Waspada Jantung Berdebar dengan Cepat, Satu Tanda Penyakit Serius!

Anemia salah satu penyebab anda mengalami jantung berdebar
Penyebab jantung berdebar sulit ditemukan tetapi kita dapat merasakan nya di dada

Jantung berdebar (palpitasi jantung) terjadi ketika jantung berdetak sangat cepat dan berdegup sangat kencang. Seringkali, anda dapat merasakan detak jantung yang sangat cepat ini di dada, tenggorokan, atau leher.  

Jantung berdebar dapat memberikan perasaan cemas dan takut, meskipun pada umumnya, hal ini tidak berbahaya.

[[artikel-terkait]]

Kondisi jantung berdebar yang harus diwaspadai

Anda harus waspada bila mengalami jantung berdebar, disertai kondisi-kondisi berikut ini.

Jantung berdebar bisa tandakan penyakit serius

Biasanya, penyebab jantung berdebar sulit untuk ditentukan. Berikut ini beberapa kondisi yang sering dapat menyebabkan jantung berdebar.

  • Respons emosi yang kuat berupa stres, cemas, takut, atau panik
  • Depresi
  • Olahraga atau aktivitas yang berlebihan
  • Stimulan seperti kafeina, nikotin, obat-obatan flu dengan kandungan pseudo ephedrine, alkohol, serta obat-obatan terlarang
  • Demam
  • Kehamilan
  • Perubahan hormon yang berkaitan dengan menstruasi, kehamilan, atau menopause
  • Level hormon tiroid yang tidak normal
  • Memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya
  • Gangguan katup jantung
  • Penyakit jantung koroner
  • Anemia, tekanan darah rendah, dan dehidrasi

Selain penyebab di atas, pada kondisi tertentu, jantung berdebar menjadi gejala dari penyakit jantung yang serius, seperti aritmia.

Pada kondisi ini beberapa komplikasi dari jantung berdebar dapat muncul, seperti pingsan, jantung berhenti, stroke, dan gagal jantung, yang membutuhkan bantuan medis secara cepat.

5 Pemeriksaan jantung berdebar

Untuk memastikan penyebab jantung berdebar bukan berasal dari gangguan jantung, dokter akan memeriksa riwayat penyakit, pola makan, konsumsi obat-obatan, gaya hidup, dan waktu terjadinya jantung berdebar.

Selain itu pemeriksaan fisik dan beberapa tes diagnostik berikut ini dapat dilakukan.

  • Pemeriksaan fisik dengan stetoskop dan perabaan kelenjar tiroid
  • Tes laboratorium darah, untuk melihat adanya kerusakan otot jantung dan gangguan hormon
  • Foto rontgen dada, untuk melihat adanya kelainan di paru-paru maupun kemungkinan pembesaran jantung
  • Penggunaan elektrokardiogram (EKG) atau EKG Holter selama 24 jam, untuk melihat dan merekam aktivitas listrik jantung
  • Penggunaan ekokardiografi (USG jantung) untuk melihat secara detail, mengenai gangguan struktur dan fungsi jantung, yang menyebabkan jantung berdebar.

Apabila melalui tes di atas, dokter menemukan gangguan jantung sebagai penyebab jantung berdebar, maka anda mungkin direkomendasikn untuk menjalani terapi awal. Selain itu, dokter mungkin akan merujuk ke dokter ahli jantung (kardiologi).

5 Langkah mengurangi debar jantung

Pada umumnya, penyebab jantung berdebar sulit untuk diketahui, dan melakukan terapi tidak dianjurkan. Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan untuk mengurangi gejala jantung berdebar.

  • Mengurangi stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan
  • Menghindari makanan dan minuman yang mengandung stimulan seperti kafeina, nikotin, alkohol, dan minuman berenergi
  • Menghindari obat flu dan obat terlarang yang bertindak sebagai stimulan untuk memicu jantung berdebar
  • Berhenti merokok
  • Olahraga secara teratur

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-palpitations/symptoms-causes/syc-20373196
Diakses pada 22 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/what-causes-heart-palpitations#1
Diakses pada 22 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed