Penyebab Kaki Gajah Bisa Menyebar Lewat Gigitan Nyamuk


Penyebab kaki gajah adalah cacing parasit yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Kaki gajah atau filariasis lebih mudah menyerang orang yang tinggal di wilayah subtropis dan tropis, termasuk Indonesia.

0,0
20 Dec 2019|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cacing penyebab kaki gajahSalah satu gejala penyakit kaki gajah adalah pembengkakan pada kaki
Penyakit kaki gajah lebih mudah menyerang orang-orang yang tinggal di wilayah subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Gejala paling umum adalah pembengkakan pada kaki dan bagian tubuh lain. 
Menurut data Badan Kesehatan Dunia, gangguan dengan nama medis filariasis ini diperkirakan telah dialami oleh lebih dari 120 juta orang di seluruh dunia. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui penyebab kaki gajah serta penanganannya.

Apa penyebab kaki gajah?

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing parasit yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Ada tiga jenis cacing yang bisa memicu filariasis, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori.Ketika Anda digigi oleh nyamuk yang sudah terinfeksi larva cacing parasit tersebut, larva akan masuk ke dalam aliran darah menuju sistem limfatik. Larva ini kemudian tumbuh dewasa dan berkembang biak.Cacing-cacing yang telah dewasa bisa bertahan hingga bertahun-tahun dalam sistem limfatik yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan melindungi Anda dari penyakit. Semakin lama, cacing parasit ini akan menyebabkan banyak kerusakan. Inilah yang kemudian berujung pada timbulnya pembengkakan.Selain faktor tempat tinggal di wilayah tropis dan subtropis, risiko serangan kaki gajah juga lebih tinggi untuk terjadi pada lingkungan yang tidak bersih. Orang yang tinggal di area dengan banyak nyamuk pun lebih rentan mengalami penyakit ini.

Gejala kaki gajah yang harus diwaspadai

Setelah Anda terpapar cacing penyebab kaki gajah, gejala umumnya tidak langsung muncul. Karena itu, penyakit ini sulit disadari di tahap awal. Ketika mulai terasa, keluhan bisa yang dirasakan oleh penderita berupa:

1. Pembengkakan

Kondisi bengkak bisa terjadi pada kaki, lengan, alat kelamin, serta payudara. Pembengkakan juga dapat memicu rasa sakit, sehingga penderita sulit beraktivitas.

2. Gangguan kulit

Kulit pada area yang bengkak bisa tampak kering, tebal, dan lebih gelap dari kulit normal penderita. Luka juga bisa muncul ketika ditekan, kulit pada bagian yang membengkak akan membentuk cekungan pada lokasi yang ditekan. Kondisi ini disebut pitting edema.

3. Demam

Pada beberapa kasus, penderita kaki gajah juga dapat mengalami demam yang disertai menggigil.

Bisakah penyakit kaki gajah disembuhkan?

Filasiasis termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Pengobatannya bertujuan mengurangi gejala yang dialami oleh penderita dan mencegah pemburukan kondisinya.Dokter umumnya akan memberikan obat antiparasit untuk membunuh cacing penyebab kaki gajah yang ada dalam aliran darah. Obat-obatan ini meliputi:
  • Diethylcarbamazine (DEC)

Diethylcarbamazine adalah obat yang bekerja dengan cara membunuh cacing tertentu yang menyebabkan infeksi. Tak hanya kaki gajah, obat antiparasit ini juga bisa menangani loiasistoxocariasistropical pulmonary eosinophilia, onchocerciasis, dan mansonelliasis.Obat ini diminum satu kali dalam setahun. Tersedia dalam bentuk tablet, diethylcarbamazine harus digunakan sesuai petunjuk dokter.
  • Ivermectin

Ivermectin biasanya digabung dengan DEC. Obat ini juga diminum satu kali dalam setahun.Kombinasi kedua obat tersebut dapat memberikan hasil jangka panjang yang baik. Di samping itu, dokter juga mungkin meresepkan beberapa jenis obat untuk membantu meredakan gejala. Misalnya antihistamin, obat pereda nyeri, serta antibiotik.Bila terdapat pembengkakan sudah parah atau terjadi pada skrotum, mungkin akan diperlukan tindakan operasi untuk menanganinya.Untuk membantu dalam mengendalikan pembengkakan dan mencegah infeksi, Anda bisa menerapkan cara-cara di bawah ini:
  • Basuh area yang bengkak secara rutin. Gunakan sabun dan air bersih setiap hari.
  • Naikkan posisi tubuh yang bengkak saat Anda berbaring atau duduk.
  • Olesan pelembap.
  • Perban bagian yang bengkak agar tidak terus membesar. Tetapi diskusikan dengan dokter terlebih dulu sebelum Anda melakukannya.
  • Apabila ada luka, bersihkan dengan cairan antiseptik.
  • Lakukan olahraga ringan untuk melancarkan aliran pada sistem limfatik. Latihan ini harus sesuai dengan petunjuk dari dokter.

Cara mencegah kaki gajah

Langkah terbaik untuk mencegah filariasis adalah dengan menghindari gigitan nyamuk yang mungkin menyebarkan cacing penyebab kaki gajah. Anda dapat melakukannya melalui cara-cara sederhana berikut:
  • Membersihkan area-area yang mungkin menjadi sarang nyamuk seperti kakus yang terbuka, ban-ban bekas, batok kelapa dan membersihkan kolam-kolam dari tumbuhan air
  • Memasang kelambu ketika tidur.
  • Mengenakan baju berlengan panjang dan celana panjang.
  • Memakai losion antinyamuk.
  • Mengonsumsi DEC dan ivermectin sebelum bepergian ke tempat-tempat yang rawan infeksi parasit penyebab kaki gajah.
Dengan menghindari gigitan nyamuk, penularan cacing parasit penyebab kaki gajah pun bisa Anda lakukan. Meski begitu, jangan lengah dalam mengenali gejala penyakit ini. Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami pembengkakan yang terasa mencurigakan.
gigitan nyamukfilariasisparasit
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis
Diakses pada 20 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/elephantiasis
Diakses pada 20 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/elephantiasis-what-to-know
Diakses pada 20 Desember 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/elephantiasis-symptoms-causes-diagnosis-treatment-coping-4174546
Diakses pada 20 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321797.php
Diakses pada 20 Desember 2019
Antimicrobe. http://www.antimicrobe.org/drugpopup/Diethylcarbamazine.htm
Diakses pada 13 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait