Penyebab Jerawat di Telinga dan Berbagai Cara Mengatasinya

Jerawat di telinga dapat diatasi dengan benzoil peroksida
Jerawat di telinga bisa muncul karena menggunakan earphone yang jarang dibersihkan

Pernahkah Anda memiliki jerawat di telinga? Meski jarang terjadi, jerawat ternyata juga bisa muncul di telinga.

Adanya jerawat di telinga bisa sangat mengganggu keseharian penderitanya karena jerasa bisa terasa menyakitkan, terutama saat membengkak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, baik remaja maupun orang dewasa.

Penyebab jerawat di telinga

Jerawat di telinga umumnya muncul pada telinga bagian luar, tepatnya di daun telinga atau saluran telinga. Daun telinga dan telinga luar memiliki sel-sel rambut serta kelenjar yang dapat menghasilkan minyak alami (sebum) dan kotoran telinga. 

Jika kelenjar-kelenjar tersebut menghasilkan minyak secara berlebih, maka dapat menyebabkan terbentuknya jerawat di telinga. Jerawat juga bisa muncul ketika sel-sel kulit mati dan bakteri menumpuk di pori-pori kulit telinga Anda.

Penumpukan bakteri ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti menggunakan earphone atau alat bantu pendengaran yang jarang dibersihkan, serta menempelkan jari-jari yang kotor di telinga. Selain itu, terdapat beberapa penyebab lain yang bisa memicu munculnya jerawat di telinga, antara lain:

  • Paparan lingkungan yang kotor atau berdebu
  • Berbagi earphone dengan orang lain
  • Kontak dengan air yang tak bersih
  • Tindik telinga yang kotor atau terinfeksi
  • Mengenakan topi atau helm untuk waktu yang lama
  • Ketidakseimbangan hormon
  • Stres
  • Reaksi alergi terhadap rambut atau produk kecantikan.

Ketika jerawat di telinga muncul, Anda mungkin tak tahan untuk memencet atau menekannya. Namun, Anda harus menghindari kedua hal tersebut karena dapat memperburuk keadaan. Menekan jerawat bisa membuat bakteri masuk lebih dalam lagi ke pori-pori sehingga menyebabkan iritasi dan peradangan. 

Sementara, memencet jerawat bisa menimbulkan bekas luka yang cukup sulit dihilangkan. Jika jerawat terinfeksi, hal tersebut juga dapat menyebabkan terbentuknya lepuhan berisi nanah. Telinga memiliki sifat yang sensitif sehingga adanya jerawat di area ini harus diatasi dengan hati-hati. Lantas, bagaimana cara mengatasi jerawat di telinga?

Cara mengatasi jerawat di telinga

Perawatan jerawat di telinga harus dilakukan dengan lembut agar jerawat tidak semakin meradang dan menimbulkan masalah lebih lanjut. Beberapa cara mengatasi jerawat di telinga yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

  • Menggunakan kompres hangat

Kompres hangat dapat membuka pori-pori dan melunakkan jerawat. Cara ini memungkinkan nanah terbawa ke permukaan dan pecah dengan sendirinya. Anda dapat meletakkan kompres di area jerawat dan membiarkannya selama beberapa menit. 

Pastikan kompres yang digunakan tidak terlalu panas karena dapat menyebabkan luka bakar di telinga. Jika jerawat Anda mengering dengan cara ini, segera bersihkan kotoran di area tersebut untuk mencegah infeksi.

  • Menggunakan tea tree oil

Meski terdapat beberapa bahan alami yang dipercaya dapat mengobati jerawat, namun tea tree oil menjadi yang paling banyak diteliti. Tea tree oil dengan kandungan 5 persen telah terbukti sebanding dengan benzoil peroksida dalam mengobati jerawat. Namun, mungkin obat alami ini memberikan hasil yang lebih lambat sehingga Anda harus bersabar.

  • Menggunakan krim retinoid

Krim retinoid dapat membantu mengobati jerawat di telinga. Kandungan vitamin A dalam krim retinoid dapat memperkecil jerawat hingga menghilangkannya. Krim retinoid paling baik digunakan setelah 20 menit mencuci wajah.

Namun, krim ini memungkinkan kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari karena efek penipisan kulitnya. Oleh sebab itu, Anda harus menggunakan tabir surya jika memakai krim ini untuk mencegah kulit terbakar. 

  • Menggunakan benzoil peroksida

Benzoil peroksida dapat ditemukan dalam berbagai produk kulit untuk mengobati jerawat. Benzoil peroksida efektif dalam membunuh bakteri penyebab jerawat dan dapat membantu memecah komedo

Akan lebih baik jika Anda menggunakan benzoil peroksida dengan kandungan di antara 2,5-10 persen. Pastikan untuk tidak menggunakannya pada luka terbuka atau selaput lendir karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek berbahaya.

  • Menggunakan antibiotik

Dokter dapat meresepkan antibiotik oral, seperti minocycline dan doksisiklin, untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan antibiotik topikal, seperti eritromisin atau klindamisin, bersama dengan benzoil peroksida. Konsultasikan pada dokter untuk menentukan perawatan yang tepat.

  • Menggunakan obat sistemik

Obat sistemik yang berasal dari vitamin A, seperti isotretinoin, biasanya digunakan untuk kasus jerawat yang parah. Obat ini dapat efektif, namun memiliki efek samping yang luas sehingga Anda harus benar-benar memastikan keamanannya sebelum menggunakan obat ini.

Jika jerawat tak kunjung menghilang, semakin memburuk, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter. Sebab beberapa kondisi lain, seperti kista sebaceous, keratosis seboroik, dan akantoma fissuratum, dapat menimbulkan benjolan yang menyerupai jerawat. 

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/pimple-in-ear#other-possibilities.
Diakses pada 28 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320958.php#is-it-a-pimple
Diakses pada 28 Januari 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-with-a-pimple-in-ear-4171778
Diakses pada 28 Januari 2020

Artikel Terkait