Penyebab Kaki Pecah-Pecah dan Cara Mengatasinya

(0)
14 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ada beberapa penyebab kaki pecah-pecahIlustrasi kaki pecah-pecah
Kulit kaki yang terlihat pecah bukan hanya kurang sedap dipandang, namun juga bisa memunculkan ketidaknyamanan bahkan rasa nyeri, terutama saat Anda berjalan tanpa alas kaki. Nah, apa sebetulnya penyebab kaki pecah-pecah dan bagaimana cara pencegahan maupun pengobatannya?Kaki pecah-pecah adalah masalah yang biasanya terjadi pada bagian tumit yang awalnya ditandai dengan kulit bersisik dan kering. Kadang kala, pada bagian ini terasa gatal, nyeri, kemerahan, bahkan bengkak, berdarag, dan bernanah yang menandakan adanya infeksi sehingga harus segera diobati oleh dokter.Masalah kulit ini bisa dialami oleh siapa saja termasuk anak-anak, namun paling banyak menyerang wanita. Bila Anda sedang mengalaminya, tak perlu panik karena kaki pecah-pecah bisa diatasi dengan berbagai langkah yang bisa Anda pilih sesuai kondisi.

Apa saja penyebab kaki pecah-pecah?

Penyebab kaki pecah-pecah yang paling dasar adalah hilangnya kelembapan kulit sehingga kulit menjadi kering dan gampang retak. Ketika tumit mengembang, misalnya saat Anda berjalan atau kaki menekan permukaan yang keras, maka kulit luar yang kering dan tidak lagi elastis tersebut menjadi pecah bahkan berdarah.Keringnya kulit yang dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah sendiri bisa berupa banyak hal, misalnya:
  • Stres fisik

Stres fisik yang dimaksud sebagai penyebab kaki pecah-pecah adalah kondisi yang sering diterima oleh kaki, misalnya sepatu yang pengap. Kondisi lembap dan panas di dalam sepatu bisa mengakibatkan hilangnya kandungan air pada kulit sehingga lapisan kulit bagian atas menebal dan gampang pecah.
  • Faktor usia

Perubahan hormon dan metabolisme karena bertambahnya usia dapat mengakibatkan kulit lapisan terluar menebal. Selain itu, lapisan kulit pelindung pada tumit mengalami penipisan sehingga mudah membuat kulit menjadi stres, menebal, dan akhirnya pecah.
  • Penyakit tertentu

Beberapa penyakit juga dapat menjadi penyebab kaki pecah-pecah, seperti diabetes, hipotiroidisme, maupun kurang gizi. Penyakit yang menyebabkan malabsorbsi pencernaan, seperti penyakit Crohn atau celiac, juga dapat mengakibatkan kaki pecah-pecah.
  • Penggunaan produk kosmetik

Saat ini, banyak sekali produk perawatan kaki yang beredar di pasaran. Namun, produk yang tidak tepat justru dapat mengikis kelembapan kulit sehingga menaikkan risiko kulit kaki pecah-pecah.

Bagaimana cara menyembuhkan kaki pecah-pecah?

Cara menyembuhkan kulit pecah-pecah tergantung dari penyebab kaki pecah-pecah itu sendiri. Namun secara garis besar, mengoleskan krim pelembap secara rutin sebanyak 2-3 kali sehari adalah cara paling efektif untuk mengembalikan kelembapan dan elastisitas kulit.Beberapa pelembap mengandung bahan perontok kulit mati (keratolitik). Beberapa lainnya mengandung zat penahan kandungan air di dalam kulit, seperti urea, asam salisilat, asam alfa-hidroksida, dan saccharide isomerate.Sebelum mengoleskan krim pelembap ini, Anda juga bisa menggosokkan kulit kaki yang kering dengan batu khusus agar kulit kering berjatuhan. Jika kaki pecah-pecah Anda terasa nyeri, Anda juga bisa membebatnya dengan perban untuk mempercepat penyembuhan.Jika perawatan ini tidak juga membuahkan hasil dalam satu minggu, atau jika penyebab kaki pecah-pecah adalah penyakit bawaan, Anda mungkin harus mengunjungi dokter. Perawatan yang bisa dilakukan dengan bantuan dokter adalah:
  • Pengelupasan, yakni mengikir kulit yang telah keras dengan alat khusus. Langkah ini sebaiknya hanya dilakukan dengan bantuan profesional demi menghindari pengelupasan kulit yang terlalu berlebihan sehingga menimbulkan infeksi.
  • Mengoleskan krim dengan dosis lebih tinggi atau antibiotik.
  • Membebat kaki pecah-pecah dengan perban,

Cara mencegah kulit kaki pecah-pecah

Kaki kering dan pecah-pecah juga rawan menjadi semakin parah saat musim kemarau. Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti:
  • Gunakan pelembap kaki secara rutin, misalnya yang mengandung gliserin, dimethicone, asam laktat, urea, hyaluronic acid, lanolin, petrolatum, dan minyak mineral.
  • Hindari penggunaan produk yang tidak ramah untuk kulit, misalnya sabun keras dan mengandung parfum.
  • Gunakan sepatu dengan tumit tertutup.
Kulit kaki pecah-pecah bisa dicegah dan diatasi dengan menggunakan pelembap. Namun, jika penyebab kaki pecah-pecah Anda karena masalah medis tertentu, sebaiknya tidak menunda untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.
kakipenyakit kaki
Healthline. https://www.healthline.com/health/cracked-heel-heal
Diakses pada 29 Juni 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/foot-health/cracked-heels.aspx
Diakses pada 29 Juni 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/coping-with-dry-cracked-feet-1337642
Diakses pada 29 Juni 2020
Dermnet. https://dermnetnz.org/topics/cracked-heel/
Diakses pada 29 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/316572
Diakses pada 29 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait