Penyebab Keluar Darah Saat Memasukkan Jari ke Vagina dan Cara Mencegahnya

Memasukkan jari ke vagina mungkin bisa merangsang pasangan, namun perhatikan juga risikonya
Perdarahan vagina bisa saja terjadi ketika memasukkan jari ke vagina

Ada berbagai cara bagi para pasangan untuk melakukan aktivitas seks. Mulai dari penetrasi penis, seks oral, seks anal, hingga fingering vagina atau memasukkan jari ke vagina untuk meningkatkan rangsangan. 

Memasukkan jari ke vagina termasuk salah satu dari beragam jenis aktivitas seksual yang bertujuan meningkatkan gairah bercinta. Sayangnya, tindakan ini bukan tanpa risiko. Fingering berisiko menyebabkan vagina berdarah.

Penyebab vagina berdarah saat memasukkan jari ke vagina

Vagina berdarah sebenarnya merupakan hal yang umum terjadi sesaat setelah melakukan kegiatan seksual yang berhubungan dengan vagina, termasuk memasukkan jari ke vagina atau fingering

Jika vagina Anda berdarah ketika fingering, mungkin saja penyebab adalah hal-hal berikut ini:

1. Cedera ringan

Ketika Anda terangsang secara seksual, peredaran darah pada organ intim menjadi lancar. Akibatnya, jaringan dan pembuluh darah pada vagina mengalami pelebaran, termasuk bibir vagina dan klitoris yang membesar.

Peredaran darah pada vagina yang banyak tersebut juga dapat meningkatkan risiko perdarahan. Misalnya, akibat cedera ringan atau iritasi yang melukai jaringan tipis pada vagina. 

Anda mungkin akan mengalami rasa sakit yang ringan atau sensasi seperti terbakar sebelum mengalami perdarahan ringan. Namun jika perdarahan tergolong berat dan disertai rasa nyeri hebat selama beberapa jam, ini bisa saja menandakan cedera yang cukup serius. Jadi, berkonsultasilah dengan dokter.

2. Vagina tergores

Vagina mempunyai tekstur kulit yang lebih tipis dan sensitif. Adanya tekanan, dorongan, atau gesekan dari jari dan kuku tangan bisa membuat kulit vagina tergores sehingga menyebabkan perdarahan.  

3. Selaput dara meregang

Selaput dara akan meregang bahkan robek ketika ada benda asing yang masuk ke vagina. Misalnya jari maupun penis.

Kondisi tersebut termasuk normal, terutama bagi Anda yang masih perawan dan belum pernah berhubungan intim atau melakukan aktivitas seksual berkaitan dengan vagina.

4. Flek di antara siklus haid

Terkadang, keluarnya darah dari vagina dapat terjadi di antara siklus haid. Kondisi ini bukan disebabkan oleh fingering. Mungkin saja kemunculan perdarahan ini kebetulan bertepatan dengan waktu Anda berhubungan seks. 

Munculnya flek darah meski tidak haid bisa merupakan kondisi normal karena perubahan hormon, tapi juga dapat menjadi tanda dari gangguan medis tertentu. Misalnya, penyakit seksual menular seperti klamidia.

Oleh sebab itu, flek di antara siklus haid tetap perlu diperiksakan ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui. 

5. Iritasi pada leher rahim

Leher rahim atau serviks terletak di bagian bawah rahim. Organ ini membentuk sebuah jalan kecil yang menghubungkan rahim dan vagina.

Posisi leher rahim dapat berubah selama siklus menstruasi. Serviks bisa berada di posisi yang lebih tinggi atau lebih rendah. 

Ketika posisi leher rahim lebih rendah, aktivitas memasukkan jari ke vagina dapat memicu iritasi, sehingga menyebabkan perdarahan ringan. 

Selain itu, penyebab keluarnya darah dari vagina juga bisa akibat serviks yang meradang. Kondisi ini disebut servisitis.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami servisitis. Salah satunya adalah penyakit menular seksual

6. Vagina kering

Kondisi vagina kering dapat menyebabkan iritasi sehingga keluar darah dari vagina saat melakukan fingering. Saat ini terjadi, aktivitas seksual Anda dan pasangan menjadi terasa menyakitkan atau tidak nyaman. 

Dalam kondisi ini, cairan lubrikasi atau pelumas sangat dibutuhkan saat melakukan hubungan seks agar vagina tidak dalam kondisi kering dan memicu rasa sakit. 

7. Penyebab lainnya

Penyebab lain apabila darah keluar sesaat setelah memasukkan jari ke vagina meliputi infeksi vagina atau infeksi leher rahim. Jika infeksi menyebabkan terjadinya pembengkakan atau iritasi di area serviks, darah akan mudah keluar setelah Anda dan pasangan berhubungan intim. 

Cara mencegah vagina berdarah akibat memasukkan jari ke vagina

Fingering vagina adalah salah satu kegiatan seks dengan kemungkinan rendah untuk menimbulkan penyakit menular seksual. Meski begitu, bukan berarti memasukkan jari ke vagina pasti bebas dari risiko. 

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan fingering, perhatikan hal-hal di bawah ini agar kegiatan memasukkan jari ke vagina tetap aman dan penuh kenikmatan:

  • Pastikan pasangan Anda sudah membersihkan tubuh dan mencuci tangan sebelum melakukan hubungan seks. 
  • Minta pasangan Anda untuk memotong kuku agar meminimalisir terjadinya vagina berdarah. 
  • Tunggu sampai Anda sudah merasa terangsang sepenuhnya sebelum pasangan mulai memasukkan jari ke vagina. 
  • Gunakan pelumas agar vagina tidak kering dan berujung pada munculnya rasa nyeri. 
  • Minta pasangan Anda untuk berhenti atau mengurangi intensitas sentuhan bila fingering vagina terasa menyakitkan. Memasukkan jari ke vagina dengan paksa akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri. 

Apabila keluarnya darah dari vagina saat fingering tidak menimbulkan gejala lain yang mengganggu, Anda tidak perlu khawatir. Namun jika perdarahan vagina akibat memasukkan jari ke vagina tidak kunjung berhenti selama tiga hari dan disertai rasa nyeri, gatal, dan tidak nyaman, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/bleeding-after-being-fingered#1
Diakses pada 6 November 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325900.php
Diakses pada 6 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/sex-activities-and-risk/
Diakses pada 6 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed