Penyebab Kanker Kulit dan 10 Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai


Kanker kulit adalah pertumbuhan abnormal yang menyerang sel-sel kulit akibat paparan sinar matahari. Kondisi ini juga dapat muncul pada area kulit yang tidak terpapar sinar matahari. Penyebab kanker kulit diduga akibat kelainan salah satu dari 3 sel yang berperan dalam reproduksi kulit.

0,0
06 Jul 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan menjadi salah satu penyebab paling umum dari kanker kulitSeiring bertambahnya usia, semakin tinggi risiko seseorang mengalami kanker kulit
Kanker kulit adalah pertumbuhan abnormal yang menyerang sel-sel kulit akibat paparan sinar matahari. Kondisi ini juga dapat muncul pada area kulit yang tidak terpapar sinar matahari. Untuk mengurangi faktor risiko yang dimiliki, penting bagi Anda mengetahui apa saja yang menjadi penyebab kanker kulit muncul.

Apa penyebab kanker kulit?

Pada dasarnya, penyebab kanker kulit belum dapat dipastikan. Namun, kondisi ini diduga dapat terjadi karena kelainan pada salah satu dari 3 sel yang berperan dalam reproduksi kulit.Alhasil, tumbuh sel-sel abnormal yang tidak terkendali pada lapisan epidermis, yaitu lapisan terluar kulit, yang disebabkan oleh kerusakan DNA sehingga memicu mutasi DNA dengan membentuk sel-sel kanker pada kulit.Lapisan epidermis terdiri dari banyak sel. Beberapa yang berperan, di antaranya adalah sel skuamosa, sel basal, dan melanosit.Maka dari itu, kanker kulit sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yakni kanker karsinoma sel skuamosa, kanker karsinoma sel basal, dan kanker kulit melanoma.Penyebab kanker karsinoma sel skuamosa adalah terjadinya mutasi DNA pada lapisan sel kulit skuamosa, yaitu sel kulit yang terletak di bawah lapisan kulit terluar dan berfungsi untuk melindungi kulit bagian dalam.Kemudian, kanker karsinoma sel basal adalah mutasi pada lapisan sel kulit basal, yaitu sel yang membentuk sel kulit baru dan terletak pada bagian dasar epidermis.Sedangkan, melanoma terjadi akibat adanya kerusakan pada DNA sel kulit melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin atau pigmen pemberi warna pada kulit.Perbedaan letak kerusakan pada DNA sel kulit ini yang dapat menentukan jenis pengobatan kanker kulit yang akan dijalani oleh pasien.

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker kulit?

Selain penyebab kanker kulit, ada beberapa faktor risiko lain yang mampu meningkatkan peluang seseorang mengalami kanker kulit. Beberapa faktor risiko kanker kulit, antara lain:

1. Paparan sinar matahari secara berlebihan

Faktor penyebab kanker kulit adalah paparan sinar matahari berlebih
Terlalu lama terpapar sinar matahari berisiko terkena kanker kulit
Salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kanker kulit adalah paparan sinar matahari secara berlebihan.Hal ini karena sinar matahari mengandung UVA dan UVB yang dapat memicu kerusakan DNA di dalam sel kulit manusia.Jadi, jika seringkali terlalu lama atau terlalu sering terkena paparan sinar matahari, Anda dapat berisiko besar terkena kanker kulit.Terlebih, bila kulit Anda tidak terlindungi dengan tabir surya atau sunscreen, serta pakaian berlengan panjang.

2. Warna kulit yang putih

Pada dasarnya, warna kulit apa pun dapat berisiko terkena kanker kulit. Namun, menurut Cancer Research UK, orang yang mempunyai lebih sedikit pigmen (melanin) pada kulit, atau pemilik warna kulit putih, berpotensi tinggi mengalami kanker kulit.Pasalnya, lebih sedikit pigmen melanin menandakan perlindungan kulit yang lebih kecil atau sedikit dari radiasi UV.Bahkan, bila Anda memiliki freckles atau bintik-bintik kecil hitam dan kulit mudah terbakar sinar matahari (sunburn) berisiko mengalami kanker kulit lebih tinggi dibandingkan orang lain yang memiliki kulit lebih gelap.

3. Ada tahi lalat

Keberadaan tahi lalat perlu diwaspadai sebagai penyebab kanker kulit
Waspadai keberadaan tahi lalat yang ada pada tubuh
Banyak orang menganggap keberadaan tahi lalat merupakan kondisi normal yang dapat dialami oleh siapa pun.Kendati demikian, Anda tetap perlu waspada dengan keberadaan tahi lalat yang ada pada tubuh, terutama tahi lalat yang terlihat tidak biasa atau abnormal.Sebab, kemunculan tahi lalat abnormal pada tubuh dapat meningkatkan faktor penyebab terjadinya kanker kulit. Misalnya, bentuk tahi lalat yang ukurannya tidak normal.Maka dari itu, bila Anda merasa mempunyai tahi lalat dengan ukuran dan bentuk yang tidak biasa, coba periksakan diri ke dokter spesialis kulit sebagai upaya mencegah kanker kulit.

4. Terkena paparan radiasi

Orang-orang yang menerima terapi radiasi untuk kondisi kulit tertentu, seperti eksim dan jerawat, juga dapat meningkatkan faktor penyebab terjadinya kanker kulit, terutama kanker karsinoma sel basal.Begitu pula dengan orang yang mengalami solar keratosis (kondisi kulit yang terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun) dan xeroderma pigmentosum (bentuk kelainan kulit genetik).Hal ini juga berlaku bagi tenaga medis yang kerap bekerja di laboratorium kesehatan, serta petugas radiologi.Oleh sebab itu, penting bagi mereka yang bekerja dengan melibatkan paparan radiasi, selalu menggunakan alat pelindung antiradiasi agar terhindari faktor penyebab kanker kulit ini.

5. Memiliki sistem imun yang lemah

Bagi Anda yang memiliki sistem imun lemah, risiko kanker kulit dapat lebih tinggi. Ini termasuk pada orang yang memiliki HIV/AIDS, penyakit peradangan (penyakit radang usus), penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta orang yang mengonsumsi obat-obatan setelah menjalani transplantasi organ.

6. Sering terkena paparan zat kimia

Sering terkena paparan zat kimia tertentu, seperti arsenik, dapat meningkatkan risiko kanker kulit.

7. Faktor usia

Faktor penyebab kanker kulit berikutnya adalah usia. Ini berarti, seiring bertambahnya usia, semakin tinggi pula risiko Anda mengalami kanker kulit.Umumnya, kondisi ini lebih tinggi risikonya dapat terjadi pada perempuan berusia 50 tahun ke atas. Meski demikian, bukan berarti kanker kulit tidak mungkin dialami saat masih berusia muda.Pasalnya, perempuan di bawah usia 50 tahun juga dapat mengalami kanker melanoma dibandingkan pria dengan rentang usia yang sama.

8. Riwayat kesehatan keluarga

Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami kanker kulit dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit yang sama.Hal ini juga berlaku bagi Anda yang sudah pernah mengalami kanker kulit. Risiko Anda mengalami kanker kulit kembali akan lebih besar daripada orang yang belum pernah mengalaminya.Jadi, bagi Anda yang mempunyai anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit ini, atau Anda sudah pernah mengalami sebelumnya, selalu perhatikan gejala kanker kulit yang mungkin muncul.

9. Pernah memiliki lesi kulit

Mempunyai lesi kulit, yang dikenal sebagai actinic keratosis, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker kulit.Pertumbuhan kulit prakanker ini biasanya ditandai dengan bercak kasar dan bersisik berwarna kecokelatan hingga merah muda gelap, yang tumbuh di wajah, kepala, atau tangan orang berkulit putih.

10. Tanning atau metode menggelapkan kulit dengan sinar UV

Tanning berisiko tinggi jadi penyebab kanker kulit
Sinar UV pada mesin tanning bisa memicu kerusakan DNA kulit
Kebiasaan menggelapkan kulit dengan sinar UV atau dikenal dengan tanning, merupakan faktor risiko terjadinya kanker kulit yang lebih tinggi.Sebab, paparan sinar UV pada mesin tanning dapat memicu kerusakan pada DNA kulit.Jika DNA sudah rusak, maka pertumbuhan sel-sel kulit tidak dapat terkendali sehingga menyebabkan kanker kulit, terutama kanker nonmelanoma.

Bagaimana upaya pencegahan dari kanker kulit?

Setelah mengetahui penyebab dan berbagai faktor yang meningkatkan risiko kanker kulit, alangkah baiknya Anda melakukan upaya pencegahan dari penyakit ini dengan cara mengurangi paparan sinar matahari, termasuk:
  • Menggunakan sunscreen dan sunblock dengan minimal SPF 30 dan berlabel broad spectrum.
  • Mengenakan pakaian berlengan panjang, lengkapi dengan kacamata hitam serta topi bertepi lebar.
  • Sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan agar tidak terpapar sinar matahari terlalu sering.
  • Hindari paparan sinar matahari saat sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Jangan melakukan tanning menggunakan sinar UV.
Untuk mengurangi faktor penyebab kanker kulit, Anda perlu melakukan upaya pencegahan yang tepat.Jika Anda mencurigai berbagai gejala kanker kulit, atau mempunyai riwayat keluarga dengan kanker kulit, tak ada salahnya untuk memeriksakan ke dokter spesialis kulit untuk memeriksakan diri. Dengan ini, pengobatan kanker kulit dapat segera dilakukan.Masih punya pertanyaan seputar penyebab terjadinya kanker kulit? Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi melalui App Store dan Google Play.
kanker kulitpenyakit kulitmasalah kulit
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/skin-cancer/symptoms-causes/syc-20377605
Diakses pada 5 Juli 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/melanoma/symptoms-causes/syc-20374884
Diakses pada 5 Juli 2021
American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/basal-and-squamous-cell-skin-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html
Diakses pada 5 Juli 2021
Cancer Research UK. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/skin-cancer/risks-causes
DIakses pada 5 Juli 2021
Web MD. https://www.webmd.com/melanoma-skin-cancer/melanoma-guide/causes-skin-cancer#1
Diakses pada 5 Juli 2021
Skin Cancer. https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/
Diakses pada 5 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait