Rambut Botak? Ini Dia Penyebab dan Cara Mengatasinya


Penyebab kebotakan pada pria ada beberapa macam, mulai dari gangguan hormon, hingga stres dan masalah autoimun. Kebotakan dapat diatasi dengan sejumlah cara seperti menggunakan obat penumbuh rambut dan menerapkan gaya hidup sehat.

(0)
08 Apr 2021|Rhandy Verizarie
penyebab kebotakan pada priaPenyebab kebotakan pada pria mulai dari gangguan hormon hingga gangguan autoimun
Tidak bisa dipungkiri, usia yang semakin bertambah membuat rambut pria mengalami kerontokan, bahkan hingga rambut menjadi botak. Namun, terlepas dari faktor usia tersebut, ada sejumlah penyebab kebotakan lainnya yang perlu diwaspadai pria. Pasalnya, faktor penyebab tersebut tak jarang memicu kebotakan dini pada pria. Apa saja penyebab rambut pria botak yang dimaksud? Berikut informasinya.

Penyebab kebotakan pada pria

Kebotakan umumnya terjadi secara bertahap. Awalnya, Anda akan mengalami rambut rontok yang kemudian diikuti dengan menipisnya rambut hingga kulit kepala terlihat jelas. Pada dasarnya, kebotakan terjadi akibat siklus pertumbuhan dan kerontokan rambut yang bermasalah, atau adanya gangguan folikel rambut.Berikut ini macam-macam penyebab kebotakan pada pria yang perlu Anda pahami:

1. Hormon

Penyebab botak pada pria yang pertama adalah gangguan hormon, dalam hal ini hormon dihidrotestosteron (DHT). Kondisi ini dikenal sebagai alopecia androgenetic yang mengakibatkan kebotakan berpola pada pria (male pattern baldnessMenurut American Hair Loss Association, 95 persen kasus kebotakan pada pria merupakan alopecia androgenetik.Hormon DHT merupakan salah satu penyebab terjadinya kebotakan. Tinjauan ilmiah dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, FKUI, mengatakan bahwa alopecia androgenetik disebabkan oleh folikel rambut yang terlalu sensitif terhadap hormon DHT.Akibatnya, folikel rambut mengalami kerusakan dan tidak bisa memproduksi rambut secara normal. Kondisi ini umumnya terjadi karena faktor keturunan (genetik).

2. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan yang ditujukan untuk mengatasi penyakit tertentu, seperti kanker, darah tinggi, gangguan jantung, artritis, hingga depresi juga disebut-sebut dapat memicu kerontokan rambut yang berujung kebotakan pada pria.

3. Perawatan rambut 

Jangan salah, kebotakan yang Anda alami justru mungkin saja disebabkan oleh perawatan rambut yang tidak tepat. Sebagai contoh, Anda menggunakan minyak rambut yang mengandung bahan keras. Akibatnya, bahan tersebut akan merusak folikel hingga akhirnya tidak mampu untuk memproduksi rambut secara normal.Selain itu, sejumlah gaya rambut mengharuskan rambut untuk ditarik secara kuat. Lama-kelamaan, hal tersebut dapat menyebabkan folikel rambut rusak. Inilah yang mungkin menjadi salah satu penyebab kebotakan dini.

4. Terapi medis

Penyebab kebotakan pada pria yang lainnya adalah terapi medis, seperti terapi radiasi (radioterapi) dan kemoterapi untuk pengobatan kanker. Terapi-terapi tersebut umumnya akan membuat rambut rontok pada masa pengobatan.

5. Stres

Beberapa pria juga dilaporkan mengalami kerontokan rambut ketika mengalami stres atau kejadian yang membuat shock. Akan tetapi, botak yang disebabkan oleh stres biasanya bersifat sementara. Seiring berjalannya waktu dan stres dapat terkendali, rambut akan kembali tumbuh dengan normal.

6. Gangguan autoimun

Pada beberapa kasus, penyebab kebotakan bisa karena gangguan autoimun. Biasanya akan terjadi kebotakan pada sebuah area kecil di kulit kepala. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai alopecia areata.Alopecia areata terjadi akibat kesalahan sistem imun yang salah mengenali sel-sel sehat di dalam tubuh. Sistem imun menganggap folikel sebagai substansi yang berbahaya. Alhasil, sistem imun justru menyerang folikel hingga ‘pabrik’ rambut tersebut mengecil.Folikel rambut yang mengecil lantas tidak dapat memproduksi rambut baru untuk menggantikan rambut yang rontok. Akibatnya, rambut terus menipis dan menjadi botak.

Cara mengatasi kebotakan pada pria

Cara mengatasi kebotakan pada pria ada berbagai macam, seperti:
  • Menggunakan obat penumbuh rambut (minoxidil, finasteride)
  • Transplantasi rambut
  • Terapi laser
Jika belum sampai botak, Anda mungkin dapat mencoba mengatasi rambut rontok pada pria dengan penggunaan bahan alami, seperti minyak kelapa atau lidah buaya.Lantas, apakah rambut yang sudah botak bisa tumbuh kembali? Hal ini tergantung dari penyebab kebotakan itu sendiri. Pada kasus seperti male pattern baldness, rambut mungkin tidak akan bisa tumbuh lagi seperti sedia kala.Sementara, pada kasus alopecia areata, rambut botak bisa tumbuh lagi. Walau demikian, agak sulit diprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai rambut tumbuh sempurna. Begitu juga untuk kebotakan pada pria yang disebabkan oleh gangguan hormon.Apabila rambut botak terjadi akibat kemoterapi, biasanya rambut akan tumbuh kembali dalam kurun waktu 2-3 minggu ke depan setelah terapi selesai.

Catatan dari SehatQ

Rambut botak mungkin dapat membuat Anda jadi tidak percaya diri. Oleh sebab itu, lakukan sejumlah langkah pencegahan terhadap masalah ini seperti:
  • Menghindari penggunaan obat penyebab kebotakan
  • Mengonsumsi buah dan sayuran
  • Hindari menggunakan produk perawatan rambut berbahan keras
  • Kelola stres dengan baik
  • Istirahat yang cukup
Sekiranya cara-cara di atas belum juga mampu menghindari Anda dari kebotakan, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna memastikan penyebab kebotakan yang dialami sehingga bisa langsung ditangani. Anda juga bisa berkonsultasi seputar permasalahan rambut dengan dokter spesialis di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Dengan fitur chat dokter, konsultasi medis jadi mudah tanpa perlu keluar rumah. Download sekarang di App Store dan Google Play
rambut rontokbotakkebotakankesehatan pria
American Hair Loss Association. https://www.americanhairloss.org/men_hair_loss/introduction.html Diakses pada 25 Maret 2021Healthline. http://healthline.com/health/how-long-does-it-take-for-hair-to-grow-back#hair-loss Diakses pada 25 Maret 2021Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hair-loss/symptoms-causes/syc-20372926 Diakses pada 25 Maret 2021Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). http://www.perdoski.or.id/doc/mdvi/fulltext/27/172/96-101.pdf Diakses pada 25 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait