10 Penyebab Jantung Bengkak yang Bisa Mengancam Nyawa

Penyebab jantung bengkak harus diwaspadai, guna meningkatkan keberhasilan pengobatannya.
Penyebab jantung bengkak tidak boleh disepelekan.

Penyebab jantung bengkak harus diwaspadai. Lebih cepat ditangani, lebih besar juga kemungkinannya untuk diobati.

Jika Anda merasakan adanya gejala mengganggu pada jantung, izinkan dokter untuk menanganinya. Bisa jadi, kondisi jantung bengkak sedang Anda alami.

Agar tidak "buta" mengenai jantung bengkak saat datang ke dokter, ketahuilah dulu berbagai macam penyebab jantung bengkak ini.

Penyebab jantung bengkak yang mesti diwaspadai

Sebenarnya, jantung bengkak alias kardiomegali bukanlah penyakit, melainkan sebuah tanda dari berbagai macam penyakit yang menyebabkannya.

Itulah sebabnya Anda disarankan untuk mengetahui berbagai macam penyebab jantung bengkak dan mencari jalan keluar terbaik untuk kesehatan Anda. Berikut ini sederet kondisi yang bisa membuat jantung bengkak.

1. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah penyakit yang menyerang otot jantung. Perlu diketahui, segala penyakit yang menyerang otot jantung ternyata bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

Semakin besar kerusakan yang dirasakan otot jantung, semakin lemah juga fungsi organ vital ini dalam memompa darah.

2. Penyakit katup jantung

Jantung
Penyebab jantung bengkak

Penyakit katup jantung dapat diakibatkan oleh infeksi, penyakit jaringan ikat, hingga beberapa obat-obatan. Penyakit katup jantung juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak karena merusak fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke jalur yang benar.

Saat darah mengalir mundur, jantung dipaksa bekerja lebih keras. Itulah sebabnya, penyakit katup jantung bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

3. Serangan jantung

Saat serangan jantung terjadi, aliran darah ke dalam jantung akan terhambat. Ditambah lagi, kurangnya oksigen dalam darah juga bisa merusak otot jantung. Tidak heran kalau serangan jantung bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

4. Penyakit tiroid

Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang dibutuhkan metabolisme tubuh. Sayangnya, penyakit tiroid seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme bisa merusak jantung.

Saat tubuh kekurangan atau kelebihan hormon tiroid, detak jantung dan tekanan dapat terganggu. Tidak hanya itu, penyakit tiroid juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

5. Aritmia (irama jantung tidak teratur)

Aritmia alias irama jantung tidak teratur juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak yang harus diwaspadai. Saat jantung berdetak dengan tempo yang tidak normal, darah bisa terpompa balik ke dalam jantung dan merusak bagian ototnya.

6. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi tidak hanya menjadi penyebab jantung bengkak, tapi juga mengakibatkan berbagai penyakit jantung lainnya.

Saat tekanan darah tinggi terjadi dalam tubuh Anda, jantung harus kerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, otot jantung akan mengalami pembesaran.

Tidak hanya itu, tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan ventrikel kiri membesar, dan membuat otot jantung melemah. Tekanan darah tinggi juga mampu menyebabkan ruang jantung atas Anda membesar.

7. Cairan di sekitar jantung

Jantung
Penyebab jantung bengkak harus diwaspadai

Cairan di dalam kantung yang melindungi jantung juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak. Hal ini dapat terlihat saat dokter melakukan prosedur rontgen dada.

8. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner atau tersumbatnya arteri di jantung Anda, tentu bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

Kondisi ini membuat arteri tersumbat oleh lemak, sehingga aliran darah di jantung bisa terhambat. Selain bisa menyebabkan serangan jantung, penyakit jantung koroner dapat mengakibatkan satu bagian otot jantung mati, sehingga bagian jantung yang lain bekerja lebih keras dan akhirnya mengalami pembengkakan.

9. Anemia

Anemia adalah kondisi yang ditandai oleh kurangnya sel darah merah pembawa oksigen ke jaringan tubuh. Jika anemia tak segera ditangani, detak jantung menjadi tak teratur.

Sebab, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengganti “hutang” oksigen dalam darah. Tak ayal kalau anemia juga bisa menjadi penyebab jantung bengkak.

10. Kelebihan zat besi

Kelebihan zat besi atau hemochromatosis adalah penyebab jantung bengkak selanjutnya. Sebab, saat tak bisa “dimanfaatkan” dengan baik oleh tubuh, kadar zat besi pun akan berlebih. Pada akhirnya, kelebihan zat besi ini bisa menumpuk di dalam organ, seperti jantung.

Gejala gagal jantung

Setelah mengetahui berbagai penyebab jantung bengkak di atas, kini saatnya Anda mengenal gejala gagal jantung yang juga tak boleh disepelekan.

Yang menjadi permasalahan adalah, banyak orang yang tidak merasakan gejala jantung bengkak, sehingga kondisi ini tak dapat ditangani dengan baik.

Namun, ada beberapa pertanda jantung bengkak yang tetap bisa dirasakan, antara lain:

  • Sesak napas
  • Aritmia atau irama jantung tidak teratur
  • Pembengkakan atau edema

Jika gejala di atas muncul disertai rasa nyeri di dada, rasa tak nyaman di bagian leher, lengan, hingga rahang, segera datang ke dokter. Sebab, kondisi tersebut bisa menandakan penyakit.

Catatan dari SehatQ

Seperti yang sudah dibahas tadi, semakin cepat penyebab jantung bengkak diketahui, semakin baik juga penanganannya. Maka dari itu, jikalau Anda merasakan ada gejala mengganggu pada jantung Anda, segeralah datang ke dokter.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436
Diakses pada 26 Juni 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/enlarged-heart#causes
Diakses pada 26 Juni 2020

Artikel Terkait