Kenali dan Hindari Penyebab Katarak Berikut Ini pada Lansia

Katarak salah satu penyakit mata yang paling sering terjadi pada lansia.
Lama-kelamaan, katarak bisa semakin parah dan menutupi sebagian besar area lensa mata.

Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering terjadi pada lansia. Tidak jarang, penyakit ini juga menjadi penyebab terjadinya kebutaan. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab terjadinya katarak pada lansia.

Selain itu, faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena katarak juga umumnya akan meningkat, seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, katarak kerap disebut sebagai penyakit lansia. Lalu, bagaimana sebenarnya usia memengaruhi munculnya katarak? Berikut ini penjelasannya.

Penyebab Katarak pada Lansia

Lensa mata yang terletak di belakang pupil dan iris mata, bekerja dengan cara yang serupa dengan lensa kamera. Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina yang terletak di bagian belakang bola mata. Lensa mata juga berfungsi untuk menyesuaikan fokus penglihatan agar kita dapat melihat dengan jelas.

1. Susunan Lensa Mata

Sebagian besar lensa mata terbuat dari air dan protein. Protein tersebut tersusun sedemikian rupa agar lensa dapat tetap bening sehingga memungkinkan cahaya untuk masuk melewatinya.

2. Gangguan pada Lensa Mata

Namun, seiring bertambahnya usia, protein tersebut dapat menumpuk dan menggumpal menjadi satu. Hal ini menyebabkan sebagia area dari lensa mata menjadi terlihat buram. Kondisi inilah yang disebut dengan katarak.

Semakin lama, katarak tersebut dapat berkembang menjadi semakin besar dan menutupi sebagian besar area lensa mata, yang menyebabkan penderita katarak sulit untuk melihat.

Katarak dapat terbentuk di salah satu maupun kedua mata sekaligus, namun dengan tingkat keparahan yang berbeda. Katarak di satu mata dapat lebih parah dibandingkan dengan mata yang lain, sehingga membuat perbedaan kemampuan melihat di antara keduanya.

Faktor Risiko Katarak pada Lansia

Tidak hanya akibat usia, perubahan susunan protein yang menyebabkan katarak juga dapat dipicu oleh berbagai macam faktor. Berikut ini sejumlah faktor risiko katarak selain usia tua.

 

  • Radiasi sinar ultraviolet dari matahari maupun sumber lainnya
  • Kebiasaan merokok
  • Sebagai akibat dari cedera atau peradangan pada mata yang pernah dialami
  • Sebagai akibat dari operasi mata yang pernah dijalani
  • Terapi penggantian hormon
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebih
  • Rabun jauh yang sudah parah
  • Faktor keturunan dari keluarga yang pernah menderita katarak

 

 

 

 

Selain itu, beberapa penyakit yang kerap dialami lansia juga dapat meningkatkan risiko terkenanya katarak, seperti:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Obesitas
  • Penggunaan obat-obatan jenis kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Konsumsi obat-obatan statin untuk menurunkan kadar kolesterol

Baru-baru ini juga muncul teori yang menyebutkan, banyak kasus katarak yang disebabkan oleh perubahan oksidatif pada lensa mata. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi mengenai nutrisi yang menyatakan, sayur dan buah yang tinggi akan antioksidan, berpotensi untuk membantu pencegahan beberapa jenis katarak.

Setelah mengenali penyebab katarak serta faktor risikonya seperti di atas, Anda dapat mulai melakukan langkah-langkah agar dapat terhindar dari penyakit mata yang satu ini. Apabila Anda mulai merasakan gangguan penglihatan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter, sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi lebih parah.

National Eye Institute. https://nei.nih.gov/health/cataract/cataract_facts
Diakses pada 8 April 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/cataracts.htm
Diakses pada 8 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790
Diakses pada 8 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed