logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Penyebab Katarak pada Lansia dan Faktor Risikonya

open-summary

Penyebab katarak pada lansia adalah karena adanya penumpukan protein di lensa mata. Sejumlah faktor berperan dalam meningkatkan risiko katarak pada lansia, seperti radiasi sinar ultraviolet, faktor genetik, hingga kebiasaan merokok.


close-summary

4.25

(12)

12 Apr 2019

| Nina Hertiwi Putri

Penyebab katarak pada lansia

Penyebab katarak pada lansia adalah adanya penumpukan protein pada lensa mata

Table of Content

  • Penyebab katarak pada lansia
  • Faktor risiko katarak pada mata lansia
  • Ciri-ciri katarak pada mata
  • Kapan harus periksa ke dokter?
  • Pengobatan katarak mata pada lansia
  • Catatan dari SehatQ

Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang paling sering terjadi pada lansia. Tidak jarang, penyakit ini juga menjadi penyebab terjadinya kebutaan. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab katarak pada lansia.

Advertisement

Selain itu, faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena katarak juga umumnya akan meningkat, seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, katarak kerap disebut sebagai penyakit lansia. Lalu, bagaimana sebenarnya usia memengaruhi munculnya katarak? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca Juga

  • 11 Penyebab Mata Sakit saat Berkedip yang Patut Diwaspadai
  • Mengenal Diplopia yang Dialami Marc Marquez Usai Kecelakaan di Mandalika
  • Penyebab Lansia Mudah Mengantuk dan Tidur Sepanjang Hari, Perlukah Khawatir?

Penyebab katarak pada lansia

penyebab katarak pada lansia
Penyebab katarak pada lansia adalah penumpukan protein di lensa mata

Lensa mata yang terletak di belakang pupil dan iris mata, bekerja dengan cara yang serupa dengan lensa kamera. Lensa berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina yang terletak di bagian belakang bola mata. Lensa mata juga berfungsi untuk menyesuaikan fokus penglihatan agar kita dapat melihat dengan jelas.

Adanya masalah pada lensa mata inilah yang menjadi penyebab katarak pada lansia.

Perlu diketahui, sebagian besar lensa mata terbuat dari air dan protein. Protein tersebut tersusun sedemikian rupa agar lensa dapat tetap bening sehingga memungkinkan cahaya untuk masuk melewatinya.

Namun, seiring bertambahnya usia, protein tersebut dapat menumpuk dan menggumpal menjadi satu. Hal ini menyebabkan sebagia area dari lensa mata menjadi terlihat buram. Kondisi inilah yang disebut dengan katarak.

Semakin lama, katarak tersebut dapat berkembang menjadi semakin besar dan menutupi sebagian besar area lensa mata, yang menyebabkan penderita katarak sulit untuk melihat.

Katarak dapat terbentuk di salah satu maupun kedua mata sekaligus, namun dengan tingkat keparahan yang berbeda. Katarak di satu mata dapat lebih parah dibandingkan dengan mata yang lain, sehingga membuat perbedaan kemampuan melihat di antara keduanya.

Faktor risiko katarak pada mata lansia

Tidak hanya akibat usia, perubahan susunan protein yang menyebabkan katarak juga dapat dipicu oleh berbagai macam faktor. Berikut ini sejumlah faktor risiko penyebab katarak pada lansia selain usia:

  • Radiasi sinar ultraviolet dari matahari maupun sumber lainnya
  • Kebiasaan merokok
  • Sebagai akibat dari cedera atau peradangan pada mata yang pernah dialami
  • Sebagai akibat dari operasi mata yang pernah dijalani
  • Terapi penggantian hormon
  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol berlebih
  • Rabun jauh yang sudah parah
  • Faktor keturunan dari keluarga yang pernah menderita katarak

Selain itu, beberapa penyakit yang kerap dialami lansia juga dapat meningkatkan risiko munculnya katarak, seperti:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Obesitas
  • Penggunaan obat-obatan jenis kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Konsumsi obat-obatan statin untuk menurunkan kadar kolesterol

Baru-baru ini juga muncul teori yang menyebutkan, banyak kasus katarak yang disebabkan oleh perubahan oksidatif pada lensa mata. Pernyataan ini didukung oleh sebuah studi mengenai nutrisi yang menyatakan, sayur dan buah yang tinggi akan antioksidan, berpotensi untuk membantu pencegahan beberapa jenis katarak.

Ciri-ciri katarak pada mata

Katarak pada lansia terjadi secara bertahap. Pada awalnya, katarak mungkin tidak memunculkan gejala yang signifikan. Namun, ketika penyakit mata ini sudah semakin memburuk, sejumlah gejala katarak pada lansia akan terasa, yaitu meliputi:

  • Penglihatan buram
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penurunan penglihatan di malam hari atau di tempat yang minim cahaya
  • Objek yang dilihat tampak menguning
  • Objek yang dilihat menjadi ganda
  • Muncul lingkaran saat melihat (re: halo)
  • Penurunan kemampuan melihat sehingga harus sering bergonta-ganti lensa kacamata

Kapan harus periksa ke dokter?

Periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengarah pada katarak. Untuk mengetahui penyebab katarak pada lansia sekaligus menentukan langkah pengobatan yang tepat, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu, meliputi:

  • Anamnesis. Dokter akan bertanya kepada pasien seputar riwayat medis yang dimiliki. Selain itu, dokter juga akan menanyakan obat-obatan yang pernah atau sedang dikonsumsi oleh pasien.
  • Tes penglihatan. Dokter akan meminta pasien untuk melihat ke arah objek berupa angka dan huruf yang ditempatkan dalam jarak sekitar 6 meter dengan hanya menggunakan satu mata. Tes ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketajaman mata pasien.
  • Tes slit-lamp. Tes ini dilakukan dengan bantuan mikroskop yang dilengkapi cahaya, untuk menyinari lensa, iris, dan kornea mata pasien. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis katarak pada lansia yang mengalaminya.
  • Pemeriksaan retina. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan terhadap retina mata pasien. Caranya adalah dengan meneteskan cairan khusus yang akan membesarkan retina. Setelah itu, dokter akan menggunakan alat khusus yakni oftalmoskop untuk menganalisis retina mata.

Pengobatan katarak mata pada lansia

penyebab katarak pada lansia
Operasi masih menjadi jalan satu-satunya untuk mengatasi katarak pada lansia

Setelah pasien didiagnosis menderita katarak, dokter akan segera mempersiapkan langkah-langkah penanganan. Hingga saat ini, pengobatan katarak hanya bisa melalui tindakan operasi. Belum ada obat katarak yang benar-benar terbukti efektif untuk menangani penyakit ini.

Operasi katarak bertujuan untuk mengangkat lensa mata yang rusak, kemudian menggantinya dengan lensa mata buatan yang terbuat dari silikon. Operasi tergolong singkat dan pasien tidak tidak membutuhkan rawat inap setelahnya, hanya rawat jalan.

Apabila katarak dialami oleh kedua mata, maka operasi dilakukan pada satu mata dahulu, kemudian mata satunya menyusul sekitar 6-12 minggu kemudian. 

Pada kasus lensa mata buatan tidak dapat dipasang, dokter biasanya akan memberikan kacamata untuk membantu pasien melihat dengan baik. 

Pascaoperasi, pasien mungkin akan merasakan ketidaknyamanan pada mata. Namun, hal ini hanya bersifat sementara. Dokter juga akan meresepkan sejumlah obat-obatan untuk meringankan rasaya tidak nyaman yang muncul tersebut, seperti obat antinyeri, dan sebagainya. 

Catatan dari SehatQ

Setelah mengenali penyebab katarak pada lansia serta faktor risikonya seperti di atas, Anda dapat mulai melakukan langkah-langkah agar dapat terhindar dari penyakit mata yang satu ini. Apabila Anda mulai merasakan gangguan penglihatan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi lebih parah.

Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play

Advertisement

gangguan lansiakesehatan lansiakesehatan matakatarakpenyakit matalansia

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved