Penyebab Kanker Serviks yang Utama dan Berbagai Faktor Risikonya

(0)
Penyebab kanker serviks dan risikonya harus diketahui agar Anda terhindar dari penyakit iniPenyebab kanker serviks yang utama adalah infeksi virus HPV
Kanker serviks adalah jenis penyakit kanker yang menyerang bagian serviks atau leher rahim wanita. Sayang, keberadaan kanker serviks seringkali baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup parah. Untuk mengurangi faktor risiko yang dimiliki, penting bagi Anda mengetahui apa saja yang bisa menjadi penyebab kanker serviks muncul.

Apa penyebab kanker serviks?

Penyebab kanker serviks adalah sel-sel di serviks yang tumbuh tidak normal
Infeksi virus HPV jadi penyebab kanker serviks
Penyebab kanker serviks tidak dapat disepelekan begitu saja. Pasalnya, menurut World Health Organization (WHO) kanker serviks menempati urutan ke-4 sebagai salah satu penyakit kanker yang paling umum terjadi pada wanita.Menurut data dari WHO pada 2018, diperkirakan sebanyak 570 ribu wanita di dunia didiagnosis dengan kanker serviks. Sementara, sejumlah 311 ribu wanita meninggal dunia akibat penyakit ini.Di Indonesia sendiri, kanker serviks menempati urutan paling tinggi kedua yang menyerang wanita, setelah kanker payudara.Maka dari itu, Anda perlu berhati-hati dengan segala kemungkinan kondisi yang berpotensi menjadi penyebab kanker leher rahim ini.

1. Sel-sel di serviks tumbuh tidak normal

Pada dasarnya, penyebab kanker serviks sebenarnya belum dapat dipastikan. Namun, kondisi ini diduga dapat terbentuk ketika sel-sel di serviks atau mulut rahim berkembang menjadi ganas.Ya, penyebab kanker serviks dimulai ketika adanya sel-sel sehat atau normal pada leher rahim mengalami mutasi atau perubahan pada DNA sehingga menjadi sel-sel tidak normal atau abnormal.Sel-sel tersebut kemudian tumbuh dan berkembang dengan cepat serta tidak terkendali. Akibatnya, sel-sel abnormal akan berkembang dan membentuk tumor pada leher rahim.Tumor inilah yang dapat berkembang dan kemungkinan menjadi penyebab kanker serviks.Bahkan, tidak hanya pada bagian serviks, tumor yang berpotensi menjadi penyebab kanker leher rahim yang utama ini dapat berkembang sampai ke rahim bagian dalam hingga menyebar ke berbagai organ tubuh lainnya (metastasis).

2. Infeksi virus HPV atau human papilloma virus

Sebagian besar penyebab kanker serviks diakibatkan oleh infeksi virus HPV atau human papilloma virus.HPV adalah sekelompok virus, bukan hanya satu jenis virus. Terdapat sekitar 100 jenis virus HPV, tetapi hanya jenis tertentu yang dapat menjadi penyebab kanker serviks.Adapun jenis virus HPV yang paling umum jadi penyebab kanker serviks, yaitu HPV-16 dan HPV-18.Wanita berisiko tertular virus HPV penyebab kanker serviks apabila ia cukup aktif dalam melakukan hubungan seksual yang berisiko.Virus HPV tidak hanya menjadi penyebab kanker serviks. Virus HPV dapat menjadi penyebab jenis kanker lainnya, baik pada pria maupun wanita.Misalnya, kanker vagina, kanker penis, kanker anus, kanker vulva, kanker mulut, kanker tenggorokan, dan lainnya.Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua infeksi virus HPV dapat menjadi penyebab kanker leher rahim.Terkadang, ada virus HPV yang tidak menimbulkan gejala apa pun. Anda mungkin bisa menemukannya pada kutil kelamin, maupun kelainan abnormal lainnya pada kulit.

Faktor risiko penyebab kanker leher rahim

Selain virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks utama, ada beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan peluang seorang wanita mengalami kanker leher rahim.Faktor risiko penyebab kanker serviks dapat berasal dari berbagai hal. Mulai dari lingkungan, hingga pola hidup tidak sehat.Tanpa adanya salah satu ada beberapa faktor risiko kanker serviks, seorang wanita mungkin dapat terhindar dari penyakit ini.Beberapa faktor risiko kanker serviks, antara lain:

1. Kebiasaan melakukan hubungan seks berisiko

Penyebab kanker serviks karena melakukan hubungan seks berisiko
Seks berisiko bisa meningkatkan munculnya kanker serviks
Salah satu faktor risiko penyebab kanker serviks yang paling tinggi adalah kebiasaan melakukan hubungan seksual yang berisiko.Ini termasuk Anda yang aktif secara seksual sejak usia 18 tahun, melakukan hubungan seks dengan banyak orang, atau berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HPV.Semakin banyak jumlah orang yang pernah melakukan hubungan seksual dengan Anda atau berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HPV, maka semakin tinggi risiko Anda untuk tertular virus HPV yang menjadi penyebab kanker leher rahim di tubuh dapat muncul.

2. Memiliki penyakit infeksi menular seksual

Jika sebelumnya Anda memiliki riwayat terkena penyakit infeksi menular, maka risiko Anda untuk mengalami kanker serviks semakin tinggi.Salah satu jenis penyakit infeksi menular seksual yang menjadi penyebab kanker serviks adalah klamidia.Klamidia adalah penyakit infeksi pada sistem reproduksi yang dapat disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini biasanya dapat menular melalui kontak seksual. Beberapa hasil studi menyebutkan bahwa bakteri penyebab klamidia dapat membantu virus HPV tumbuh pada area reproduksi sehingga meningkatkan risiko kanker serviks.Sayangnya, penyakit klamidia yang dialami wanita terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun yang mencolok. Anda mungkin tidak tahu kalau terkena klamidia sampai dilakukan pemeriksaan ke dokter.Selain klamidia, penyakit infeksi menular seksual lain penyebab kanker serviks, termasuk gonore, sifilis, dan HIV/AIDS.

3. Memiliki sistem kekebalan tubuh rendah

Faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebab kanker serviks adalah sistem kekebalan tubuh yang rendah.Ketika sistem imun tubuh lemah, virus HPV akan lebih mudah untuk masuk dan berkembang di dalam tubuh. Umumnya, sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan dialami orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS.Selain itu, wanita yang menjalani pengobatan untuk menekan daya tahan tubuh, seperti pengobatan penyakit autoimun, juga berisiko untuk terinfeksi HPV yang menjadi penyebab kanker leher rahim.

4. Menggunakan pil KB jangka panjang

Penyebab kanker serviks bisa karena penggunaan pil KB jangka panjang
Minum pil KB jangka panjang bisa jadi faktor risiko kanker serviks
Beberapa hasil penelitian mengemukakan bahwa penggunaan pil KB atau kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama juga menjadi penyebab kanker serviks lainnya.Akan tetapi, setelah Anda tidak lagi menggunakan pil KB, faktor risiko ini dapat menurun. Bahkan, kondisinya dapat kembali normal setelah Anda berhenti minum pil KB.Maka dari itu, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memutuskan menggunakan kontrasepsi oral. Terlebih jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko kanker serviks.Konsultasi dengan dokter juga bertujuan untuk mengetahui risiko yang mengintai di balik minum pil KB.

5. Hamil pada usia terlalu muda

Hamil pada usia terlalu muda atau kurang dari usia 20 tahun juga meningkatkan risiko penyebab kanker leher rahim.Perempuan di bawah usia 20 tahun dan hamil pertama kali pada usia tersebut lebih tinggi risikonya untuk terkena kanker serviks di kemudian hari, dibandingkan perempuan yang hamil pada usia 25 tahun atau lebih.

6. Wanita hamil beberapa kali

Wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga diduga lebih berisiko terkena kanker serviks.Menurut penelitian, faktor risiko penyebab kanker serviks ini dapat terjadi akibat sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan.Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan terhadap penularan infeksi HPV.

7. Kebiasaan merokok

Penyebab kanker serviks bisa muncul karena kebiasaan merokok
Wanita merokok dua kali lebih tinggi terkena kanker serviks dibandingkan wanita yang tidak
Kebiasaan merokok tidak hanya dapat menyebabkan orang yang mengisapnya terpapar bahan kimia. Melainkan juga orang yang berada di sekitar perokok aktif, memiliki risiko yang sama untuk terpapar zat berbahaya tersebut.Bahkan, tak hanya paru-paru, organ tubuh lainnya juga dapat rusak akibat zat berbahaya yang terkandung dalam rokok sehingga menjadi faktor risiko penyebab kanker serviks.Zat berbahaya ini akan diserap ke dalam paru-paru dan dibawa ke seluruh tubuh melalui aliran darah.Tak ayal apabila kebiasaan merokok pada wanita dapat meningkatkan risiko kanker serviks dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok.Para peneliti menduga zat berbahaya dalam rokok menjadi penyebab rusaknya DNA pada sel serviks sehingga berpotensi mengembangkan penyebab kanker leher rahim.Di samping itu, kebiasaan merokok juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi kurang efektif dalam melawan virus HPV dalam tubuh.

8. Memiliki riwayat keluarga terkena kanker serviks

Faktor keturunan dalam keluarga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker serviks.Misalnya, apabila ibu atau saudara wanita Anda pernah mengalami kanker leher rahim, maka Anda lebih rentan terkena dibandingkan wanita lain yang tidak memiliki riwayat kanker serviks dalam keluarga.Faktor keturunan dapat disebabkan oleh kecenderungan kondisi bawaan. Akibatnya, seorang wanita kurang memiliki kemampuan untuk melawan infeksi virus HPV yang dapat menjadi penyebab kanker serviks.

9. Pola hidup tidak sehat

Anda mungkin tidak banyak mengetahui bahwa pola hidup tidak sehat juga bisa menjadi penyebab kanker serviks.Wanita yang memiliki kebiasaan makan kurang sehat, termasuk tidak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, dapat memicu kondisi ini.Selain itu, wanita yang memiliki berat badan berlebih memang berpotensi memiliki risiko yang lebih besar terhadap penyakit kanker leher rahim.Untuk mengurangi faktor risiko penyebab kanker serviks, Anda perlu menerapkan pola hidup lebih sehat dan menjauhi kebiasaan seks berisiko.Jangan lupa untuk mendapatkan vaksinasi HPV guna mencegah kanker leher rahim, serta menjalani skrining atau deteksi dini kanker serviks.Jika Anda mencurigai berbagai gejala atau mempunyai riwayat keluarga dengan kanker serviks, tak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebab kanker serviks lebih jelas. Dengan ini, pengobatan kanker serviks dapat segera dilakukan.
penyakit wanitakanker serviksorgan intim wanita
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
Diakses pada 1 September 2020
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/cervical-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html
Diakses pada 1 September 2020
World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/cervical-cancer#tab=tab_1
Diakses pada 1 September 2020
World Health Organization. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/human-papillomavirus-(hpv)-and-cervical-cancer
Diakses pada 1 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/cervical-cancer/causes/
Diakses pada 1 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
Diakses pada 1 September 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/deteksi-dini-kanker-serviks-dengan-iva
Diakses pada 1 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait