumahan bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit kering saat hamil. Beberapa perawatan rumahan yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Hati-hati dalam memilih sabun

Pada masa kehamilan, hindari penggunaan sabun mandi dengan kandungan alkohol, pewangi, pewarna, atau bahan lain yang dapat mengiritasi kulit. Sebagai gantinya, campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:2 untuk membersihkan kulit Anda secara alami. Cara ini dapat membantu mengatasi kulit kering.

2. Memakai yogurt untuk masker kulit

Kandungan asam laktat dan protein dalam yogurt bisa membantu mendetoksifikasi sekaligus melembapkan kulit. Selain itu, keduanya diketahui juga membantu mengencangkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan mengurangi kemunculan garis-garis halus.Untuk menggunakannya, oleskan plain yogurt ke kulit lalu pijat secara perlahan selama dua hingga tiga menit. Setelah itu, bersihkan dengan air hangat dan keringkan menggunakan handuk.

3. Mandi susu

Mandi susu dapat membantu menenangkan kulit kering. Selain itu, susu juga mengandung asam laktat alami yang bisa melembapkan serta mengangkat sel kulit mati. Saat mandi susu, pastikan Anda memakai air hangat. Jangan lupa juga untuk membatasi waktu mandi maksimal selama 10 menit.

4. Batasi waktu mandi

Mandi terlalu lama dengan menggunakan air panas bisa membuat kulit Anda menjadi kering. Air panas juga menghilangkan minyak alami kulit. Supaya terhindar dari kedua masalah tersebut, batasi waktu mandi Anda untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.

5. Menggunakan tabir surya

Saat berada di luar ruangan, jangan lupa menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit Anda. Pilih tabir surya dengan kandungan bahan yang aman untuk ibu hamil. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan topi dengan tepian lebar agarwajah terlindung dari sengatan sinar matahari.

6. Menyalakan humidifier

Humidifier dapat membantu menjaga kelembapan ruangan. Anda bisa menggunakan humidifier ketika tidur di malam hari. Menyalakan humidifier bisa membantu mencegah kulit Anda supaya tidak kering.

7. Menerapkan pola makan sehat

Menerapkan pola makan sehat dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Salah satu jenis makanan yang baik untuk kesehatan kulit adalah lemak sehat. Kandungan ini dapat Anda temukan dalam makanan-makanan seperti kacang-kacangan, alpukat, dan minyak canola.

8. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Mendapatkan asupan cairan yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk menjaga tubuh supaya tetap terhidrasi dengan minum air putih sebanyak 8 gelas per hari (2 liter).

Haruskah ke dokter jika mengalami kulit kering saat hamil?

Kulit kering saat hamil memang bisa diatasi dengan perawatan rumahan, namun ada sejumlah kondisi yang mengharuskan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter. Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika kemunculan kulit kering disertai dengan gejala-gejala seperti:
  • Depresi
  • Kelelahan
  • Tinja berwarna cerah
  • Urine berwarna gelap
  • Kehilangan nafsu makan
Kemunculan gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan serius, kolestasis intrahepatik (ICP). Kolestasis intrahepatik adalah kelainan hati yang memengaruhi aliran normal empedu. Kondisi ini dapat berbahaya bagi bayi karena berpotensi menyebabkan kematian atau kelahiran prematur.

Catatan dari SehatQ

Kulit kering saat hamil adalah kondisi yang normal terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini disebabkan perubahan hormon. Meski begitu, Anda perlu waspada jika mengalami masalah ini karena bisa menjadi pertanda gejala kolestasis intrahepatik.Kolestasis intrahepatik dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan meninggalnya bayi saat lahir. Apabila mengalami kulit kering saat hamil yang disertai gejala kolestasis intrahepatik, segeralah konsultasikan kondisi Anda ke dokter.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait kulit kering saat hamil dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankulit keringmasalah kulitmasalah kehamilanhormon
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/dry-skin-natural-remedies#limit-shower-time
Diakses pada 5 Desember 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/whose-body/skin-dry.aspx
Diakses pada 5 Desember 2020
Health Navigator. https://www.healthnavigator.org.nz/healthy-living/s/skin-problems-and-pregnancy/
Diakses pada 5 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait