Viral, Kenali Penyebab Kanker Otak yang Menyerang Artis Tanah Air!

Kanker otak sering tidak disadari kemunculannya dan membuat kanker semakin parah
Penyebab kanker otak memiliki banyak faktor

Agung Hercules, artis yang terkenal dengan goyang barbelnya kini hanya bisa terbaring di rumah sakit. Setelah sekian lama tidak terlihat di pertelevisian Indonesia, pelantun lagu Astuti itu membawa kabar yang mengejutkan. Agung disinyalir tengah menderita penyakit kanker otak atau glioblastoma.

Kanker otak adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal secara berlebih di otak yang membentuk tumor. Kanker atau tumor otak ganas dapat tumbuh dengan cepat. Tak hanya mengganggu sistem kerja tubuh, namun juga dapat mengancam jiwa penderitanya.

Penyakit ini memang jarang terjadi, bahkan peluang seseorang untuk memiliki kanker otak hanya 1%. Akan tetapi, masalah yang ditimbulkan dari penyakit ini tentu sangat berbahaya, serta banyak orang menyadarinya dengan terlambat.

[[artikel-terkait]]

Penyebab Kanker Otak

Seperti kanker-kanker lainnya, penyebab pasti sebagian besar kanker otak sulit diketahui. Tetapi, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak. Adapun faktor-faktor risiko tersebut, meliputi:

1. Usia

Risiko seseorang terkena kanker otak meningkat seiring bertambahnya usia. Meski kanker otak lebih sering terjadi pada orang lanjut usia dan anak-anak, kanker ini juga dapat terjadi pada semua umur.

2. Genetik

Memiliki riwayat keluarga dengan kanker otak, terutama orangtua atau saudara kandung, bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit tersebut. Perlu diketahui bahwa 5-10% kanker otak bersifat turunan. Selain itu, terdapat pula beberapa sindrom genetik seperti Neurofibromatosis I dan II, sindrom Li-Fraumeni, sindrom von Hippel Lindau, dan lainnya yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker otak.

3. Paparan radiasi

Paparan radiasi ke kepala, seperti CT scan, X-ray, terapi radiasi, dan radiasi karena ledakan bom atom dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker otak, apalagi jika berusia muda.

4. Paparan bahan kimia

Bila seseorang bekerja di pabrik karet, obat, atau penyulingan minyak maka mereka berisiko lebih tinggi terkena kanker otak. Paparan bahan kimia dari industri tersebut mampu meningkatkan risiko dalam mengembangkan kanker otak.

5. Merokok

Merokok mungkin jadi kegiatan rutin bagi sebagian orang, bahkan sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan ini. Akan tetapi, kebiasaan merokok tak hanya meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru-paru, tapi juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak.

Gejala kanker otak

Banyak orang yang tidak menyadari awal kemunculan dari kanker otak sehingga kondisi kanker terus berkembang menjadi semakin parah tanpa terdeteksi. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya kenali terlebih dahulu gejala-gejala kanker otak. Berikut gejala kanker otak yang mungkin dirasakan, antara lain:

  • Sering sakit kepala
  • Pendengaran dan penglihatan terganggu
  • Mengalami kejang
  • Hilang keseimbangan
  • Mual dan muntah
  • Mudah marah atau mengantuk
  • Kesulitan bicara atau mengingat
  • Badan terasa lemah atau lumpuh pada bagian tubuh tertentu

Gejala di atas memang tidak selalu menunjukkan kanker otak, namun untuk memastikan lebih lanjut, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Apakah Ponsel Dapat Menyebabkan Kanker Otak?

Beberapa waktu yang lalu, pernah muncul rumor bahwa penggunaan telepon seluler yang berlebihan dapat menyebabkan kanker otak. Hal ini mungkin masih ditakutkan oleh sebagian orang. Akan tetapi, benarkah ponsel dapat menyebabkan kanker otak?

International Agency for Research on Cancer (IARC) memasukkan ponsel ke dalam daftar item yang dapat menyebabkan kanker. Meski demikian, belum ada penelitian yang benar-benar membuktikan hubungan antara ponsel dengan kanker otak. Sehingga klaim bahwa ponsel menyebabkan kanker otak masih meragukan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-cancer#types
Diakses pada Juni 2019

Cancer Treatment Centers of America. https://www.cancercenter.com/cancer-types/brain-cancer/risk-factors
Diakses pada Juni 2019

Cancer Council. https://www.cancer.org.au/about-cancer/types-of-cancer/brain-cancer.html
Diakses pada Juni 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/brain_cancer/article.htm
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed