Penyebab Kanker Kulit Bisa Dihindari? Cek Faktanya di Sini

Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan menjadi salah satu penyebab paling umum dari kanker kulit.
Penyebab kanker kulit yang paling umum adalah paparan sinar ultraviolet yang berlebihan pada kulit.

Jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, berhati-hatilah. Pasalnya, paparan sinar ultraviolet (UV) berlebihan pada kulit Anda bisa menjadi salah satu penyebab kanker kulit.

Meski begitu, pemicu kanker kulit ternyata tidak hanya itu. Mari simak penjelasannya di bawah ini!

[[artikel-terkait]]

Bagaimana kanker kulit terjadi?

Kanker kulit terjadi ketika terjadi kelainan pada salah satu dari tiga sel yang berperan dalam reproduksi kulit. Saat mereka tumbuh dan membelah diri tidak terkendali, sel-sel tersebut bisa mengalami metastasis.

Itu berarti, sel-sel kanker akan menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem limfatik, yakni sistem peredaran darah yang berperan penting dalam mengatur kondisi imunitas seseorang.

Apa penyebab kanker kulit?

Seperti disebutkan sebelumnya, paparan berlebihan dari sinar UV adalah penyebab kanker kulit yang paling umum. Sinar UV mampu merusak DNA pada kulit manusia. Sebagai akibatnya, DNA akan bermutasi dan tidak bisa mengendalikan pertumbuhan sel-sel kulit. Selain itu penggunaan tanning bed juga dapat menyebabkan mutasi DNA.

Namun di samping sinar UV, ada juga beberapa faktor pemicu yang bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Apa sajakah faktor-faktor tersebut?

  • Terkena paparan radiasi, misalnya tenaga medis yang bekerja di laboratorium kesehatan dan petugas radiologi. Jika pekerjaan Anda berhubungan dengan paparan radiasi, selalu gunakan alat pelindung antiradiasi agar terhindar dari penyebab kanker kulit ini.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, contohnya pada penderita HIV, orang yang mengonsumsi obat-obatan penekan sistem imun, penderita kanker yang menjalani kemoterapi, serta penderita penyakit inflammatory bowel disease (IBD) atau rheumatoid arthritis.
  • Mempunyai tahi lalat. Tahi lalat dikatakan normal bila memiliki ukuran, warna, dan bentuk yang jelas. Sebaliknya, tahi lalat bisa dianggap sebagai gejala kanker kulit jika mempunyai ukuran, warna, dan bentuknya tidak beraturan.
  • Berkulit terang. Semakin terang warna kulit Anda, risiko Anda terkena kanker kulit juga akan semakin meningkat. Pasalnya, kulit terang memiliki pigmen yang lebih sedikit untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari.
  • Pernah mengalami sunburn, terutama jika berulang kali.
  • Pengaruh usia. Kebanyakan kanker kulit nonmelanoma terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Sementara wanita di bawah 50 tahun berpotensi mengalami kanker kulit melanoma dibandingkan dengan pria dalam usia yang sama.
  • Memiliki riwayat kanker kulit dalam keluarga.
  • Mengalami kondisi kulit tertentu, misalnya solar keratosis (kondisi kulit yang terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun) dan xeroderma pigmentosum (bentuk kelainan kulit genetik).

Faktor risiko dan penyebab kanker kulit memang tidak selalu bisa dicegah. Namun tidak ada salahnya bila Anda berusaha untuk menghindari faktor-faktor yang dapat dijauhi.

Jangan lupa pula untuk lebih sering mengecek kondisi kulit Anda sendiri dan berkonsultasi ke dokter bila menemukan kejanggalan. Pasalnya, kanker kulit yang terdeteksi secara dini memiliki peluang tinggi untuk sembuh.

Artikel Terkait

Banner Telemed