Penyebab Kecelakaan Kerja yang Patut Anda Waspadai

Ada beberapa jenis kecelakaan kerja berdasarkan penyebab dan dampaknya
Kecelakaan kerja dapat terjadi karena beberapa faktor

Tidak ada orang yang ingin mengalami kecelakaan kerja, tapi kadang kala hal tersebut tidak terhindarkan. Selain perusahaan wajib menyediakan sarana keselamatan kerja, Anda juga sebaiknya mengetahui penyebab kecelakaan kerja yang umum terjadi agar dapat menghindarinya.

Kecelakaan kerja adalah insiden atau kejadian yang mengakibatkan seseorang menderita cedera fisik maupun mental. Kecelakaan ini terjadi karena hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan, misalnya kecelakaan di tempat kerja atau di perjalanan saat Anda melakukan pekerjaan.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan pada 2019, total kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 77.295 kasus. Meski jumlah ini turun 33 persen dibanding 2018, angka tersebut masih cukup tinggi sehingga Anda patut waspada selama menjalankan tugas.

Apa saja penyebab kecelakaan kerja?

Kecelakaan kerja biasanya terjadi karena kombinasi beberapa faktor penyebab terjadinya insiden. Faktor-faktor penyebab kecelakaan kerja itu sendiri dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu:

  • Faktor manusia

Faktor ini merupakan tindakan yang diambil atau tidak diambil untuk mengontrol cara kerja di perusahaan.

  • Faktor material

Penyebab kecelakaan kerja ini berupa ledakan, kebakaran, dan paparan tidak terduga dari zat beracun yang digunakan dalam industri yang bersangkutan, misalnya zat asam atau zat kimia berbahaya

  • Faktor peralatan

Faktor ini termasuk peralatan yang tidak terjaga dengan baik sehingga rentan mengalami kegagalan fungsi dan mengakibatkan kecelakaan kerja.

  • Faktor lingkungan

Penyebab kecelakaan kerja ini mengacu pada keadaan tempat kerja, misalnya suhu, kebisingan, kualitas udara, maupun kualitas pencahayaan.

  • Faktor proses

Ini termasuk ancaman yang muncul dari proses produksi, seperti debu yang beterbangan, uap, asap, hingga suara bising yang berhubungan dengan faktor produksi.

Jenis cedera akibat kecelakaan kerja

Tidak semua kecelakaan kerja menimbulkan korban cedera, meski tidak jarang juga hal ini justru mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Cedera akibat kecelakaan kerja sendiri dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan tingkat keparahannya, yaitu:

  • Cedera fatal (fatality): kecelakaan kerja yang sampai mengakibatkan seseorang meninggal dunia.
  • Cedera yang menyebabkan hilangnya waktu kerja (loss time injury): kecelakaan kerja yang mengakibatkan seseorang menderita cacat permanen atau kehilangan waktu produktifnya selama satu hari kerja atau lebih.
  • Cedera yang menyebabkan kehilangan hari kerja (loss time day): kecelakaan kerja yang mengakibatkan karyawan tidak bisa masuk kerja.
  • Tidak mampu kerja atau kerja terbatas (restricted duty): kecelakaan yang mengakibatkan karyawan mengalami perubahan bagian atau jadwal/pola kerja.
  • Dirawat di rumah sakit (medical treatment injury): kecelakaan kerja yang mengakibatkan seseorang harus dirawat inap di rumah sakit atau rawat jalan dengan pengawasan dokter.
  • Cedera ringan (first aid injury): misalnya luka lecet, mata kemasukan debu hingga iritasi, dan lain-lain.
  • Tidak menimbulkan cedera (non-injury accident): kejadian potensial yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. Namun, kebakaran, peledakan, dan pembuangan limbah tidak termasuk dalam cedera kategori ini.

Pertolongan pertama pada cedera tentu sangat bergantung pada tingkat cedera yang dialami oleh pekerja dalam kecelakaan kerja tersebut. Orang yang mengalami cedera fatal harus segera dirujuk ke rumah sakit, sedangkan cedera ringan mungkin bisa diredakan di tempat kerja itu sendiri dengan pertolongan pertama yang sederhana.

Mencegah kecelakaan kerja

Bukan hanya karyawan yang harus menjaga diri agar tidak mengalami kecelakaan kerja. Pemilik usaha juga harus melakukan berbagai tindakan pencegahan yang diatur dalam Undang-Undang nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Dalam Pasal 9 UU nomor 1 Tahun 1970 ini dijelaskan bahwa pihak perusahaan wajib menunjukkan dan menjelaskan kondisi serta bahaya yang bisa timbul di tempat kerja tersebut. Selain itu, karyawan diwajibkan mengenakan alat-alat pelindung diri serta mempraktekkan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya.

Selain itu, perusahaan juga bisa menyediakan asuransi bagi karyawannya. Salah satu opsi yang bisa dipilih adalah mendaftarkan karyawan pada program Jaminan Kecelakaan Kerja dari BPJS Kesehatan yang memberi perlindungan atas risiko-risiko kecelakaan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya.

Dengan demikian, kecelakaan kerja diharapkan dapat terminimalisasi. Atau setidaknya, bila terjadi kecelakaan kerja, para pekerja hanya cedera ringan bahkan tidak mengalami cedera sama sekali.

AES Denmark. https://aes.dk/en/English/Industrial-injuries/What-is-an-industrial-injury/What-is-an-accident-at-work.aspx
Diakses pada 30 Juni 2020

Kemnaker. https://kemnaker.go.id/news/detail/menaker-jadikan-k3-sebagai-prioritas-dalam-bekerja
Diakses pada 30 Juni 2020

ILO. https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/@asia/@ro-bangkok/@ilo-jakarta/documents/publication/wcms_237650.pdf
Diakses pada 30 Juni 2020

UU Nomor 1 Tahun 1970. https://jdih.kemnaker.go.id/data_puu/peraturan_file_32.pdf
Diakses pada 30 Juni 2020

BPJS Ketenagakerjaan. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/jaminan-kecelakaan-kerja.html
Diakses pada 30 Juni 2020

UNY. http://staffnew.uny.ac.id/upload/131572389/pendidikan/materi-ajar-k3-ft-uny-20152-kecelakaan-akibat-kerja-dan-penyakit-akibat-kerjabadraningsih-l.pdf
Diakses pada 30 Juni 2020

Artikel Terkait