Jerawat di Jidat Mengganggu, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab jerawat di jidat
Jerawat di jidat membuat penampilan tidak percaya diri

Jerawat menjadi musuh bagi banyak orang, baik pria maupun wanita. Bukan hanya di pipi atau dagu, jerawat juga sering muncul di jidat.

Yang lebih bikin kesal lagi, jerawat kadang muncul tidak hanya satu, melainkan dalam jumlah banyak di beberapa sisi jidat. Hal ini tentu dapat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri Anda. Sebelum mengetahui cara mengatasi jerawat di jidat, ada baiknya kita mengenal penyebabnya terlebih dahulu.

Penyebab jerawat di jidat

Jerawat di jidat umumnya terlihat seperti benjolan kecil berwarna merah. Terkadang, di bagian atasnya juga terdapat nanah yang terkumpul sehingga menjadi sedikit berwarna putih. Peningkatan produksi minyak atau sebum di area jidat menjadi faktor utama munculnya jerawat di jidat.

Normalnya, minyak diproduksi untuk melindungi kulit. Namun, jika terjadi produksi berlebih pada minyak, pori-pori dapat tersumbat bersamaan dengan kotoran dan sel kulit mati yang memicu bakteri sehingga menyebabkan timbulnya jerawat.

Peningkatan produksi minyak ini umumnya dipicu oleh perubahan hormon, stres, dan obat-obatan tertentu. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat memicu munculnya jerawat di jidat, yaitu:

  • Pubertas

Peningkatan kadar hormon yang terjadi pada masa pubertas dapat meningkatkan produksi minyak di kulit, termasuk area dahi. Hal ini tentu bisa menyebabkan terbentuknya jerawat. Bahkan dahi menjadi lokasi paling umum munculnya jerawat pada masa pubertas.

  • Rambut yang kotor

Rambut juga dapat menjadi sumber jerawat di jidat. Jika Anda memiliki rambut yang kotor, berminyak, dan jarang dicuci maka minyak dan kotoran rambut dapat menempel di jidat. Selanjutnya, pori-pori pun bisa tersumbat dan menyebabkan munculnya jerawat di jidat.

  • Produk penataan rambut

Produk penataan rambut, seperti halnya pomade, minyak, dan gel dapat memicu munculnya jerawat di jidat. Produk-produk tersebut umumnya mengandung minyak kelapa yang membuat kulit kepala dan jidat Anda lebih berminyak sehingga rentan terkena jerawat.

  • Sering menyentuh jidat

Sering menyentuh jidat secara tidak sengaja maupun sengaja dengan tangan yang kotor bisa memicu munculnya jerawat pada jidat. Jari-jari tangan menyimpan minyak dan bakteri yang bisa masuk ke dalam pori-pori ketika Anda menyentuhnya.

  • Iritasi kulit

Menggunakan riasan tertentu atau aksesoris seperti topi dan ikat kepala dapat mengiritasi dahi, terutama jika kulit Anda sensitif. Iritasi kulit yang terjadi pun bisa memicu munculnya jerawat di jidat Anda.

Cara mengatasi jerawat di jidat

Mengatasi jerawat di jidat tergantung pada tingkat keparahannya. Selain itu, ada juga beberapa pilihan perawatan yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jerawat. Beberapa cara mengatasi jerawat yang bisa Anda coba, di antaranya:

  • Menggunakan bahan alami

Perawatan rumahan bisa membantu mengatasi jerawat yang sangat ringan di dahi. Anda dapat meletakkan kompres air hangat ke dahi dua kali sehari untuk membantu menghilangkan minyak berlebih dan mempercepat pemulihan.

Selain itu, ada pula beberapa bahan alami yang dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat di jidat, seperti lidah buaya, sari cuka apel, dan sari lemon atau jeruk nipis. Bahan-bahan tersebut umumnya memiliki sifat antiperadangan, antioksidan, dan antibakteri yang dapat membantu mengatasi jerawat.

  • Menggunakan obat jerawat topikal

Anda dapat mencoba menggunakan obat jerawat topikal berbentuk krim, gel, atau losion yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, retinol, atau resorsinol. Obat ini umumnya efektif dalam mengobati jerawat ringan.

Meski demikian, obat topikal terkadang bisa menyebabkan iritasi kulit sebagai efek sampingnya. Selain itu, Anda juga harus bersabar karena jerawat mungkin baru hilang setelah beberapa minggu perawatan.

  • Mengonsumsi obat oral

Jika jerawat di jidat Anda tergolong parah, maka obat resep mungkin diperlukan. Dokter dapat meresepkan obat oral antibiotik, retinoid, atau kontrasepsi kombinasi untuk menghilangkan jerawat Anda. Jangan sembarangan dalam mengonsumsi obat tersebut dan selalu ikuti resep dokter.

  • Melakukan prosedur perawatan

Dokter juga dapat melakukan prosedur perawatan untuk menghilangkan jerawat di jidat, seperti terapi sinar dan chemical peeling. Pada jerawat yang besar dan membatu, mungkin perlu dilakukan drainase atau pengeluaran isi jerawat dengan prosedur medis.

Hindari menyentuh, memencet, dan mengorek-ngorek jerawat di jidat karena dapat membuatnya semakin meradang dan membentuk jaringan parut. Hal ini bisa meninggalkan bekas di kulit yang sulit dihilangkan.

Sementara, dalam mencegah munculnya jerawat di jidat, sebaiknya bersihkan wajah secara teratur dan hindari hal-hal yang dapat memicu terjadinya jerawat. Cuci wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut untuk menjaga kebersihan wajah Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/health/forehead-acne#treatment
Diakses pada 23 Januari 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322130.php#prevention
Diakses pada 23 Januari 2020

Artikel Terkait