Dermatitis seboroik menimbulkan bercak putih menebal dan berkerak pada kulit kepala, seperti ketombe
Ketombe membandel biasanya merupakan dermatitis seboroik.

Ketombe bukanlah hal yang yang asing bagi kita semua. Ketombe yang sering kita jumpai biasanya hanya berupa serpihan kecil berwarna putih, bertekstur kering, yang berasal dari kulit kepala yang dapat menempel pada rambut.

Meski tidak menular, kehadiran ketombe ini bisa menimbulkan rasa malu. Terlebih dengan ketombe yang “tidak biasa” atau membandel. Ketombe semacam ini sebenarnya merupakan suatu penyakit kulit, yang disebut sebagai dermatitis seboroik.

Ini Cara Mengenali Ketombe Membandel

Dermatitis seboroik paling sering menyerang daerah kulit kepala, dengan ciri khasnya berupa bercak menebal yang bersisik seperti serpihan kulit mati hingga mengerak, dan bersifat kambuh-kambuhan. Selain kulit kepala, dermatitis seboroik juga bisa terjadi pada kulit yang mengandung banyak kelenjar minyak, yaitu wajah, lipatan hidung, alis mata, telinga, kelopak mata, dan dada.

1. Gejala Dermatitis Seboroik

Beberapa gejala lain yang bisa muncul menyertai dermatitis seboroik adalah rasa gatal, bercak-bercak yang menebal dan mengerak, serta berwarna putih-kekuningan. Bercak tersebut menutupi kulit kepala yang kemerahan akibat peradangan.

Kondisi ini biasanya semakin parah apabila penderita dermatitis seboroik mengalami stres . Ketombe jenis ini pun cenderung untuk kambuh pada cuaca yang dingin dan kering.

2. Penyebab Dermatitis Seboroik

Penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, faktor-faktor berikut ini diduga menjadi pemicunya.

  • Adanya jamur (Malassezia) pada lokasi yang kaya akan kelenjar minyak pada kulit
  • Respons abnormal sistem imunitas tubuh
  • Kondisi kejiwaan (psikologis) dan kelainan saraf, seperti depresi dan penyakit Parkinson
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah, yang biasanya sering ditemukan pada penerima cangkok organ dan orang yang menderita HIV/AIDS, peminum alkohol, serta penderita kanker
  • Pengobatan dan terapi yang secara tidak langsung memicu timbulnya dermatitis seboroik

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, dermatitis seboroik lebih sering terjadi pada pria. Hal ini dikaitkan dengan pengaruh hormon androgen yang jumlahnya pada pria.

Penyakit Serupa Dermatitis Seboroik

Selain dermatitis seboroik, terdapat beberapa penyakit lain yang secara kasat mata menunjukkan gejala serupa, yaitu psoriasis dan dermatitis kontak.

1. Psoriasis

Penyakit ini juga menampilkan gambaran ketombe pada kulit kepala yang memerah, serta bercak yang dapat membentuk suatu plak tebal. Pada psoriasis akan lebih banyak ditemukan serpihan berwarna putih abu-abu.

2. Dermatitis Kontak

Hal ini disebabkan oleh reaksi terhadap produk perawatan rambut atau zat kimia yang terpapar pada kulit yang sensitif. Reaksi ini juga dapat menimbulkan ketombe dan kulit kepala yang memerah, tapi jarang hingga mengerak.

Oleh karena itu, apabila Anda merasakan adanya ketombe yang mengerak dan membandel, hingga mengganggu kepercayaan diri dan aktivitas sehari-hari, berkonsultasilah dengan dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan perawatan yang terarah.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seborrheic-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352710
Diakses pada 22 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dandruff/symptoms-causes/syc-20353850
Diakses pada 22 April 2019

Borda LJ, Wikramanayake TC. Seborrheic Dermatitis and Dandruff: A Comprehensive Review. Journal of clinical and investigative dermatology. 2015;3(2)

Artikel Terkait

Banner Telemed