Penyebab Kelainan pada Kulit yang Mungkin Ada pada Diri Anda

Kelainan pada kulit bisa karena kekurangan pigmen atau kelebihan pigmen
Kelainan pada kulit bisa berupa kekurangan pigmen maupun kelebihan pigmen.

Tidak semua orang lahir dengan warna kulit yang sama. Ada pula beberapa orang yang mengalami kelainan pada kulit dengan wujud kulit belang. Kulit belang bisa dikategorikan ke dalam dua kondisi, yakni hiperpigmentasi dan hipopigmentasi.

[[artikel-terkait]]

Apa itu hiperpigmentasi?

Hiperpigmentasi adalah area kulit yang berwarna lebih gelap dibanding kulit di sekitarnya. Seperti namanya, kondisi ini terjadi karena kulit memproduksi lebih banyak melanin (pigmen yang memberi warna pada kulit).

Kelainan pada kulit ini sebetulnya wajar dan bisa dialami oleh semua tipe kulit. Namun pada kasus tertentu, hiperpigmentasi bisa jadi merupakan tanda dari adanya penyakit lain  dalam tubuh Anda.

Sebagian besar penyebab terjadinya kelainan pada kulit ini meliputi:

  • Paparan sinar matahari. Semakin lama Anda terpapar sinar matahari, semakin banyak melanin yang akan terbentuk guna melindungi kulit. Kondisi ini bisa mengakibatkan timbulnya flek hitam yang disebut juga flek matahari.
  • Peradangan pada kulit. Kulit bisa menjadi hitam jika pernah mengalami peradangan, misalnya akibat jerawat, eksim, lupus, atau luka. Orang dengan kulit gelap berpotensi mengalami hiperpigmentasi lebih besar daripada orang kulit putih meski sama-sama mengalami peradangan.
  • Melasma, yaitu area hitam yang timbul ketika Anda mengalami perubahan hormon (seperti saat hamil).
  • Reaksi terhadap obat-obatan tertentu, contohnya obat antimalaria atau antidepresan, yang bisa menyebabkan hiperpigmentasi pada kulit Anda. Dalam kasus ini bercak kulit dapat berubah menjadi abu-abu.
  • Kondisi kesehatan yang lebih serius. Jangan abaikan hiperpigmentasi yang Anda derita karena bisa jadi tanda dari penyakit tertentu, seperti penyakit Addison dan hemokromatosis.

Bagaimana dengan hipopigmentasi?

Berkebalikan dengan hiperpigmentasi, hipopigmentasi adalah kelainan pada kulit yang mengakibatkan beberapa area kulit berwarna lebih terang dari kulit di sekitarnya. Kondisi ini bisa hanya terjadi pada sejumlah titik maupun di sekujur tubuh.

Kelainan pada kulit ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, maupun cedera yang didapatkan sewaktu-waktu. Bedanya, hipopigmentasi akibat faktor genetik akan menyebar di seluruh badan, sedangkan hipopigmentasi karena cedera hanya terjadi di lokasi cedera.

Berikut beberapa kondisi kesehaan yang biasanya menyebabkan hipopigmentasi:

  • Albino. Kelainan kulit ini mudah dikenali karena penderita tidak memiliki pigmen. Penderitanya memiliki warna rambut, alis, hingga bulu mata yang berwarna pucat atau putih. Kondisi ini disebabkan oleh mutasi genetik sejak lahir.
  • Vitiligo. Sekitar dua persen di antara manusia di dunia mengidap kelainan kulit ini. Sama seperti albino, vitiligo menyebabkan kulit tampak putih atau pucat, namun kemunculannya berupa bercak-bercak dan klit belang di sekujur tubuh.
  • Pityriasis alba. Kondisi ini bisa jadi merupakan bekas penyakit kulit yang pernah Anda derita, misalnya eksim. Pityriasis alba akan sembuh sendirinya seiring pertambahan usia.
  • Panu, yang disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dari jamur yang ada pada kulit.
  • Lichen sclerosus dengan gejala bercak putih yang bisa membesar, berdarah, dan meninggalkan bekas. Biasanya terjadi di area genital, tapi bisa juga terjadi di sekitar payudara, lengan, dan tubuh bagian atas.
  • Penyebab lainnya, misalnya dermatitis atopik, dermatitis kontak, kutil yang sudah sembuh, infeksi pada kulit, psoriasis, maupun bekas luka biasa dan luka bakar.

Apapun penyebab kelainan kulit yang Anda alami, diagnosis pastinya harus dilakukan dengan konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter. Dengan mengetahui penyebabnya, pengobatan pun bisa dilakukan dengan saksama.

Healthline. https://www.healthline.com/health/skin-disorders/hypopigmentation#causes
Diakses pada 24 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323808.php
Diakses pada 24 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/245081.php
Diakses pada 24 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed