Penyebab Kram Perut Saat Lari dan Tips Manjur untuk Mencegahnya

(0)
30 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kram perut saat lari dapat terjadi akibat terlalu banyak makan dan minum sebelum lariKram perut saat lari merupakan mekanisme alami ketika kita berlari
Kram perut saat lari merupakan kondisi yang sangat umum kita alami. Biasanya, kram perut saat lari diiringi dengan gejala lain seperti mual, sensasi ingin buang air kecil, bahkan diare. Dapat menjadi kondisi yang menyiksa saat olahraga, apa kemungkinan penyebab kram perut saat lari?

Penyebab kram perut saat lari

Menurut Runners World, belum jelas penyebab pasti dari kram perut saat lari. Namun, beberapa faktor berikut ini boleh jadi berkontribusi memicu perut kram saat Anda berlari:

1. Cara bernapas

Kram perut saat lari berisiko terjadi akibat salah cara dalam bernapas. Apabila pernapasan Anda saat lari kurang “dalam” dan terlalu cepat, kram pun akan berisiko terjadi di bagian perut maupun di sisi samping perut. 

2. Kurang cairan maupun terlalu banyak minum air

Kram perut saat lari, mual, atau rasa nyeri di area tersebut juga berisiko terjadi akibat tubuh kekurangan cairan. Untuk mengatasinya, pastikan Anda mencukupkan kebutuhan cairan sebelum lari namun tidak berlebihan. Pasalnya, kebanyakan minum juga dapat memicu kram perut saat lari.

3. Faktor hormonal

Aktivitas lari dapat merangsang tubuh melepaskan hormon kortisol. Di satu sisi, hormon ini dapat memberikan sensasi euforia yang disebut runner’s high.  Namun, di sisi lain, kortisol juga dapat memengaruhi saluran pencernaan dan berpotensi memicu kram.

4. Efek alamiah akibat berlari

Kram perut saat lari boleh jadi terjadi akibat mekanisme alamiah saat kita berlari. Ketika Anda berlari untuk beberapa lama, darah yang normalnya mengalir ke sistem pencernaan akan dialihkan menuju jantung. Perubahan haluan ini berisiko mengganggu proses pencernaan – sehingga Anda akan merasakan keinginan kuat untuk buang air besar bahkan diare.

5. Makan terlalu banyak sebelum lari

Makan berlebihan sebelum lari juga berisiko memicu kram perut nantinya. Pasalnya, terlalu banyak makanan di perut berisiko membuat pernapasan menjadi tidak optimal – yang kemudian juga menimbulkan kram perut saat lari. Apabila Anda membutuhkan asupan energi sebelum lari, cobalah mengonsumsi makanan yang tidak terlalu tinggi kalori, seperti snack energy bar. Hindari pula makan dan minum sesaat sebelum Anda berlari dan berikan waktu bagi tubuh untuk mencernanya. Salah satu anjuran yang bisa diterapkan yakni makan satu hingga empat jam sebelum berlari.

Tips mencegah kram perut saat lari

Berdasarkan beberapa penyebab di atas, kram perut saat lari dapat dicegah dengan tips berikut ini:
  • Bernapas lebih dalam dan optimal
  • Lakukan pemanasan sebelum berlari
  • Cukupkan kebutuhan air putih namun tidak berlebihan sebelum berlari
  • Tidak makan terlalu banyak sebelum berlari
  • Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula alkohol. Gula alkohol tersebut termasuk eritritol, maltitol, sorbitol, xylitol, dan mannitol.
  • Hindari produk gandum, madu, produk susu, serta buah dan sayuran yang tinggi serat
  • Kurangi asupan lemak karena dapat memberikan sensasi penuh pada perut saat berlari
  • Makan satu hingga empat jam sebelum lari agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan
  • Hindari penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin
  • Pertimbangkan untuk kurangi asupan kafein jika Anda terlalu sering meminum minuman berkafein dan sering mengalami kram perut saat lari
  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen probiotik

Kapan menemui dokter jika alami kram perut saat lari?

Apabila Anda terlalu sering mengalami masalah perut saat lari, walau mungkin telah menjalankan tips di atas, ada kemungkinan bahwa Anda menderita kondisi medis tertentu yang memerlukan bantuan dokter. Misalnya, penyakit Celiac dan sindrom iritasi usus memiliki gejala yang mirip dengan masalah perut saat lari. Namun, gejalanya bisa saja dirangsang oleh aktivitas tertentu.Anda disarankan untuk menemui dokter jika mengalami gejala berikut ini:
  • Mengalami diare dan kram perut yang terjadi lebih dari sekali seminggu
  • Sering sembelit
  • Mengalami mual serta perut bergas dan kembung, terlepas apakah Anda baru berlari atau tidak
  • Feses yang sering encer atau munculnya darah di tinja

Catatan dari SehatQ

Kram perut saat lari dapat dipicu oleh beragam faktor, seperti cara Anda bernapas, terlalu banyak makan dan minum sebelum lari, hingga faktor hormonal. Apabila cara di atas sudah diterapkan namun perut masih kram saat lari yang diiringi gejala di atas, Anda disarankan untuk menemui dokter.
kram ototsakit perutlari
Healthline. https://www.healthline.com/health/runners-stomach
Diakses pada 16 September 2020
Health Xchange. https://www.healthxchange.sg/fitness-exercise/exercise-tips/cramps-while-running-types-causes
Diakses pada 16 September 2020
Runners World. https://www.runnersworld.com/health-injuries/a20832359/whats-causing-my-sudden-abdominal-pain
Diakses pada 16 September 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/avoid-stomach-cramps-when-running-4179039
Diakses pada 16 September 2020
Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/is-it-ok-to-run-on-an-empty-stomach-2911553
Diakses pada 16 September 2020
Web MD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/how-to-stop-runners-cramps
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait