Ada Jerawat di Telinga? Ini 7 Penyebab dan Cara Menghilangkannya


Jerawat di telinga umumnya muncul di daun telinga atau saluran telinga luar. Kondisi ini terkadang bisa terasa sangat tak nyaman dan menyakitkan. Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

(0)
28 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Jerawat di telinga dapat diatasi dengan benzoil peroksidaJerawat di telinga bisa muncul karena menggunakan earphone yang jarang dibersihkan
Pernahkah Anda punya jerawat di telinga? Meski tergolong jarang terjadi, jerawat di kuping ternyata juga bisa muncul di telinga. Adanya jerawat di daun telinga tentu dapat mengganggu siapa pun yang mengalaninya karena bisa terasa menyakitkan. Untuk mengatasinya dengan tepat, Anda perlu tahu penyebab jerawat di telinga terlebih dahulu. Simak penyebab dan cara mengatasi jerawat di telinga dengan tepat dalam artikel berikut ini. 

Penyebab jerawat di telinga bisa terjadi

Selain di area wajah dan tubuh, jerawat juga bisa muncul di area tubuh yang tersembunyi, seperti telinga. Jerawat di telinga umumnya muncul pada telinga bagian luar, tepatnya di daun telinga atau saluran telinga (liang telinga). Baik daun telinga dan liang telinga mempunyai sel-sel rambut serta kelenjar yang dapat menghasilkan minyak alami (sebum).Sama seperti jerawat di area wajah dan tubuh lainnya, penyebab jerawat di telinga adalah produksi minyak atau sebum berlebih yang disertai dengan penumpukan sel-sel kulit mati, kotoran, dan folikel rambut yang tersumbat. Jika hal tersebut terjadi, bakteri akan mudah berkembang dan memicu peradangan. Alhasil, jerawat di daun telinga pun dapat terjadi.   Kendati demikian, ada beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab jerawat di telinga Anda. Apa sajakah itu?

1. Penggunaan earphone atau headset

Jerawat di telinga bisa disebabkan oleh penggunaan earphone atau headset
Penggunaan headset yang jarang dibersihkan bisa memicu jerawat di telinga
Salah satu penyebab jerawat di telinga adalah penggunaan earphone atau headsetPasalnya, sel-sel kulit mati serta penumpukan bakteri dan kotoran dapat berkumpul pada permukaan earphone atau headsetJika Anda kerap menggunakan earphone atau headset, tetapi jarang membersihkan area ‘kepalanya’, maka dapat menjadi jalur masuk bakteri ke telinga dan menyumbat pori-pori wajah yang sudah lebih dulu terdapat penumpukan kotoran.Alhasil, tumbuhnya jerawat di liang telinga menjadi tidak dapat terhindarkan.Kondisi ini juga berlaku pada alat bantu pendengaran atau apabila Anda kerap berbagi penggunaan earphone atau headset dengan orang lain, kemudian tidak membersihkannya.

2. Penggunaan anting atau tindik telinga yang kotor

Selain earphone atau headset, penggunaan anting atau tindik telinga yang kotor juga menjadi penyebab jerawat di telinga muncul. Pasalnya, anting atau tindik telinga yang Anda gunakan bisa menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri dan kuman. Jika Anda tidak rutin membersihkannya, bakteri dan kuman di permukaan anting atau tindik telinga dapat berpindah ke area daun atau liang telinga sehingga memicu tumbuhnya jerawat di daun telinga. 

3. Penggunaan topi atau helm dalam waktu yang lama

Penyebab jerawat di telinga berikutnya adalah penggunaan topi atau helm dalam waktu yang lama. Lagi-lagi, topi atau helm yang jarang dibersihkan atau penggunaannya berbagi dengan orang lain dapat menjadi tempat berkembangbiak bakteri dan kuman. Akibatnya, dapat meningkatkan risiko jerawat di liang telinga terjadi. 

4. Kebiasaan menyentuh telinga

Jerawat di telinga bisa muncul karena kebiasan menyentuh telinga
Sering menyentuh area telinga tanpa cuci tangan dulu bisa memicu jerawat
Kebiasaan menyentuh telinga yang tidak disadari juga menjadi penyebab jerawat di telinga. Terkadang, saat area telinga terasa gatal, Anda reflek mungkin ingin segera menggaruknya dengan jari-jari tangan. Sayangnya, kebiasaan menyentuh telinga yang tidak diiringi dengan upaya menjaga kebersihan tangan dapat menjadi penyebab jerawat di telinga muncul.  Saat Anda menyentuh area telinga tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka berisiko memindahkan bakteri dan kuman yang menempel di tangan ke dalam atau liang telinga. 

5. Alergi terhadap produk kecantikan kulit atau rambut

Jika Anda menggunakan produk kecantikan kulit atau rambut yang kurang tepat dan menyentuh area telinga, reaksi alergi mungkin dapat muncul. Kondisi ini bukan tidak mungkin dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat di liang telinga. 

6. Ketidakseimbangan hormon tubuh

Perubahan hormon bisa jadi penyebab jerawat di telinga
Saat menstruasi tiba, beberapa orang seringkali mengalami jerawat
Ketidakseimbangan hormon tubuh atau meningkatnya kadar hormon androgen bisa jadi penyebab jerawat di telinga. Hormon tidak seimbang inilah yang dapat memengaruhi produksi minyak di area telinga. Akibatnya, tak heran bila banyak jerawat yang muncul, tak terkecuali di area telinga, saat perempuan sedang dalam masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, menopause, hingga konsumsi obat-obatan tertentu (misalnya, steroid).

7. Stres

Arti jerawat di daun telinga bisa jadi menandakan kondisi kulit yang berminyak disertai efek stres. Ketika Anda stres, jerawat akan lebih mudah untuk tumbuh, termasuk di area telinga.Meski keterkaitan stres dengan jerawat masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, kondisi mental ini dapat memperburuk keadaan jerawat di dalam telinga Anda. 

Cara menghilangkan jerawat di telinga

Walaupun kehadiran jerawat di daun telinga jarang terjadi, kemunculannya dapat diatasi dengan cara yang tepat. Telinga merupakan area tubuh yang sensitif sehingga pengobatan jerawat di area ini harus diatasi dengan lembut dan hati-hati agar tidak semakin meradang dan menimbulkan masalah lebih lanjut. Beberapa cara menghilangkan jerawat di telinga adalah sebagai berikut. 

1. Jangan memencet jerawat

Ketika jerawat di kuping muncul, Anda mungkin tak tahan untuk memencet atau menyentuhnya. Namun, Anda harus menghindari kebiasaan buruk ini.Pasalnya, menyentuh atau memencet jerawat dapat memperburuk kondisi jerawat itu sendiri. Alih-alih sebagai cara menghilangkan jerawat di telinga, memencet jerawat justru bisa membuat bakteri masuk lebih dalam lagi ke pori-pori sehingga menyebabkan iritasi dan peradangan. Selain itu, memencet jerawat bisa menimbulkan bekas luka yang cukup sulit dihilangkan. Jika jerawat di kuping terinfeksi, kondisi ini juga dapat menyebabkan terbentuknya lepuhan berisi nanah. 

2. Pakai kompres hangat

Salah satu cara menghilangkan jerawat di telinga adalah dengan kompres hangat. Kompres hangat dapat bertujuan untuk membuka pori-pori dan melunakkan jerawat. Cara mengatasi jerawat di telinga ini memungkinkan nanah muncul ke permukaan sehingga akan pecah dengan sendirinya. Anda bisa menggunakan kapas, kain, atau handuk bersih yang telah dibasahi air hangat, kemudian letakkan pada area kulit yang berjerawat selama 15-20 menit. Pastikan air kompres yang digunakan tidak terlalu panas karena dapat menyebabkan luka bakar pada kulit. Jika jerawat Anda mengering dengan cara ini, segera bersihkan kotoran di area tersebut untuk mencegah infeksi.

3. Gunakan tea tree oil

Tea tree oil bisa digunakan untuk mengobati jerawat di telinga
Tea tree oil adalah obat jerawat alami yang bisa digunakan
Meski ada berbagai cara menghilangkan jerawat di telinga dengan bahan alami, tea tree oil atau minyak pohon teh cukup banyak diteliti sebagai obat jerawat alamiManfaat tea tree oil dengan kandungan 5 persen telah terbukti sebanding dengan kandungan benzoil peroksida untuk mengobati jerawatNamun, cara mengatasi jerawat di telinga dengan bahan alami ini mungkin memberikan hasil yang lebih lambat sehingga diperlukan kesabaran dalam menghilangkannya.

4. Gunakan skincare yang mengandung benzoil peroksida

Jerawat di telinga bisa diatasi dengan penggunaan benzoil peroksida
Skincare mengandung benzoil peroksida bisa membantu mengobati jerawat di telinga
Cara menghilangkan jerawat di telinga yang tak kalah ampuh adalah menggunakan produk perawatan kulit atau skincare yang mengandung benzoil peroksidaYa, selain pada salep jerawat, benzoil peroksida dapat ditemukan dalam berbagai produk kulit untuk mengobati jerawat. Benzoil peroksida efektif dalam membunuh bakteri penyebab jerawat dan dapat membantu memecah komedo. Akan lebih baik jika Anda menggunakan benzoil peroksida dengan kandungan di antara 2,5-10 persen. Pastikan untuk tidak menggunakannya pada luka terbuka atau selaput lendir karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek berbahaya.

5. Gunakan krim retinoid

Penggunaan krim retinoid juga bisa menjadi cara mengatasi jerawat di telinga. Kandungan vitamin A dalam krim retinoid dapat mengecilkan serta menghilangkan jerawat. Krim retinoid paling baik digunakan 20 menit setelah mencuci muka.Namun, krim ini memungkinkan kulit Anda lebih sensitif terhadap sinar matahari karena efeknya yang mampu menipiskan kulit. Oleh sebab itu, Anda harus menggunakan tabir surya jika menggunakan krim ini sebagai obat jerawat guna mencegah risiko kulit terbakar. 

6. Gunakan antibiotik

Jika jerawat di dalam telinga yang Anda alami tergolong parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter guna mengetahui penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat. Dokter mungkin dapat meresepkan antibiotik oral, seperti minocycline dan doxycycline, untuk membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, dokter mungkin juga merekomendasikan obat antibiotik topikal (oles), seperti erythromycin atau clindamycin, bersamaan dengan penggunaan benzoil peroksida. 

7. Pakai obat sistemik

Selain antibiotik, penggunaan obat sistemik mungkin dibutuhkan apabila jerawat di dalam telinga yang Anda alami tergolong sangat parah atau berat. Misalnya, obat yang berasal dari turunan vitamin A, seperti isotretinoin.Meski cukup efektif sebagai cara mengatasi jerawat di telinga, jenis obat ini memiliki efek samping yang serius. Maka dari itu, penggunaannya harus berada di bawah pengawasan dokter. Jika cara menghilangkan jerawat di telinga yang telah disebutkan di atas tak kunjung membaik atau semakin memburuk, atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Sebab, beberapa kondisi lain, seperti kista sebaceous, keratosis seboroik, atau akantoma fissuratum yang dapat menimbulkan benjolan kecil menyerupai jerawat. 

Cara mencegah jerawat di kuping agar tidak muncul kembali

Cara mencegah jerawat di kuping agar tidak muncul kembali di kemudian hari adalah menjaga kebersihan telinga dengan baik. Misalnya:
  • Mencuci area telinga sekaligus membersihkannya secara rutin untuk mengurangi penumpukan sel-sel kulit mati dan sebum. 
  • Hindari memasukkan atau menggunakan benda asing pada area telinga. 
  • Hindari mencuci area telinga dengan air yang tidak terjaga kebersihannya. 
  • Gunakan sumbatan telinga saat berenang agar air kolam tidak masuk ke dalam telinga. 
  • Melepas helm atau topi yang digunakan sementara waktu. 
  • Rutin membersihkan earphone atau headset, anting atau tindik, helm atau topi yang kerap digunakan. 
  • Tidak berbagi earphone atau headset dengan orang lain. 
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area telinga. 
Apabila Anda mengalami jerawat di dalam telinga yang sangat mengganggu dan menyakitkan, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Dokter akan membantu Anda dalam menentukan pengobatan jerawat di liang telinga sesuai penyebabnya.Anda juga bisa konsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk bertanya lebih lanjut seputar jerawat di kuping. Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
jerawatpengobatan jerawatkulit dan kecantikanmasalah kulit
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/pimple-in-ear#other-possibilities.
Diakses pada 28 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320958.php#is-it-a-pimple
Diakses pada 28 Januari 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-with-a-pimple-in-ear-4171778
Diakses pada 28 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait