Penyebab Kuku Berwarna Ungu: Tidak Cuma Terjepit, Bisa Saja Penyakit

(0)
02 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kuku berwarna ungu bisa menandakan adanya gangguan jantung hingga paru-paruKuku berwarna ungu bisa menandakan berbagai penyakit
Kesehatan dan kebersihan kuku bagi sebagian orang mungkin tidak dianggap penting. Namun, warna kuku kita ternyata bisa menjadi penanda adanya gangguan kesehatan. Salah satunya kuku berwarna ungu, yang bisa menandakan perdarahan atau bahkan gangguan jantung.Warna kuku yang berbeda dari normal, seperti kuning atau bahkan hijau, juga bisa menandakan efek samping obat-obatan hingga infeksi jamur. Karena itu, kenali lebih jauh mengenai perubahan warna kuku serta kondisi normalnya, agar Anda lebih waspada.

Penyebab kuku berwarna ungu

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kuku berwarna ungu, di antaranya:

1. Cedera

Cedera adalah penyebab kuku berwarna ungu yang paling umum. Cedera bisa disebabkan oleh benturan keras pada kuku, seperti terjepit atau kejatuhan benda yang berat.Hal ini menyebabkan terjadinya perdarahan di bawah kuku. Kondisi ini, secara medis, disebut sebagai subungual hematoma. Selain membuat kuku menjadi berwarna ungu kehitaman, kondisi ini juga dapat disertai dengan memar atau pembengkakan di ujung jari yang cedera.

2. Cuaca dingin

Suhu udara yang dingin juga bisa menyebabkan kuku berwarna ungu. Sebab, suhu yang dingin akan membuat pembuluh darah menyempit. Sehingga, sulit bagi sel darah yang kaya akan oksigen, untuk mengalir ke kuku.Kekurangan oksigen inilah yang membuat adanya perubahan warna kuku.Kondisi ini tidak berbahaya karena merupakan mekanisme normal dalam tubuh, untuk menyesuaikan diri dalam udara yang dingin. Warna kuku akan kembali normal apabila Anda sudah berada di dalam ruangan yang hangat.

3. Sianosis

Kuku berwarna ungu kebiruan, bisa terjadi karena suatu kondisi yang dinamakan sianosis. Sianosis muncul, saat sel darah merah di tubuh Anda tidak membawa cukup banyak oksigen.Adanya kelainan pada sel darah merah ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti:
  • Penyakit paru-paru: penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, pneumonia
  • Penyakit jantung: penyakit jantung bawaan, gagal jantung kongestif
  • Kelainan sel darah: keracunan karbon monoksida, kelebihan produksi sel darah merah, methemoglobinemia
  • Kelainan pembuluh darah: kelainan konstriksi atau penyempitan pembuluh darah

4. Melanoma

Apabila kuku berwarna ungu bukan diakibatkan oleh cedera, sianosis, maupun cuaca yang dingin, ada kemungkinan penyebabnya adalah melanoma. Melanoma adalah sejenis kanker kulit yang muncul saat sel yang memproduksi pigmen menjadi abnormal dan tumbuh secara berlebihan.

Bagaimana warna dan tekstur kuku yang sehat?

Kuku kita, terdiri dari lapisan protein yang dinamakan keratin. Kuku yang sehat, permukaannya halus tanpa disertai cekungan yang membuat kuku tidak rata.Selain itu, kuku yang sehat warnanya pun seragam. Sehingga, kuku berwarna ungu, kuning, hitam, atau hijau menandakan adanya suatu gangguan.Kuku yang sehat juga melekat dengan erat ke kulit, tidak mudah patah atau terlepas. Pada beberapa orang juga terdapat sebuah lunula. Lunula adalah warna putih yang ada di dasar kuku, yang berbentuk seperti setengah bulan.Terkadang, permukaan kuku juga memiliki garis-garis vertikal yang memanjang dari dasar kuku hingga ke ujung kuku. Hal ini tidaklah berbahaya, dan biasanya terjadi seiring pertambahan usia.

Cara menjaga kesehatan kuku

Agar kuku berwarna ungu bisa kembali normal, cara pengangannya tentu akan berbeda, tergantung penyebabnya. Pada kuku yang cedera ringan, perawatan sebenarnya tidak terlalu diperlukan, karena kuku akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, pada cedera yang parah, perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter.Sementara itu, apabila kuku berwarna ungu disebabkan oleh sianosis maupun melanoma, maka penyakit penyebab awalnya lah yang harus disembuhkan, agar kuku bisa kembali seperti semula.Pada kondisi normal, beberapa cara di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya perubahan warna serta tekstur dari kuku.

• Menjaga kesehatan kutikula

Kutikula atau dasar kuku yang berada di dekat jari, berfungsi untuk menahan masuknya bakteri. Sehingga, jika Anda mendorongnya terlalu ke bawah, kutikel akan terbuka dan mempermudah terjadinya infeksi di kuku.Untuk menjaga kutikula agar fungsinya bisa berjalan baik, rutinlah mengoleskan pelembap di area ini. Selain itu, saat sedang menggunting kuku atau melakukan manicure, jangan biarkan kutikula terdorong terlalu ke bawah.

• Rutin gunting kuku

Rutin menggunting kuku akan membuat kuku menjadi lebih sehat dan mencegahnya mudah patah. Tidak ada patokan waktu yang pasti, mengenai waktu untuk menggunting kuku. Sehingga, sesuaikan saja dengan waktu tumbuhnya kuku.

• Menggunakan sarung tangan saat mencuci piring

Air sabun cuci piring bisa membuat kuku menjadi rapuh. Sehingga, Anda disarankan untuk menggunakan sarung tangan saat mencuci piring.

• Tidak melakukan manicure secara berlebihan

Tidak ada salahnya jika Anda ingin mempercantik kuku dengan manicure. Hanya saja, jangan memilih perawatan yang terlalu berlebihan seperti mengubah bentuk kuku secara ekstrem, atau menggunakan kuku palsu yang berbahan akrilik. Sebab, hal tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi.

• Segera menangani infeksi yang terjadi

Apabila kuku sudah mulai terlihat berwarna kemerahan, bengkak, dan nyeri, jangan didiamkan. Sebab, hal tersebut bisa saja menandakan adanya infeksi jamur. Sebelum bertambah parah, segera rawat infeksi ini menggunakan salep antijamur atau memeriksakannya ke dokter.Jika Anda mengalami perubahan warna kuku, termasuk kuku berwarna ungu, sebaiknya segera cari tahu penyebab awalnya. Jadi, Anda bisa segera memperoleh perawatan yang tepat. Jangan ragu untuk memeriksakan gangguan kuku ke dokter, apabila perawatan sendiri tidak membuahkan hasil yang berarti.
kukujamur kuku
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954
Diakses pada 2 Desember 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty/what-your-nails-say-about-your-health.aspx
Diakses pada 2 Desember 2019
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/skin-and-beauty-pictures/ways-to-keep-your-nails-healthy.aspx
Diakses pada 2 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/blue-fingernails
Diakses pada 2 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/bleeding-under-nail#1
Diakses pada 2 Desember 2019
Michigan Medicine, University of Michigan. https://www.uofmhealth.org/health-library/nails
Diakses pada 2 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait