7 Penyebab Kencing Sakit Setelah Berhubungan Intim


Pernahkah Anda mengalami kencing sakit setelah berhubungan intim? Jangan diremehkan, sebab ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkannya. Segera minta bantuan dokter untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

0,0
16 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kencing sakit setelah berhubungan intim dapat disebabkan berbagai macam kondisi medis.Kencing sakit setelah berhubungan intim? Waspadai penyakit menular seksual!
Kencing sakit (disuria) setelah berhubungan intim merupakan kondisi yang sebaiknya perlu Anda waspadai, terutama jika sering terjadi. Selain berpotensi mengganggu aktivitas seksual Anda dan pasangan, kencing sakit setelah berhubungan intim bisa menandakan adanya penyakit pada alat kelamin Anda.

7 penyebab kencing sakit setelah berhubungan intim

Penyebab kencing sakit setelah berhubungan intim biasanya baru bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan dokter. Berikut adalah sejumlah kondisi yang bisa menjadi penyebab kencing sakit setelah berhubungan intim.

1. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan bakteri di saluran kemih dan mengakibatkan peradangan.Selain menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim, infeksi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat berhubungan badan dengan pasangan.Tidak hanya itu, infeksi saluran kemih juga bisa mengundang gejala merugikan lainnya, di antaranya:
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Warna urine yang berawan
  • Perubahan warna urine menjadi merah, merah muda, atau cokelat
  • Bau urine yang tak sedap
  • Nyeri panggul.
Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan antibiotik resep untuk mengatasi infeksi saluran kemih. Jadi, periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Uretritis

Kencing sakit setelah berhubungan intim dapat disebabkan uretritis
Hati-hati, kencing sakit bisa disebabkan uretritis!
Uretritis adalah infeksi bakteri atau virus yang menyerang bagian uretra, yaitu tabung tipis panjang yang membawa urine dari kandung kemih ke bagian ujung penis untuk dikeluarkan. Uretritis umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual.Selain dapat menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim, uretritis juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti:
  • Sering kebelet kencing
  • Rasa gatal di lubang keluarnya urine
  • Keluarnya cairan berupa nanah, urine berawan, atau lendir dari uretra
  • Nyeri panggul.
Sama seperti infeksi saluran kemih, uretritis pun dapat diatasi dengan obat-obatan antibiotik. Untuk mendapatkan pengobatan terbaik, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.

3. Infeksi jamur vagina

Tidak hanya pria, kencing sakit setelah berhubungan intim pun juga dapat dirasakan oleh kaum hawa. Salah satu kemungikan penyebab yang khususnya dialami wanita adalah infeksi jamur.Infeksi ini disebabkan oleh jamur bernama candida albicans. Setidaknya, 3 dari 4 wanita akan merasakan infeksi jamur vagina di dalam hidup mereka.Selain menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim, infeksi jamur vagina ini dapat menyebabkan rasa tak nyaman atau sakit saat berhubungan seks, rasa gatal di vagina, vulva (bagian luar vagina) membengkak dan kemerahan, hingga muncul ruam.Dokter bisa memberikan obat bernama fluconazole untuk mengatasi infeksi jamur vagina. Namun, obat ini tidak akan direkomendasikan jika Anda sedang hamil.Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan obat-obatan antijamur untuk mengatasi dominasi jamur candida albicans di vagina.

4. Vaginosis bakteri

Vaginosis bakteri terjadi akibat adanya pertumbuhan bakteri yang tak terkontrol di bagian vagina. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perubahan kadar pH di vagina.Kencing sakit setelah berhubungan intim bukanlah satu-satunya gejala vaginosis bakteri. Kondisi yang menyerang wanita ini juga bisa memunculkan gejala lain, di antaranya:
  • Gatal di sekitar vagina
  • Keluarnya cairan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Bau tak sedap yang semakin tercium setelah berhubungan intim.
Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan merekomendasikan obat-obatan antibiotik untuk mengatasinya.

5. Atrofi vagina

Atrofi vagina merupakan kondisi yang menyebabkan jaringan dinding vagina menipis dan kering. Hal ini dapat mengundang rasa gatal akibat iritasi sehingga menimbulkan rasa tak nyaman ketika berhubungan intim.Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim. Selain itu, atrofi vagina juga bisa menyebabkan munculnya gejala lain, seperti:
  • Sering kebelet kencing
  • Keluarnya urine tanpa disadari
  • Sering mengalami infeksi saluran kemih.
Meskipun atrofi vagina seringkali dirasakan wanita yang sedang dalam fase menopause, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh wanita yang kadar hormon estrogennya sedang turun.Dokter umumnya akan merekomendasikan obat atau injeksi penambah hormon estrogen untuk mengatasi gejala-gejala atrofi vagina yang sangat mengganggu itu.

6. Prostatitis

Kencing sakit setelah berhubungan intim dapat disebabkan oleh atrofi vagina
Prostatitis dapat sebabkan kencing sakit
Prostatitis adalah peradangan atau pembengkakan kelenjar prostat. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Namun Anda tidak perlu khawatir, prostatitis dapat diatasi.Pada pria prostatitis biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, ada juga beberapa kasus yang penyebabnya masih belum diketahui.Tidak hanya kencing sakit setelah berhubungan intim, prostatitis pun sering kali menyebabkan:
  • Urine berawan buram
  • Urine berdarah
  • Sering kebelet kencing (meskipun air kencing yang dikeluarkan sangat sedikit)
  • Demam atau menggigil
  • Nyeri otot.
Jika memang prostatitis yang Anda alami disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik untuk melawan bakterinya.

7. Penyakit menular seksual

Beberapa penyakit menular seksual dapat menyebabkan kencing sakit setelah berhubungan intim, di antaranya klamidia, gonorea, trikomoniasis, dan herpes alat kelamin.Cara mengobati berbagai penyakit menular seksual ini berbeda-beda. Periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Kapan sebaiknya kencing sakit setelah berhubungan intim ditangani dokter?

Seperti yang sudah ditegaskan, kencing sakit setelah berhubungan intim sebaiknya perlu mendapatkan penanganan.Datanglah ke dokter jika Anda merasakan rasa terbakar atau nyeri saat kencing, terutama jika ditemani gejala-gejala ini:
  • Urine berdarah
  • Urine berwarna merah muda, cokelat, atau merah
  • Nyeri punggung
  • Rasa nyeri yang bertahan selama 24 jam
  • Munculnya cairan dari penis atau vagina
  • Demam.
Kencing sakit setelah berhubungan intim sebaiknya tidak Anda remehkan atau hiraukan, apalagi jika sering terjadi.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kencing sakit setelah berhubungan intim, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
kesehatan organ intimsekshubungan seksualorgan intim wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/burning-after-sex#if-you-have-a-vagina
Diakses pada 2 Oktober 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/symptoms-causes/syc-20378999
Diakses pada 2 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/prostatitis/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait