Penyebab Kaligata, Si Biduran yang Memicu Bentol di Kulit

(0)
27 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab kaligata salah satunya adalah penyakit autoimunKaligata atau biduran bisa ditandai dengan bentol-bentol berukuran besar
Penyebab kaligata sangat beragam, dari alergi makanan atau obat hingga infeksi tertentu. Kondisi yang juga sering disebut biduran atau urtikaria (utricaria) ini muncul secara tiba-tiba akibat reaksi tubuh pada alergen atau hal lain.Kaligata adalah ruam berupa bentol yang gatal pada kulit. Bentol juga biasanya berwarna kemerahan dan bisa terasa menyengat seperti terbakar.Biduran bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, termasuk wajah, bibir, telinga, lidah, bahkan tenggorokan. Ukuran bentol pada kondisi ini pun bervariasi, dari kecil hingga besar. Bentolan-bentolan tersebut bisa saling menyatu, ukurannya sehingga tampak sangat besar.

Apa saja yang bisa menjadi penyebab kaligata?

Kaligata terjadi saat tubuh bereaksi pada alergen (zat penyebab alergi) atau kondisi pemicu lain. Tubuh kemudian melepaskan protein bernama histamin di bawah permukaan kulit.Histamin bisa menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di bawah kulih, sehingga menimbulkan ruam dan rasa gatal.Berikut adalah beberapa contoh kondisi atau zat yang dapat memicu munculnya kaligata:
  • Menggunakan obat-obatan, termasuk antibiotik, obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) seperti aspirin, dan obat hipertensi seperti ACE inhibitor
  • Mengonsumsi makanan tertentu, contohnya kacang, makanan laut (seafood), telur, susu sapi, dan gandum, atau pengawet makanan tertentu seperti salisilat
  • Mengalami infeksi, misalnya flu, pilek, radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, demam kelenjar, hingga hepatitis B
  • Berada di suhu terlalu panas atau dingin
  • Mengalami perubahan cuaca yang ekstrem
  • Terpapar sinar matahari secara berlebihan
  • Terpapar bulu binatang, seperti bulu kucing atau bulu anjing
  • Terkena atau menyentuh tumbuhan tertentu, seperti poison ivy
  • Tergigit atau tersengat serangga
  • Terpapar atau terkena zat atau bahan tertentu, seperti lateks atau bahan kimia
  • Mengalami stres secara emosional
  • Menderita penyakit kronis, seperti penyakit tiroid, hepatititis, lupus, serta rematik
Selain mewaspadai penyebab kaligata tersebut, Anda juga perlu mencermati konsumsi minuman beralkohol atau berkafein karena dapat memperparah kondisi biduran.Kaligata bisa terjadi secara akut (singkat) ataupun kronis (jangka waktu lama). Kaligata kronis diperkirakan terjadi akibat sistem imun yang menyerang jaringan sehat (kondisi autoimun), sehingga lebih sering dialami oleh orang-orang dengan penyakit kronis.Sedangkan kaligata akut adalah kondisi yang lebih umum daripada jenis kronis. Diperkirakan, sekitar satu dari lima orang di dunia pernah mengalaminya.Kaligata akut bisa dialami oleh siapa saja meski lebih sering dialami oleh anak-anak, wanita berusia 30-60 tahun, serta orang yang memiliki riwayat alergi.

Begini cara menangani kaligata yang benar

Pada banyak kasus, kaligata tidak memerlukan penanganan karena gejalanya biasa ringan dan dapat hilang dengan sendirinya. Jika biduran dirasa sangat mengganggu, Anda bisa melakukan penanganan mandiri yang meliputi:
  • Pindah ke ruangan dengan suhu lebih sejuk bila penyebab biduran adalah suhu panas
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan nyaman
  • Mengonsumsi obat antihistamin yang dapat dibeli di apotek terdekat
Tetapi konsultasi ke dokter diperlukan bila Anda atau anak Anda mengalami sejumlah kondisi di bawah ini:
  • Gejala kaligata tidak membaik setelah dua hari
  • Ruam menyebar ke bagian tubuh lain
  • Kaligata terus-menerus kambuh
  • Kaligata disertai dengan demam atau meriang
  • Kaligata disertai dengan pembengkakan di bawah kulit

Kaligata yang membutuhkan penanganan darurat

Anda harus segera ke dokter bila kaligata disertai dengan kondisi-kondisi berikut:Penangan medis sangat penting karena gejala kaligata berat berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Mulai dari angioderma, anafilaksis, hingga gangguan emosional seperti depresi.Dokter mungkin memberikan obat kortikosteroid, krim menthol, ataupun obat antihistamin dengan dosis lebih tinggi untuk menangani kondisi-kondisi tersebut.

Adakah cara untuk mencegah kaligata?

Kaligata terjadi karena tingginya kadar histamin dalam tubuh. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegahnya adalah menghindari penyebab kaligata.Beberapa langkah pencegahan kaligata yang bisa Anda lakukan meliputi membatasi konsumsi tertentu bila Anda alergi terhadap makanan tersebut, menggunakan alat penghangat atau penyejuk ruangan, berhati-hati ketika menggunakan obat kimia tertentu, mengenakan pakaian yang tertutup saat ke taman atau bepergian, dan banyak lagi.Kaligata merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh siapa saja. Penyebabnya adalah zat atau kondisi pemicu tertentu, jadi tidak menggunakan atau mengonsumsi pemicu tersebut termasuk cara pencegahan terbaiknya.Bila Anda sudah terlanjur terpapar atau mengonsumsi zat zat penyebab kaligata, tidak perlu panik. Kaligata umumnya bersifat ringan dan dapat ditangani secara mandiri.Meski demikian, bila kondisi gejala yang muncul cukup parah dan disertai dengan sesak napas, susah menelan, atau muntah, segera menghubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan ini, dokter bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat.
biduran
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/157260
Diakses pada 27 Juli 2020
NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/skin-hair-and-nails/urticaria-hives
Diakses pada 27 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hives/
Diakses pada 27 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/hives-urticaria-angioedema#1
Diakses pada 27 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait